Lubang Tak Ditimbun Sempurna, Warga Pangkalan Kerinci Keluhkan Proyek Pipa Jargas
January 06, 2026 01:29 PM

 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Warga Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau mengekuhkan pekerjaan proyek pipa Jaringan Gas (Jargas) rumah tangga yang masih berlangsung hingga Selasa (6/1/2026).

Pasalnya, pekerjaan proyek Jargas yang sudah berlangsung selama satu bulan lebih itu menganggu aktivitas masyarakat.

Beberapa keluhan warga mengenai hasil kerja proyek tersebut mulai dari lubang yang digali tidak ditimbun sempurna hingga tanah sisa galian berserakan. 

Bahkan arus lalu lintas sering terhambat akibat lumpur  dan tanah yang diletakkan di tepi jalan. 

"Pas di gali, banyak tanah yang dikerok. Tapi waktu penutupan, ngak tertutup semua. Ini bahaya kalau dibiarkan lama-lama, " kata warga Pangkalan Kerinci, Dedi AS (41) kepada tribunpekanbaru.com, Selasa (6/1/2026). 

Karyawan swasta ini mengaku tidak keberatan jika proyek Jargas itu melewati lingkungan rumahnya, tapi pekerja harus kembali menutup lubang dengan sempurna apabila sudah selesai menanam pipa.

Agar tidak menghambat aktivitas sehari-hari karena lubang yang ada. 

Warga lainnya, Juanda (45) menyesalkan tanah hasil galian tidak dikondisikan dengan baik. Sebab ketika hujan turun, tanah kuning meleleh dan meluber bersama air hingga membuat becek di Jalan Akasia dan lainnya. 

"Harusnya semua dimasukan ke dalam goni, jadi ngak berlumpur pas hujan. Soalnya Kerinci hampir tiap hari hujan," katanya. 

Beberapa keluhan lainnya mengenai pekerja yang menggali lubang di sembarangan titik.

Tanpa melihat lingkungan rumah sekitar ataupun tempat usaha yang ada. 

Alhasil tidak sedikit lubang menghambat kegiatan dan aktivitas perekonomian warga.

Baca juga: Resmi Dibuka Rute Penerbangan Baru Pekanbaru - Sibolga: Wings Air Layani Dua Kali Seminggu

Baca juga: Detik-detik Jembatan Trestel Pelabuhan Tanjung Buton Siak Rubuh, Begini Kondisinya

Tanggapan Pemkab Pelalawan

Menanggapi banyaknya keluhan masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan telah memanggil kontraktor pelaksana pembangunan pipa Jargas rumah tangga.  

Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan serta Dinas PUPR dan Bappeda telah bertemu dengan kontrakan dari PT Noorel yang mengerjakan pembangunan pipa Jargas rumah tangga di Pangkalan Kerinci. 

"Tadi pagi kita sudah bertemu dengan kontraktornya, ada Pak Boi dari PT Noorel. Untuk membahas keluhan-keluhan masyarakat dan mengevaluasi kinerja mereka," tutur Kepala Diskoperindag Pelalawan, Hanafie. 

Ia mengungkapkan, saat penandatanganan MoU pembangunan Jargas anatar Pemda Pelalawan dengan Kementerian ESDM pada Bulan September 2025 lalu, Pemkab memiliki tugas untuk memfasilitasi dan mensosialisasikan kepada masyarakat terkait proyek tersebut.  

Namun ada beberapa penekanan yang disampaikan tim koordinasi Pemda kepada pihak kontraktor berdasarkan pekerjaannya selama ini.

Diantaranya pemulihan semua lubang yang digali untuk penyambungan pipa jargas, setelah semua tahapan selesai.

Jalan aspal yang dibongkar harus kembali diaspal sesuai dengan spesifikasi yang ada. Jika Jalan rigid yang digali, musti dibeton kembali.

Termasuk jalan lingkungan yang terimbas penggalian juga musti ditutup dengan sempurna.  

Selain itu, kontraktor diminta untuk meminimalisir gangguan terhadap aktivitas masyarakat sebagai dampak proyek tersebut.

Seperti UMKM atau warung warga yang berjualan, arus lalu lintas, penambahan rambu-rambu agar mencegah kecelakaan, dan keluhan lainnya. 

"Tapi sekarang masih tahap pemasangan yang profresnya sudah mencapai 70 persen lebih. Jadi proses pemulihan belum bisa dilakukan," katanya.

Dari penjelasan PT Noorel, setelah proses pemasangan tuntas, pihak kontraktor akan melakukan tahap pengujian pipa jargas rumah tangga.

Pengujuan pertama berdasarkan rute parsial atau sebagian-sebagian.  Kemudian pengujian pipa kembali dilakukan secara menyeluruh. 

Setelah semua hasil pengujian tuntas dan aman, kontraktor akan melakukan sambungan ke rumah tangga masing-masing sesuai dengan warga yang terdaftar.

Kemudian dilakukan pengujian akhir hingga selesai. 

"Barulah mereka merapikan semua pekerjaannya. Mulai nengasapal, memperbaiki jalan beton dan lainnya," tandas Hanafie.

Pemda meminta kontraktor mempercepat pengerjaan yang diperkirakan sampai Bulan Juni mendatang. Agar masyarakat tidak terganggu dampaknya dan bisa menikmati pelayanan Jargas.

Pelalawan mendapatkan jatah sebanyak 3.076 SR atau sambungan rumah tangga dari Kementerian ESDM.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.