Laporan Wartawan Serambi Indonesia
Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Gubernur Kalimantan Timur atau Kaltim, H Rudy Mas’ud atau kerap disapa Harum bersama istri kunjungi korban banjir bandang di Gampong Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya atau Pijay, Aceh, Jumat (2/1/2026).
Orang nomor satu di Kaltim itu, turut didampingi anggota DPR-RI saat berkunjung, sekaligus menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Pidie Jaya.
Kalak BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim M Faisal dan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kaltim ikut dalam kunjungan tersebut.
Selain itu, Wali Kota Banda Aceh, Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi dan Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri mendampingi Gubernur Kaltim bersama rombongan mengunjungi Pijay.
Bantuan yang disalurkan meliputi logistik, untuk kebutuhan pokok bagi masyarakat di lokasi pengungsian.
Kehadiran gubernur dan rombongan disambut hangat jajaran Pemkab Pidie Jaya dan warga korban banjir.
Baca juga: Transformasi Awal Tahun, Portola Tiara Hotel Hadirkan Suasana Baru di Meulaboh
Gubernur turut membantu membagikan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Tak hanya itu, gubernur meninjau rumah-rumah penduduk yang mengalami kerusakan akibat banjir lumpur setinggi tiga meter.
Akibatnya sekitar 80 persen permukiman warga tidak bisa lagi dihuni. Saat ini, warga tinggal di pengungsian.
“ Semoga bencana ini dapat dilalui dengan penuh kesabaran. Percayalah, di balik kesulitan pasti ada kemudahan.
Ini adalah ujian, Insyaallah akan membawa keberkahan dan peningkatan bagi masyarakat Pidie Jaya ke depan,” kata Gubernur Rudy di hadapan sekitar 800 warga Gampong Meunasah Raya, Jumat (2/1/2025).
Dikatakan, total bantuan yang disalurkan melalui Dompet Kaltim Peduli Bencana mencapai Rp 5,7 miliar.
Bantuan itu didistribusikan ke beberapa provinsi terdampak di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Khusus untuk Kabupaten Pidie Jaya, dibantu dana sebesar Rp 1 miliar dan logistik senilai Rp 700 juta.
Antara lain, bahan pangan, perlengkapan darurat, serta kebutuhan pengungsian.
Selain itu, bantuan tambahan Rp 300 juta disalurkan melalui KNPI Kalimantan Timur untuk pembangunan sarana air bersih bagi masyarakat terdampak.
"Bantuan ini merupakan wujud solidaritas dan kepedulian masyarakat Kalimantan Timur terhadap saudara-saudara kita di Aceh.
Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat serta memperkuat semangat kebersamaan antar daerah,” ungkapnya.
Dikatakan, komitmen Pemprov Kaltim untuk terus memperkuat kerja sama dan kepedulian antar daerah, terutama dalam bidang kemanusiaan, penanganan bencana dan pemulihan masyarakat terdampak di berbagai wilayah Indonesia.
“Jika ada anak-anak korban banjir yang ingin melanjutkan kuliah di Kalimantan Timur, Insyaallah akan kami fasilitasi dan berikan beasiswa,” pungkasnya.
Keuchik Gampong Meunasah Raya, Abdul Halim Ishak, mengatakan, apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
" Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari Gubernur serta masyarakat Kaltim.
Mohon doa, agar warga kami diberi ketabahan dan kesehatan dan bencana serupa tidak terulang di masa mendatang,” ujarnya.
Kunjungan Gubernur Kalimantan Timur ke Gampong Meunasah Raya diinisiasi Yayasan Permata Aceh Mulia dipimpin Bunda Heti Zuliani, MPd PhD, melalui Koordinator Lapangan Misbahul Jannah, MPd PhD.
" Terima kasih bunda Heti dan tim serta bu Misbah yang telah menjembatani kedatangan gubernur dan rombongan Kaltim ke desa kami ini," jelasnya. (*)
Baca juga: Percepat Pemulihan Bencana, Pengamat Desak Presiden Segera Bentuk Lembaga Rehab-Rekon Sumatera