Longsor di Cikakak Banyumas Putus Akses Antar Grumbul, Mobil Warga Sampai Terperosok
January 03, 2026 01:14 PM

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Bencana tanah longsor terjadi di Grumbul (dusun) Gandarusa, Kadus 2, Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jumat (2/1/2026) malam.


Peristiwa tersebut menyebabkan akses jalan penghubung antargrumbul terputus dan berdampak pada aktivitas sekitar 1.200 warga.


Longsor terjadi sekitar pukul 20.30 WIB di jalur Sabawengi, jalan utama yang menghubungkan Grumbul Gandarusa dengan Grumbul Planjan. 


Selain memutus akses warga, kejadian ini juga menyebabkan satu unit mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi R 1445 HP terperosok. 


Mobil tersebut dikemudikan oleh Raslim, warga RT 2 RW 10 Desa Cikakak.


Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. 


Pengemudi selamat dan hanya mengalami luka memar.

Baca juga: Ada Bocah 16 Tahun yang Jadi Pelaku Pengeroyokan Pesilat Pagar Nusa hingga Tewas di Demak

Baca juga: Bupati Sadewo Optimistis Persibas Banyumas Tembus Liga 3 Usai Hibahkan Bus Operasional

Baca juga: Rp114 Juta Milik Warga Pekalongan Melayang Ditipu Pria di Facebook, Berawal dari Order Susu


"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. 


Pengemudi selamat, hanya mengalami memar," kata Kepala Desa Cikakak, Akim, kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (3/1/2026). 


Akim menjelaskan, longsor terjadi akibat kondisi tanah yang labil. 


Akibatnya jalur penghubung antargrumbul tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.


Akibat longsor tersebut, akses utama menuju sejumlah fasilitas pendidikan juga ikut terdampak. 


Jalan Sabawengi merupakan jalur yang biasa digunakan warga menuju PAUD, SD, hingga SMP Negeri 3 Wangon.


"Jalan ini juga menjadi akses ke sekolah, mulai dari PAUD, SD, sampai SMPN 3 Wangon. 


Saat ini tidak bisa dilewati sama sekali," jelas Akim.


Sebagai langkah sementara, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif dengan memutar melalui Grumbul Beji, Desa Curahancetak, Kecamatan Lumbir, hingga Desa Cirahab. 


Namun jalur ini membuat jarak tempuh bertambah sekitar tiga kilometer.


"Kalau lewat jalur alternatif, warga harus memutar dan jaraknya bertambah kurang lebih tiga kilometer," tambahnya.


Pemerintah desa telah melakukan pemantauan lokasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lanjutan. 


Hingga Sabtu pagi, situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif.


Pemerintah desa berharap penanganan segera dilakukan agar akses warga dan kegiatan pendidikan bisa kembali normal.(jti) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.