Pemain Perseta 1970 Firman Nugraha Kena Tendangan di Dada Hingga Pingsan : Masih Rasakan Nyeri
January 06, 2026 01:32 PM

 


SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Pertandingan Putra Jaya Pasuruan lawan Perseta 1970 Tulungagung dalam Liga 4 Jawa Timur di Stadion Bangkalan Madura, Senin (5/1/2026), diwarnai insiden yang memicu kemarahan publik pecinta sepakbola.

Pemain Perseta 1970 Tulungagung Firman Nugraha, terkapar usai mendapat tendangan kungfu tepat di dadanya, yang dilakukan pemain Putra Jaya, Muhammad Hilmi.

Saat itu Perseta 1970 sudah unggul 0-4 atas Putra Jaya.

Di menit 71:30, Firman melakukan salah umpan, bola yang disodorkan justru mengenai pemain Putra Jaya, Muhammad Hilmi.

Baca juga: Jelang Liga 4 Jawa Timur, Perseta 1970 Siapkan Tim dengan Pemain Lokal Tulungagung

Firman pun bermaksud merebut kembali bola yang memantul dari kaki Hilmi, demikian juga Hilmi berusaha menguasai bola.

Sebenarnya Hilmi bisa saja menang perebutan bola, namun bukannya menguasai bola, dia malah melompat dan terbang.

Kaki kanannya terjulur ke depan, sengaja menghantam dada Firman yang berlari dari arah depan.

Seketika Firman terkapar, Hilmi langsung mendapat kartu merah, dan pertandingan pun memanas.

Picu Kemarahan Publik Sepakbola Tulungagung

Kejadian ini memicu kemarahan publik sepakbola Tulungagung, khususnya dari Laskar Badai Selatan (Lasbas), sebutan suporter Perseta.

Kejadian ini juga menjadi perhatian masyarakat bola nasional.

Banyak yang menuntut Hilmi dilarang bermain sepakbola di kompetisi resmi seumur hidup.

Manajer Tim Perseta 1970, Rudi Iswahyudi, mengatakan saat itu Firman segera dibawa dengan ambulans ke RSUD Bangkalan.

“Firman sempat tak sadarkan diri. Itu tentangan yang fatal,” ujar Rudi lewat sambungan telepon.
 
Setelah kejadian itu, Rudi dan anak asuhnya mengaku sempat merasa jatuh mental.

“Kalau kompetisi tidak sehat, buat apa main?” ucap Rudi merasa geram.

Orbitkan Pemain-pemain Muda Asli Tulungagung

Perseta 1970 mengusung misi mengorbitkan pemain-pemain muda asli Tulungagung.

Mereka bermain sepak bola sejak di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim, kemudian naik ke Liga 4 Jawa Timur.

“Diikutkan liga, ternyata liganya belum membaik. Padahal kami punya komitmen memainkan yang muda-muda,” tambahnya.

Terkait kejadian ini, Rudi mengaku akan berkoordinasi dengan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Tulungagung untuk mengajukan protes keras.

Unsur Kesengajaan untuk Melukai

Tendangan Hilmi menjadi catatan buruk, karena ada unsur kesengajaan untuk melukai.

Perbuatan itu menurutnya, bagian dari perilaku tidak sportif yang berkembang di Liga 4 Jawa Timur.

“Klub kalau kalah, ada niat melukai (pemain lawan). Harus jadi catatan besar PSSI, setiap tahun terus berulang,” tegasnya.

Permainan Kasar dan Wasit yang Tidak Tegas

Hasil akhir pertandingan ini Perseta 1970 menang besar 7-2 atas Putra Jaya.

Namun Rudi menilai, sejak awal timnya dikerjai dengan permainan kasar dan sikap wasit yang tidak tegas.

“Jika wasit sejak awal bisa kendalikan permainan, bisa bertindak tegas,  tidak sampai seperti ini. Operator harus tegas,” katanya.

Tim Jadi Pincang

Firman Nugraha adalah pemain tengah yang sedang menjadi tumpuan karena sejumlah pemain tengah Perseta 1970 mengalami cedera.

Akibat tendangan brutal itu, Firman dipastikan absen di pertandingan berikutnya.

“Pertandingan besok kami ada masalah di ketebalan pemain. Sejumlah pemain di posisi sama mengalami cedera,” jelas Rudi.

Saat ini Rudi berupaya menjaga mental anak asuhnya yang sempat down.

Rudi pun mengaku ada niat untuk pulang dan tidak meneruskan kompetisi.

“Jika terus terjadi, opsi-opsi lain akan kami ambil. Biar sepakbola kita ada perkembangan,” pungkasnya.  

Tendangan Membekas di Dadanya

Firman sempat membuat pernyataan lewat video usai keluar dari rumah sakit.

Dia mengaku masih merasakan nyeri di bagian dada.

Dia juga menunjukkan luka di dadanya, bekas sol sepatu bola yang dikenakan Hilmi.

“Dia sudah minta maaf, tapi agak tidak ada itikadnya,” ucap Firman dalam video itu. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.