Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Komoditas pangan cabai rawit dan cabai keriting alami penurunan harga pasca Natal Desember 2025 dan Tahun Baru 2026.
Awal Januari 2026, harga cabai rawit landai, dipasarkan pedagang Rp.60 ribu per kilo dan cabai keriting Rp. 35 ribu per kilo.
Menjadi kabar baik bagi warga Maluku Tengah, pasalnya beberapa bulan di tahun 2025 harga cabai rawit dijual mahal berkisar Rp. 80 ribu sampai Rp. 100 ribu per kilo di Pasar Binaiya Masohi, Kabupaten Maluku Tengah.
Baca juga: Awal Tahun 2026, Harga Ikan di Pasar Bula Mahal, 4 Ekor Rp. 50 Ribu
Baca juga: Ini 17 Program Prioritas Wali Kota dan Wakil yang Sudah TerealisasiSebagai salah satu komoditas penyumbang inflasi, tentu, fluktuatif harga yang cukup terjangkau ini disambut gembira oleh pembeli maupun pedagang di Pasar ikonik Kabupaten Maluku Tengah itu.
Kepada TribunAmbon.com, Minggu (4/1/2026), salah seorang warga Kelurahan Letwaru, Mama Nipa Sanaky (48) menyebut, harga cabai rawit di beberapa bulan terakhir tahun 2025 cukup mahal.
"Bulan-bulan akhir di tahun lalu, Cili (cabai rawit) paling mahal," ujarnya singkat.
Sehingga, ia bersyukur kali ini menjadi pertanda baik harga cabai cukup terjangkau dijual pedagang Rp. 60 ribu per kilo.
"Alhamdulillah, ini sudah mulai turun harga," tukasnya.
Sementara itu, salah seorang pedagang, Sriyanti, menuturkan bahwa saat Nataru harga cabai rawit menyentuh angka Rp 70 ribu per kilo, cabai keriting kala itu dibanderol Rp 45 ribu per kilo.
"Waktu Natal dan Tahun Baru harga Cili (cabai) mahal," ujar Sriyanti.
Sementara komodtas pangan yang alami kelonjakan harga yakni lemon cina (jeruk sunkist) dibanderol Rp. 20 ribu per kilo.
Padahal sebelumnya dipasarkan Rp. 17 ribu per kilo.
Sriyanti menyampaikan, stok lemon cina juga terbatas.
"Yang paling naik harga itu lemon cina, barang stok sedikit saja," ungkapnya.
Di sisi lain, komoditas tomat masih membanjiri Pasar Binaiya Masohi lantaran saat ini dipasarkan Rp. 10 ribu per kilo.
"Tomat yang paling banyak," imbuh Sriyanti. (*)