Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor melanda enam kecamatan di Kabupaten Serang pada Sabtu (3/1/2026).
Peristiwa tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Serang sejak siang hingga sore hari.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, mengatakan pihaknya menerima sejumlah laporan kejadian bencana dari masyarakat.
Baca juga: Ada Enam Titik Banjir di Cilegon, TNI Turun Tangan Buka Akses Warga
Berdasarkan hasil pendataan sementara, bencana banjir dan longsor terjadi di Kecamatan Kramatwatu, Waringinkurung, Lebak Wangi, Ciruas, Tirtayasa, dan Pontang.
“Banjir dan longsor dilaporkan terjadi di sejumlah titik permukiman warga. Saat ini kami masih melakukan kaji cepat untuk memastikan dampak serta kebutuhan di lapangan,” ujar Ajat Sudrajat saat dikonfirmasi, Sabtu sore.
Di Kecamatan Kramatwatu, banjir dilaporkan merendam Kampung Tonjong dan Kampung Sanding Jaya, Desa Tonjong.
Sementara itu, di Kecamatan Waringinkurung, banjir terjadi di Kampung Sitoru RT 009. Di Kecamatan Lebak Wangi, genangan air melanda Kampung Karang Jetak dan Kampung Bolang Pulo, Desa Bolang.
Adapun di Kecamatan Ciruas, banjir terjadi di Kampung Cigelam, Desa Cigelam, serta kawasan BCP 2, Desa Ranjeng.
Selanjutnya, Kecamatan Tirtayasa terdampak banjir di Kampung Tengkurak, Desa Tengkurak. Sementara di Kecamatan Pontang, banjir terjadi di Kampung Kemayungan, Desa Sukajaya.
Ajat menjelaskan, BPBD Kabupaten Serang telah melakukan sejumlah langkah penanganan awal, di antaranya memvalidasi laporan dari pelapor, berkoordinasi dengan aparatur setempat serta relawan kebencanaan, dan memberangkatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi terdampak untuk melakukan kaji cepat.
“Sebagian warga sudah melakukan evakuasi secara mandiri ke tempat yang lebih aman. Namun, kami terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada karena curah hujan masih tinggi dan debit air sungai terus mengalami kenaikan,” katanya.
BPBD juga mengimbau masyarakat yang berada di daerah rawan banjir dan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melapor apabila terjadi kondisi darurat.