TRIBUNNEWS.COM - Awal tahun 2026 Chelsea bisa dibilang liar. Belum tuntas bahasan pemecatan Enzo Maresca di tahun baru, Chelsea sudah dihadapkan pada serangkaian gebrakan besar lainnya.
Setelah manajer interim Calum McFarlane memimpin tim meraih hasil imbang 1-1 yang menjanjikan melawan Manchester City, Senin (5/1), rumor kedatangan Liam Rosenior sebagai pelatih anyar semakin kencang.
Rosenior dikabarkan sudah berada di ibu kota untuk merampungkan kepindahannya.
Namun, kejutan terbesar justru datang dari lantai bursa transfer pemain musim dingin Januari. Manajemen Chelsea tampaknya tidak ingin setengah hati mendukung era baru ini.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa Chelsea tengah menyusun rencana transfer pemecah rekor Inggris.
Laporan dari Spanyol Diairio AS, mengklaim bahwa Chelsea menaruh minat serius pada bintang Real Madrid, Vinicius Junior.
Tidak main-main, klub London Barat tersebut dikabarkan sedang mempersiapkan tawaran senilai €150 juta, atau sekitar Rp2,9 triliun.
Angka tersebut, jika terwujud, akan menjadi rekor transfer di Inggris yang baru.
Peluang Chelsea dinilai cukup terbuka mengingat Real Madrid belum mencapai kesepakatan kontrak baru dengan sang pemain sayap. Ada keyakinan bahwa Vinicius sendiri cukup terbuka terhadap potensi kepindahan ini.
Meski transaksi ini dipastikan rumit dan mahal, Chelsea memandangnya sebagai langkah strategis yang layak diperjuangkan demi meningkatkan kualitas lini serang mereka secara drastis.
Langkah agresif di bursa transfer ini bukan tanpa alasan. Performa Pedro Neto saat Chelsea menahan imbang Manchester City menjadi sorotan tajam.
Sementara pemain seperti Reece James, Enzo Fernandez, dan Liam Delap tampil menekan tuan rumah, Neto justru tampil mengecewakan.
Winger asal Portugal ini gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran dan kehilangan satu peluang besar.
Statistiknya semakin memprihatinkan dengan catatan kehilangan bola sebanyak 12 kali, gagal dalam 50 persen upaya dribel, dan hanya mencatatkan angka expected assists sebesar 0,02.
Penampilan yang bisa disebut sebagai "ironi" dalam laga sekelas big match, memperkuat alasan manajemen untuk mencari peningkatan kualitas di posisi tersebut.
Jika Chelsea benar-benar mendatangkan Vinicius, Pedro Neto memiliki alasan kuat untuk khawatir.
Secara posisi, meski Vinicius lebih menyukai sisi kiri, ia memiliki fleksibilitas untuk bermain di berbagai posisi, termasuk di sayap kanan seperti yang pernah ia lakukan untuk klub dan negaranya.
Namun, perbedaan paling mencolok ada pada output serangan. Sejak awal musim lalu, Pedro Neto mencetak 15 gol dan 12 assist dalam 78 pertandingan
Bandingkan dengan Vinicius Junior. Pemain yang dijuluki kelas dunia oleh Owen Hargreaves ini telah mencetak 27 gol dan 27 assist dalam 83 penampilan.
Statistik ini menunjukkan rata-rata yang jauh lebih impresif: satu keterlibatan gol setiap 120 menit.
Mantan permata Lazio ini juga unggul jauh dalam metrik mendasar, mulai dari jumlah gol tanpa penalti plus assists, umpan kunci, hingga aksi penciptaan peluang per 90 menit.
Pedro Neto mungkin masih bisa menjadi pemain berguna bagi calon manajer baru, Liam Rosenior.
Namun, jika ambisi Chelsea adalah memberikan alat terbaik bagi pelatihnya, mendatangkan Vinicius Junior adalah langkah logis untuk menggantikan peran eks pemain Wolves tersebut.
(Tribunnews.com/Giri)