TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN - Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengajak semua pihak menyatukan tekad dengan fondasi yang kokoh, semangat pengabdian yang berdampak, serta penguasaan teknologi yang beretika untuk mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat.
Hal itu disampaikan Bupati Pasuruan saat memberikan sambutan dalam Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementrian Agama Republik Indonesian ke - 80 di Lapangan Bulusari, Kecamatan Gempol, Sabtu (3/1/2026).
Disampaikan dia, hal itu selaras dengan semangat HAB kali ini, yakni Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju. Tema ini menegaskan bahwa kerukunan bukan sekedar ketiadaan konflik, melainkan sebuah energi untuk kebangsaan dengan perdamaian.
Baca juga: Mulai Tahun Ini, 33 Puskesmas di Kabupaten Pasuruan Buka 24 Jam Layani UGD Warga
“Kerukunan adalah sinergi yang produktif, perbedaan identitas, keyakinan, dan juga latar belakang sosial bisa dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk menggerakkan kemajuan bangsa Indonesia,” kata Mas Rusdi, sapaan akrab Bupati Pasuruan itu.
Dalam catatan sejarah, kehadiran Kemenag bukan semata lahir dari tuntutan sosiologis, melainkan kebutuhan nyata bangsa yang majemuk. Republik ini tidak dibangun oleh satu golongan, tapi sinergi seluruh komponen bangsa sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga hari ini.
Para founding fathers Kementerian Agama meletakkan cita-cita besar agar lembaga ini berkontribusi nyata dalam membina kehidupan keagamaan yang damai, sekaligus membuka jalan selebar-lebarnya bagi terwujudnya masyarakat yang adil, rukun, dan sejahtera.
Baca juga: Dinas Perkim Pasuruan Telah Perbaiki Puluhan RTLH, Jamban, MCK dan Peningkatan Jalan Lingkungan
“80 tahun perjalanan ini menegaskan bahwa Kementerian Agama didirikan sebagai penjaga nalar agama dalam pinggai kebangsaan. Kini peran tersebut semakin luas dan semakin krusial mengikuti perkembangan zaman,” urai politisi muda Partai Gerindra itu.
Disampaikan dia, Kemenag berperan meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, merawat kerukunan umat beragama yang berlandaskan cinta kemanusiaan, memperdayakan ekonomi umat, serta memastikan agama hadir sebagai sumber solusi bagi persoalan bangsa.
“Kita harus memastikan bahwa algoritma masa depan tidak hampa dari nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. Artificial Intelligence harus kita kawal agar menjadi alat pemersatu dan penguat kerukunan, bukan pemicu disinformasi dan perbucaan,” tutup dia.
(TribunJatimTimur.com)