Kasus Rabies 2025 Dua Kali Lipat dari Tahun Sebelumnya di Jembrana, Mendoyo Bali Tertinggi
January 03, 2026 04:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Pemerintah melalui Bidang Keswan-Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana menargetkan vaksinasi rabies pada HPR (hewan penular rabies) sebanyak 80 persen di tahun 2026 ini. 

Sebab, diketahui sendiri bahwa kasus HPR positif rabies di tahun 2025 lalu meningkat hingga 100 persen lebih di Gumi Makepung. Sementara cakupan vaksinasinya 66 persen. 

Menurut data yang berhasil diperoleh, total kasus positif rabies pada hewan periode Januari - 29 Desember 2025 tercatat sebanyak 116 kasus. 

Rinciannya, 54 kasus di Kecamatan Mendoyo, 23 kasus di Kecamatan Jembrana, dan di Kecamatan Melaya tercatat ada 15 kasus. 

Baca juga: CEPAT Tangani Jika Tergigit Anjing, 3 Warga Jembrana Meninggal Dunia Suspek Rabies, Vaksinasi Gencar

Kemudian di Kecamatan Negara ada 13 kasus dan 11 kasus tercatat di Kecamatan Pekutatan. 

Jumlah tersebut jauh melampaui atau meningkat drastis yakni dua kali lipat atau 100 persen lebih dibandingkan tahun 2024 lalu yang hanya tercatat 54 kasus positif rabies. 

Sementara cakupan vaksinasi di tahun 2025 tercatat hanya 66 persen dari target 80 persen dari total estimasi populasi yang mencapai 41.125 ekor baik itu anjing, kucing maupun monyet. 

"Periode Januari hingga 29 Desember kemarin, total ada 116 kasus positif rabies pada hewan. Rinciannya ada 111 ekor anjing dan 5 ekor kucing," kata Kabid Keswan-Kesmavet Jembrana, I Gusti Putu Sugiarta saat dikonfirmasi, Jumat 2 Januari 2026.

Dia mengakui, kenaikan jumlah kasus positif pada hewan siginifikan jika dibandingkan dengan 2024 lalu. 

Namun, di tahun 2026, ia mengakui bakal lebih maksimal lagi melakukan pencegahan, baik melalui edukasi dan sosialisasi hingga vaksinasi. 

Untuk vaksinasi rabies sendiri diusahakan memenuhi target 80 persen dari total estimasi puluhan ribu ekor HPR. 

Estimasi populasi sendiri saat ini masih dalam proses pengumpulan data agar benar-benar riil. 

"Untuk estimasi populasi kita masih pendataan dari masing-masing desa. Yang jelas target kita 80 persen dari total populasi nantinya," tegasnya. 

Sugiarta juga berharap peran serta seluruh elemen masyarakat untuk ikut menyukseskan zero rabies di beberapa tahun ke depan. 

Masyarakat yang memiliki HPR belum divaksin diharapkan segera melaporkan ke petugas kesehatan hewan terdekat agar mendapat pelayanan. 

Sementara untuk warga yang diserang HPR agar segera melakukan langkah penanganan awal dan melaporkan diri ke faskes terdekat. 

"Kami imbau, jika diserang HPR segera dilaporkan dan datang ke faskes untuk diberikan pelayanan medis. Misalnya seperti VAR bahkan SAR untuk mereka yang terkena gigitan pada areal risiko tinggi seperti ujung jari wajah atau lainnya," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.