Sosok Evia Maria Mahasiswi Unima Meninggal Tak Wajar di Kos, Dikenal Berprestasi, Semua Nilainya A
January 03, 2026 01:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Duka mendalam menyelimuti keluarga dan civitas akademika Universitas Negeri Manado (Unima), Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) usai Anthonieta Evia Maria Mangolo atau Evia Maria (21) meninggal.

Evia Maria adalah mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan Psikologi (FIPP) Unima yang ditemukan meninggal tak wajar di kosnya, Selasa (30/12/2025).

Mahasiswi asal Kepulauan Sitaro Sulut itu meninggal di sebuah indekost di Kelurahan Matani Satu, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Sulut.

Semasa hidup, Evia Maria dikenal sebagai pribadi pendiam, rajin, dan berprestasi.

Kabar wafatnya Evia Maria sontak menggemparkan warga Sulawesi Utara, khususnya di lingkungan kampus Unima.

Banyak pihak mengenal Evia sebagai mahasiswa dengan rekam akademik yang sangat baik.

Kuasa hukum keluarga, Cyprus Tatali, mengungkapkan bahwa almarhumah merupakan mahasiswi berprestasi dengan capaian akademik yang nyaris sempurna.

“Nilainya 4 koma, semua nilainya A,” ujar Tatali kepada Tribun Manado, Jumat (2/1/2026).

Menurut Cyprus Tatali, Evia merupakan anak harapan bagi kedua orang tuanya.

Karena itu, keluarga mendesak agar penyebab kematian Evia diusut secara tuntas dan transparan.

“Ini harus diusut tuntas,” tegasnya.

Ayah Evia, Antonius Mangolo, mengungkapkan bahwa putrinya merupakan sumber semangat bagi dirinya untuk terus bekerja keras sebagai buruh.

Ia menaruh harapan besar agar Evia kelak sukses dan mampu membahagiakan keluarga.

“Dia penyemangat saya. Harapan itu besar, tapi api itu sudah padam,” ucap Antonius dengan suara bergetar.

Hal senada disampaikan sang ibu, Sofia Mangolo. Ia mengenang Evia sebagai anak yang rajin belajar dan penurut.

“Dia rajin dan penurut,” kata Sofia.

Sebelum ditemukan meninggal di Tomohon, Evia diketahui masih aktif menjalani proses akademik dan memiliki sejumlah rencana penting dalam waktu dekat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunmanado.co.id, Evia dijadwalkan akan mengikuti ujian proposal pada 6 Januari 2026 sebagai tahapan dalam penyusunan skripsi. 

Selain fokus pada akademik, Evia juga memiliki rencana pribadi setelah wisuda, salah satunya merencanakan pertunangan.

Berikut 10 fakta tentang Evia Maria, mahasiswi Unima yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar:

MAHASISWI MENINGGAL - Kolase foto Maria Antoineta Evia Mangolo atau Evia Maria, mahasiswi Unima yang ditemukan meninggal di tempat kos Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut) dan foto Polda Sulut dan Unima.
MAHASISWI MENINGGAL - Kolase foto Maria Antoineta Evia Mangolo atau Evia Maria, mahasiswi Unima yang ditemukan meninggal di tempat kos Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut) dan foto Polda Sulut dan Unima. (Kolase Tribun Manado/Kolase Tribun Manado/HO)

1. Kronologi Awal Jasad Evia Ditemukan di Indekost Matani Satu Tomohon

Dari informasi dari pihak kepolisian, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 Wita. 

Penemuan berawal saat pemilik kost berinisial YR, yang tinggal di Kelurahan Matani Satu, menerima panggilan dari salah satu penghuni kost.

Mendengar hal itu, YR langsung bergegas menuju lokasi indekost.

Setibanya di tempat kejadian, YR melihat Evia Maria berada di depan pintu masuk kost dengan kondisi sudah meninggal.

Selanjutnya, YR menghubungi pihak kelurahan untuk melaporkan kejadian tersebut.

Tak berselang lama, personel Polsek Tomohon Tengah langsung mendatangi lokasi kejadian. 

Kapolsek Tomohon Tengah IPTU Stenly Tawalujan, bersama tim identifikasi dari Polres Tomohon kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

2. Disemayamkan di Minahasa Utara

Jenazah Evia Maria disemayamkan di rumah kerabat di Perumahan CBA Gold, Teterusan, Mapanget, Minahasa Utara (Minut), Sulut.

Jenazah Evia kini disemayamkan di kediaman Kel. Pdt Roos Merry Kabuhung.

Pendeta Roos merupakan tante Evi Maria yang melayani sebagai Pendeta di Jemaat GMIM Eden Mapanget. 

Keluarga berencana membawa pulang, jenazah Evi Maria ke Ulu Siau, Kepulauan Sitaro, Sulut Rabu (31/12/2025) pagi ini. 

Meskipun demikian, rencana ini batal menyusul keputusan jenazah Evi akan diotopsi. 

Pantauan Tribunmanado.co.id di rumah duka, puluhan orang datang melayat.

Beberapa di antaranya bagian dari Ikatan Kekeluargaan Indonesia Sangihe Sitaro Talaud (IKISST) Sulawesi dan Manado. 

Ayah Evia, Antonius Mangolo dan adiknya, Revan serta kerabat lainnya telah tiba di Manado sejak Rabu dinihari. 

"Kami berencana membawa pulang anak kekasih pagi ini tapi rencana berubah karena katanya mau otopsi" ujar paman Evia, Jhonli Mangolo di rumah duka. 

MAHASISWI MENINGGAL - Antoineta Evia Maria Mangolo, mahasiswi Unima yang meninggal secara tak wajar di kos Tomohon, Sulawesi Utara, ternyata sudah punya tambatan hati. Sang pacar saat ini bertugas di Papua.
MAHASISWI MENINGGAL - Antoineta Evia Maria Mangolo, mahasiswi Unima yang meninggal secara tak wajar di kos Tomohon, Sulawesi Utara, ternyata sudah punya tambatan hati. Sang pacar saat ini bertugas di Papua. (Tribun Manado/Handout)

3. Jenazah Evia Maria Mangolo Akan Jalani Otopsi, Keluarga Temukan Lebam Biru di Tubuh

Jenazah Evia Maria Mangolo, mahasiswi Unima yang meninggal di tempat kos di Tomohon, akan menjalani otopsi di RS Kandou Manado, pada Rabu (31/12/2025).

Otopsi diputuskan oleh keluarga setelah ditemukan sejumlah luka yang membiru di tubuh jenazah.

Ketsia, tante dari Evia bercerita, pada Selasa (30/12/2025) malam di rumah duka di Perum CBA Gold, Mapanget, Minut, Sulut ia memperoleh sebuah dorongan untuk memeriksa kaki dari jenazah.

"Saat itulah ada tanda biru serta tanda seperti luka," katanya.

Beberapa saat kemudian, atas saran seseorang, pihaknya membuka tubuh jenazah dan ditemukan tanda biru di pinggang kiri dan di paha atas.

"Dari situ lantas diputuskan untuk dilakukan otopsi," katanya.

Ia menuturkan, ayah dari almarhum sudah tiba sejak Rabu dini hari.

Rabu pagi, ia bertolak ke Polda untuk persiapan otopsi.

Dia menerangkan, sesungguhnya jenazah direncanakan pulang pada Kamis.

Namun batal karena ada otopsi.

Ketsia menuturkan, pihaknya menyerahkan penanganan kematian itu pada pihak berwajib.

4. Unggah Story Menyentuh Sebelum Natal

Evia Maria, mahasiswi Unima yang ditemukan meninggal di Tomohon dikenal sebagai sosok yang baik, rajin, pintar dan agak pendiam.

Hal ini diutarakan Ketsia, tante korban kepada Tribunmanado.com di rumah persemayaman di Perumahan CBA Gold, Teterusan, Mapanget, Minahasa Utara (Minut), Sulut, Rabu (31/12/2025).

"Ia memang pendiam, tapi rajin," katanya.

Ia bercerita, Evia sangat rajin membuat tugas kelompok.

Kadang, kata dia, saat menginap di rumahnya, Evia sering lupa makan karena kerjakan tugas.

"Saya sering tegur makan dulu, dan ia tetap dengan laptopnya," katanya.

Sebut dia, Evia juga pintar.

Selain itu baik hati.

Meski pendiam, Evia punya semangat tinggi untuk belajar.

Dikatakannya, ia sempat menelepon Evia, apakah hendak pulang saat Natal.

"Jawabnya tidak jadi, karena tidak dapat tiket," katanya.

Dirinya terakhir ketemu Evia pada beberapa bulan lalu.

Kala itu Evia tengah KKN dan mencari tempat kos.

"Ia dan dua temannya sempat menginap di rumah saya dan sewaktu hendak pulang saat itu hujan, ia katakan makaseh (terima kasih) Ma Abo (panggilan Ketsia)," katanya.

Ia mengatakan, sang ponakan sempat mengunggah story tengah mandi di pantai bersama adiknya sebelum Natal.

Lalu menyusul story lainnya.

"Ia unggah sesuatu seperti kertas, mungkin tanda berhasil menyelesaikan KKN dan menulis kado Natal untuk mama," katanya.

5. Rencananya Akan Tunangan Setelah Wisuda

Evia Maria ternyata sudah punya tambatan hati.

"Ia sudah punya pacar," kata Ketsia, tante korban kepada Tribun manado di rumah persemayaman di Perumahan CBA Gold, Mapanget, Minahasa Utara (Minut), Rabu (31/12/2025).

Sebut dia, sang pacar saat ini bertugas di Papua.

Keduanya direncanakan akan tunangan setelah Evia wisuda.

Ia ingat, Evia pernah mengantar pacarnya naik kapal di Bitung.

"Evia juga pernah mengunggah foto sang pacar," katanya. 

6. Evia Maria Cerita Ingin Jadi Pramugari

Di mata sahabatnya, Nadia, Evia adalah gadis ceria dengan mimpi besar untuk terbang tinggi dengan pesawat meninggalkan pulau kecil asalnya di Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut).

Evia Maria kerap berbicara tentang langit dan seragam pramugari yang suatu hari ingin ia kenakan.

Kepada wartawan Tribunmanado.co.id, Indri Panigoro, Nadia mengungkap cita-cita Evia Maria.

Nadia mengenang Evia sebagai sosok yang ceria dan memiliki mimpi besar.

Salah satu cita-cita Evia yang sering ia ceritakan adalah keinginannya untuk menjadi pramugari.

“Dia sering bilang sebenarnya dia sangat ingin jadi pramugari,” katanya.

MAHASISWI UNIMA MENINGGAL - Kolase foto Nadia dan Evia Maria. Nadia adalah sahabat dekat almarhumah Evia Maria (21) mahasiswi Unima yang ditemukan meninggal di Tomohon, Selasa 30 Desember 2025.
MAHASISWI UNIMA MENINGGAL - Kolase foto Nadia dan Evia Maria. Nadia adalah sahabat dekat almarhumah Evia Maria (21) mahasiswi Unima yang ditemukan meninggal di Tomohon, Selasa 30 Desember 2025. (Dokumen Pribadi/Kolase Tribun Manado/Facebook Nadia)

7. Evia Sempat Curhat ke Sahabat Sambil Menangis

Nadia juga mengungkap percakapan terakhirnya dengan almarhumah.

Evia, kata Nadia kerap curhat soal kasus dugaan pelecehan seksual yang ia alami.

Sosok yang kerap disebut Evia dalam curhatannya yakni salah satu oknum dosen di Unima

Beberapa waktu sebelum meninggal dunia, Evia sempat mendatangi kos Nadia.

Saat itu, Evia mengatakan ingin ke kos Nadia untuk bercerita, sembari menunjukkan rencana foto studio seperti foto kelulusan SMA.

“Waktu di kos, dia tiba-tiba curhat sambil menangis. Dia cerita tentang dosen yang diduga melecehkannya,” kata Nadia saat diwawancarai di akun Facebooknya bernama Nadia, Kamis 1 Januari 2026 sore.

Nadia menuturkan, Evia juga pernah menyampaikan bahwa dirinya telah menerima perlakuan tidak pantas melalui pesan langsung (DM) dari dosen yang bersangkutan.

Evia bahkan sempat mengirimkan pesan suara (voice note) kepada Nadia, mengaku telah melaporkan dugaan pelecehan itu kepada Wakil Dekan III (WD III).

“Almarhumah bilang sudah lapor ke WD III soal pesan DM dan perlakuan dosen itu,” kata Nadia.

Pada 15 Desember, bertepatan dengan ulang tahun Nadia, Evia kembali mencurahkan ketakutannya.

Ia meminta pendapat Nadia karena merasa tertekan dan takut dengan sikap dosen tersebut.

“Saya bilang ke dia, lebih baik lapor saja. Kalau tidak, takutnya dosen itu bisa bertindak seenaknya lagi ke mahasiswa lain,” ujar Nadia.

Lanjut Nadia, pada keesokan harinya, Evia mengabarkan bahwa ia telah resmi melaporkan dugaan pelecehan seksual tersebut secara lisan kepada WD III.

Kata Nadia berdasarkan cerita Evia, pihak WD III kemudian menyarankan agar laporan tersebut dituangkan dalam bentuk surat pernyataan tertulis dan dilanjutkan ke pihak pusat atau pimpinan kampus.

8. Evia Maria Mangolo Seharusnya Ujian Proposal Skripsi 6 Januari 2026

Evia Maria seharusnya tinggal beberapa langkah lagi menuntaskan kuliahnya di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Jurusan Pendidikan Guru SD Universitas Negeri Manado. 

Tapi harapan tinggal harapan. Beberapa hari jelang ujian, Evia ditemukan meninggal di tempat kosnya di Kaaten, Kelurahan Matani Satu, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Selasa 30 Desember 2025 pagi. 

Evia dijadwalkan ujian seminar proposal skripsi pada Selasa 6 Januari 2025.

"Kasiang anak ini. Padahal tanggal 6 Januari somo ujian," kata paman Evia, Jhonli Mangolo di rumah persemayaman, Perumahan CBA Gold, Mapanget, Minahasa Utara, Rabu (31/12/2025). 

Kata Jhonli, mungkin karena sudah terjadwal ujian tanggal 6 sehingga Evia memutuskan tidak pulang ke Ulu Siau, Kepulauan Sitaro. 

"Sebenarnya kasiang depe papa deng mama suka skali dia pulang mo ba Natal deng Tahun Baru. Ya siapa mo sangka jadi bagini," kata sang paman lirih. 

9. Tangis Revan Adik Evia Maria Mangolo yang Meninggal di Tomohon: Kak Bilang Pulang Setelah Tahun Baru

Revan Mangolo, adik dari Antoineta Evia Maria Mangolo.tak kuasa menahan tangis.

Ia histeris di rumah persemayaman di Perumahan CBA Gold Mapanget, Minahasa Utara (Minut), Sulut, Rabu 30 Desember siang ini.

"Kakak, kenapa begini.

Tuhan tolong," ujar Revan dalam tangisnya.

Seorang kerabat perempuan berusaha menghibur remaja yang duduk di kelas 2 SMP ini.

Ia tak menyangka, komunikasi dengan sang kakak via WhatsApp pekan lalu jadi yang terakhir. 

"Bilang mau pulang setelah tahun baru.

Bagaimana kak, kaaaak kaaak," ujarnya lirih. 

Revan mengaku, ia sangat berharap bisa merayakan Natal dengan kakaknya.

10. Beda Keterangan Unima dan Polisi, Kampus Sebut Danny Masinambow Akan Diperiksa, Polda Sulut: Belum

Kepala Humas Unima, Titof Tulaka, mengatakan bahwa setelah menjalani pemeriksaan internal di lingkungan kampus, oknum dosen tersebut langsung menuju kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Setelah diperiksa di kampus, oknum tersebut langsung menuju ke polisi untuk pemeriksaan,” ujar Titof saat diwawancarai, Kamis (1/1/2026).

Menurut Titof, pemeriksaan tersebut merupakan tindak lanjut atas adanya panggilan dari kepolisian terkait dugaan pelecehan yang dialami mahasiswi.

Namun, keterangan pihak kampus tersebut berbeda dengan penjelasan dari kepolisian.

Kapolsek Tomohon Tengah, Iptu Stenly Tawalujan, menyatakan pihaknya tidak menerima laporan maupun melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

“Laporan tidak masuk ke kami. Dia diperiksa ke Polda Sulut,” ujar Iptu Stenly saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (2/1/2026).

Sementara itu, Polda Sulawesi Utara menyatakan bahwa proses penyelidikan atas kasus meninggalnya mahasiswi Unima tersebut masih terus berjalan.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulut telah menindaklanjuti laporan yang masuk, termasuk dugaan keterlibatan oknum dosen Unima tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulut, Kombes Pol Suryadi, menegaskan bahwa hingga saat ini terlapor belum menjalani pemeriksaan.

“Laporan sudah kami terima dan ditindaklanjuti, namun terlapor belum diperiksa,” kata Kombes Pol Suryadi kepada wartawan, Jumat (2/1/2026).

Suryadi menambahkan, pihak kepolisian akan menangani perkara tersebut secara profesional dan tidak tebang pilih.

“Siapa pun yang dilaporkan akan kami perlakukan sama di hadapan hukum. Apabila ditemukan cukup bukti, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Suryadi.

Lanjut Suryadi, kepolisian telah menerima laporan keluarga Evia Maria yang diterima pada 31 Desember 2025 sekitar pukul 13.16 WITA. 

Dalam laporan tersebut tercantum dugaan tindak pidana kekerasan seksual sebagaimana Pasal 6 Undang-Undang TPKS Nomor 12 Tahun 2022, serta dugaan tindak pidana pembunuhan.

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

Di Manado anda bisa menghubungi pihak RSJ PROF. DR. V. L. Ratumbuysang. (Ind/Ndo/Art/Ico/Pet)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.