Kabupaten Bombana berada di Provinsi Sulawesi Tenggara. Di kabupaten ini, banyak kita jumpai padang savana. Salah satunya adalah Bukit Punggung Kuda yang indah.
Terletak di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara lokasinya berada di dalam kawasan Perkebunan Tebu milik PT Jhonlin. Berbatasan dengan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, tak heran jika kondisi topograpinya mirip-mirip dengan padang savana yang ada di dalam kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai.
Berawal dari obrolan teman untuk mencari tempat Trail Run yang baru, saya berinisiatif untuk coba berkunjung kebukit Punggung Kuda dengan harapan bisa menemukan rute yang cukup menantang untuk Trail Run.
Minggu, tanggal Empat Belas Desember saya bersama Anak saya berangkat kesana menggunakan kendaraan roda dua, setelah menempuh perjalanan Satu Jam kami tiba di pertigaan Rarowatu.
Jarak dari jalan utama Kendari - Bombana (pertigaan Indomaret Rarowatu) menuju savana Bukit punggung kuda sekitar kurang lebih Delapan Belas Km, melewati perkampungan dan kawasan perkebunan tebu, hingga kami menemukan pos penjagaan PT. Jhonlin.
Di sana, kami sempat bertanya lokasi dan menurut penjaga, saat ini pengunjung tidak boleh melakukan kunjungan apalagi sampai camping di lokasi tersebut. Hal itu dikarenakan banyak pengunjung yang sering membuang sampah dan mengotori kawasan bukit terutama danaunya yang biasa digunakan perusahaan sebagai sumber air mereka.
Namun karena saya hanya bermaksud untuk sekedar berkunjung, sekaligus melakukan aktivitas Trail Run, akhirnya kami dipersilahkan untuk ke sana hanya sampai jam setengah enam sore.
Kami pun diantar sampai jalan menuju lokasi tersebut. Sesampainya di Bukit Punggung Kuda saya langsung mendaki bukit ke puncaknya dan melakukan aktifitas Trail Run. Sementara anak saya menunggu temannya datang yang kebetulan adalah karyawan di perkebunan tersebut.
Mereka menikmati keindahan padang savana Bukit Punggung Kuda, sementara saya sendiri melakukan Trail Run. Setelah kurang lebih empat puluh menit akhirnya saya memutuskan untuk menyelesaikan lari karena rute yang berbukit cukup menguras tenaga dan energi.
Selanjutnya saya bergabung dengan anak saya untuk menikmati keindahan Bukit Punggung Kuda ini. Keindahan tempat ini tak perlu diragukan, dengan Gugusan Bukit-bukit yang ditumbuhi Rerumputan hijau menambah pesona keindahannya.
Tak hanya itu, di antara bukit-bukitnya terdapat sebuah danau yang cukup luas dan tenang. Hembusan angin menambah sejuk dan romantisnya tempat ini. Inilah yang membuat istimewa tempat tersebut.
Selain itu, dari atas bukit kita bisa menyaksikan hamparan rerumputan hijau dan perkebunan tebu yang membentang luas. Bukit Punggung Kuda merupakan tempat yang sangat cocok untuk menenangkan diri karena jauh dari kebisingan dan tempatnya yang begitu damai.
Setelah cukup puas menikmati keindahan savana Bukit Punggung Kuda akhirnya kami memutuskan untuk meninggalkan tempat indah ini dan kebetulan waktu juga sudah menujukan pukul tujuh belas lewat empat puluh menit, itu artinya kami sudah kelebihan sepuluh menit dari batas kunjungan yang diberikan petugas jaga.
Keindahan tempat ini begitu terkenang, kami meninggalkan dengan rasa puas dan kebanggaan yang luar biasa, bangga karena kami bisa hidup di tempat ini, di negara yang keindahan alamnya luar biasa.
Mudah-mudahan tempat ini akan terus abadi, tidak tergerus oleh keserakahan manusia. Insya Allah kami akan kembali jika tempat ini sudah kembali dibuka untuk melakukan aktivitas Trail Run.







