TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat inflasi di Provinsi Riau sebesar 4,88 persen.
Dari data terbaru di website BPS Riau, 5 Januari 2026, pada Desember 2025 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Riau sebesar 4,88 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,20.
Inflasi tertinggi terjadi di Tembilahan sebesar 6,17 persen dengan IHK sebesar 112,45 dan terendah terjadi di Kota Dumai, dimana terjadi inflasi y-on-y sebesar 4,24 persen dengan IHK sebesar 112,24.
Berikut andil inflasi year on year menurut kelompok pengeluaran
- Makanan minuman dan tembakau 2,84 persen
- Pakaian dan alas kaki 0,12 persen
- Perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,11 persen
- Perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga -0,04 persen
- Kesehatan 0,03 persen
Baca juga: Data BPS Januari 2026, Tingkat Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Riau Meningkat
Baca juga: Data BPS Riau Inflasi Kampar Melandai, Cabai Merah Penyumbang Utama Inflasi
- Transportasi 0,20 persen
- Informasi, komunikasi dan jasa keuangan -0,01 persen
- Pendidikan 0,23 persen
- Penyediaan makan dan minum dan restoran 0,29 persen
- Perawatan pribadi dan jasa lainnya 1,12 persen
Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam periode tertentu, yang menyebabkan daya beli uang menurun sehingga jumlah uang yang sama hanya bisa membeli lebih sedikit barang dibandingkan sebelumnya.
Fenomena ini diukur oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dengan mengamati perubahan harga rata-rata pada berbagai sektor kebutuhan konsumsi masyarakat.
Penyebab umum Inflasi diantaranya kenaikan Permintaan (Demand-Pull Inflation): Terjadi saat permintaan barang dan jasa melebihi pasokan yang tersedia, mendorong harga naik.
Kenaikan Biaya Produksi (Cost-Push Inflation): Disebabkan oleh kenaikan biaya bahan baku, upah, atau biaya distribusi yang kemudian dibebankan ke konsumen.
Inflasi berdampak menurunnya daya beli. Kebutuhan sehari-hari menjadi lebih mahal, sementara pendapatan tidak selalu meningkat sebanding.
Ketidakstabilan Ekonomi, Inflasi tinggi mengganggu perencanaan keuangan dan stabilitas ekonomi secara keseluruhan.
(Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)