TRIBUNSUMSEL.COM - Eks Kabareskrim Polri, Komjen Pol (Purn) Ito Sumardi menganalisa dugaan motif HA (30) pelaku pembunuhan anak politisi PKS Maman Suherman, berinisial MAHM, Jumat (2/1/2026).
Ito Sumardi menduga pelaku mungkin hendak melakukan pencurian di rumah Maman Suherman namun ketahuan oleh korban.
"Itu nanti akan mengerucut kepada satu kesimpulan kemungkinan salah satu motifnya adalah dia ingin mencari melakukan pencurian tapi kemudian ketahuan oleh almarhum dan kemudian dilakukan tindakan kekerasan sampai meninggalnya almarhum tersebut," kata Ito Sumardi.
"Tapi ini baru salah satu motif ya motif yang mungkin akan didalami oleh pihak kepolisian," jelas Ito.
Mengutip TribunJakarta.com, terkait dengan tidak adanya barang yang hilang di rumah Maman, Ito menceritakan bahwa dulu ia pernah menangani kasus yang mirip.
Ia menceritakan, saat itu pelaku panik sehingga melakukan tindak kekerasan dan tak jadi mengambil barang berharga karena pelaku menyelamatkan diri.
"Tapi ini kan baru satu analisa ya, analisa yang tentunya harus didalami oleh teman-teman penyidik untuk bagaimana mendalami motif daripada pelaku yang sebenarnya,"
"Tapi intinya biasanya ada juga orang yang akan mencuri, tapi karena ketahuan dia lari sehingga tidak ada sempat mengambil salah satu. Barangkali kita lihat pada saat itu kondisinya di rumah itu ada siapa saja," sambung Ito.
Pelaku berinisial, HA (30) diringkus polisi di wilayah Ciwedus, Cilegon, Banten saat hendak mencuri di rumah mewah milik mantan anggota DPRD Kota Cilegon, Roisyudin Sayuri.
HA diketahui merupakan pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) spesialis rumah mewah.
Baca juga: Pengakuan HA Pembunuh Anak Haji Maman di Cilegon, Masuk Lewat Jendela Belakang, Niat Awal Merampok
Sementara, Reza Indragiri Amriel, Psikolog Forensik menyebut polisi terlalu cepat mengumumkan pelaku pencurian di rumah Roisyudin juga merupakan pelaku pembunuhan MAHM.
Diketahui, penetapan pelaku pembunuhan tersebut bersumber dari pernyataan pelaku pencurian saat diinterogasi oleh polisi.
Menurutnya, tak ada foto maupun sketsa wajah pelaku pembunuhan yang bisa digunakan untuk membandingkan dengan wajah pelaku pencurian.
"Baik dari rekaman CCTV maupun deskripsi saksi-saksi yang sudah diperiksa polisi," kata Reza Indragiri Amriel dalam keterangannya kepada Tribunnews, Minggu (4/1/2026).
Reza menyoroti, masih belum ada pencocokan DNA di TKP pencurian dan pembunuhan.
Selain itu, saat pembunuhan di rumah anggota PKS Serang, tak ada barang hilang.
Sedangkan polisi menyebut pelaku diringkus saat mencuri di rumah anggota DPRD.
"Berarti, pelaku yang sama memiliki dua motif yang berbeda saat menyatroni dua rumah?" tanya Reza.
Reza pun mengungkapkan kecurigaannya, apakah benar pelaku yang diringkus tersebut adalah pelaku pembunuhan.
"Atau, jangan-jangan pelaku pencurian bukanlah pelaku pembunuhan?" kata dia.
Sebelumnya, penangkapan HA bermula dari aksi pencurian di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon. Pelaku diduga menyasar rumah Roisyudin Sayuri yang sering kosong setiap akhir pekan karena pemiliknya berada di BSD, Tangerang. Aksi pertama dilakukan pada Minggu (28/12/2025).
Saat itu, HA terekam CCTV menggasak sejumlah perhiasan dan sempat menyeret sebuah brankas menggunakan kursi roda ke luar rumah.
Namun, brankas tersebut ditinggalkan karena belum berhasil dibuka. Rasa penasaran membawa pelaku kembali ke lokasi yang sama pada Jumat (3/1/2026) siang untuk membongkar brankas tersebut. Namun, aksinya kali ini dipergoki oleh asisten rumah tangga (ART).
"Dia sampai membawa pemanas gembok, sepertinya penasaran ingin membongkar brankas. Di dalam rumah dia sudah memegang semua kunci kamar, lalu ketahuan oleh ART yang sedang bersih-bersih," tutur Dede.
Kapolsek Cilegon, Kompol Firman Hamid, menjelaskan bahwa pelaku sempat mengancam ART dengan senjata tajam jenis pisau sebelum mencoba melarikan diri. Namun, pelaku terpeleset saat hendak kabur.
"Petugas melakukan penyisiran menyeluruh. Pelaku akhirnya berhasil diamankan saat bersembunyi di bawah kolong mobil milik pemilik rumah yang terparkir di garasi," ujar Firman.
Setelah ditangkap dan hendak dibawa ke kantor polisi, HA tiba-tiba mengurai pengakuan mengejutkan ke penyidik.
Bahwa dialah pelaku pembunuhan anak politisi PKS yang viral beberapa minggu lalu.
"Ketika anggota kami melakukan penangkapan, setelah 45 menit diamankan di TKP, datang dari Resmob Polda dan Polres. Dalam pengembangan dan interogasi, pelaku mengakui bahwa dia juga yang melakukan pembunuhan terhadap anak politisi PKS," kata Kapolsek Cilegon Kompol Firman Hamid, dikutip Tribunnewsbogor.com
Tak cuma itu, HA juga menceritakan kronologi dirinya menghabisi nyawa anak Haji Maman.
Pelaku bahkan mengungkap barang bukti yang ia pakai untuk masuk ke rumah korban.
Rupanya HA berniat melakukan aksi pencurian di rumah politisi Maman Suherman.
Namun perampokan tersebut justru berubah menjadi aksi pembunuhan.
Diakui HA dirinya masuk rumah Haji Maman lewat jendela belakang.
"Sudah ada beberapa barang bukti yang kami amankan, setelah dicek memang ada bersesuaian, terutama kepada kunci pas yang dibentuk sebagai obeng, untuk mencongkel jendela, masuknya lewat jendela belakang rumah politisi PKS," ujar Kompol Firman Hamid.
Selain itu, pelaku juga mengungkap pengakuan kedua yang tak terduga lainnya.
Yakni pelaku menceritakan soal harta karun yang ia sembunyikan selama ini.
Harta karun yang dimaksud adalah barang-barang hasil curian yang berhasil ia gasak dari rumah para korban.
Selama ini HA memang dikenal pencuri spesialis rumah mewah.
"Saya lihat dari pelaku ini, memang sasarannya kepada rumah yang mewah," imbuh Kompol Firman.
Saat ditangkap oleh penyidik, HA tampak pasrah.
Pun saat diinterogasi soal lokasi ia menyimpan hasil curiannya, HA blak-blakan bercerita.
Ternyata selama ini HA banyak menyembunyikan barang-barang curian.
"Bro, barang apa yang kamu umpetin di sini?" tanya penyidik.
"Jam," jawab HA.
"Terus," tanya penyidik lagi.
"Emas," kata HA.
Terkait dengan lokasi ia menyimpan harta karunnya itu, HA mengurai rincian.
Bahwa selama ini ia menyembunyikan barang curiannya itu di dekat TKP pembunuhan anak Politisi PKS.
"Kamu simpannya di mana?" tanya penyidik.
"Bawah pot," jawab HA.
"Pot yang warna apa?" tanya penyidik lagi.
"Apa yang ada di pembuangan AC," imbuh pelaku.
Dan benar saja saat dicek oleh penyidik kepolisian, di dalam tanah di bawah pot lokasi TKP pembunuhan tersebut, tersembunyi beberapa barang seperti jam tangan, gelang, dan perhiasan emas.
Peristiwa tragis menimpa seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun di Kota Cilegon, Banten, Selasa (16/12/2025).
Korban berinisial MAHM, siswa kelas IV SD, ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusukan di dalam rumahnya di kawasan BBS III, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon.
Berdasarkan data yang dihimpun TribunBanten.com, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 14.20 WIB, saat ayah korban, H. Maman, menerima telepon darurat dari anak keduanya berinisial D, yang berteriak meminta pertolongan.
D diketahui berada di rumah bersama korban ketika kejadian berlangsung.
Mendapat kabar tersebut, Maman langsung bergegas meninggalkan tempat kerjanya di wilayah Ciwandan menuju rumah.
Setibanya di lokasi, ia mendapati kondisi anaknya sudah tergeletak tengkurap di dalam kamar dengan tubuh bersimbah darah.
Korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Korban sempat dilarikan ke RS Bethsaida Kota Cilegon menggunakan kendaraan pribadi.
Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui mengalami 14 luka tusukan senjata tajam di sejumlah bagian tubuhnya.
Sekitar pukul 15.00 WIB, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian.
Tak berselang lama, tepatnya pukul 15.20 WIB, personel Satuan Reserse Kriminal Polres Cilegon bersama anggota Polsek Cilegon langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan awal dari saksi-saksi.
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com