Setelah Sempat Surut, Debit Air Sungai Riam Kiwa di Pengaron Banjar Kembali Meningkat
January 04, 2026 12:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA – Kondisi debit air Sungai Riam Kiwa di wilayah Pengaron, Kabupaten Banjar, kembali menunjukkan tren kenaikan setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan. 


Kenaikan ini terpantau pada Minggu (4/1/2026, berdasarkan hasil pengukuran di Desa Benteng, Kecamatan Pengaron.


Sekretaris Desa Benteng, Ahmad Sarpa’i, menyampaikan bahwa tinggi muka air di titik pengukuran kembali naik hingga sekitar 56 sentimeter.


 Kondisi tersebut menandakan aliran Sungai Riam Kiwa kembali badalam atau mengalami peningkatan debit.
“Air sungai Riam Kiwa di Pengaron kembali mengalami kenaikan. Di alat ukur, ketinggian air mencapai kurang lebih 56 sentimeter,” ujar Ahmad Sarpa’i.


Selain peningkatan debit, aliran sungai juga membawa cukup banyak material banjir. 

Baca juga: Ular Piton Masuki Permukiman Warga di Teluk Tiram Banjarmasin Saat Banjir, Panjang Sekitar 5 Meter

Baca juga: Laung Kuning Banjar Salurkan 100 Paket Sembako, Sambangi Korban Banjir di Kertak Hanyar Kalsel


Hal ini dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang masih didominasi mendung dan gerimis di wilayah setempat. 


Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dilaporkan terjadi sejak malam sebelumnya dan berlangsung cukup lama.


“Material banjir masih cukup banyak. Cuaca juga masih mendung disertai gerimis, dan tadi malam hujan turun cukup lama dengan intensitas ringan hingga sedang,” tambahnya.


Karena itu, warga di bantaran sungai pun diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan air susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.


Pemerintah desa terus memantau perkembangan kondisi sungai dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengantisipasi dampak lanjutan akibat naiknya debit air tersebut.


Di lain pihak, air yang meluap dari sungai Martapura karena debit air bertambah akibat hujan makin dalam di wilayah Martapura Timur menuju ke Martapura Barat di jalan Martapura lama.


Karena itu warga, yang melintas di jalan Martapura Lama menggunakan akses jalan Martapura Lama juga disarankan tidak menggunakan roda dua karena air dalam.


"Benar masih dalam. Kendaraan roda dua belum bisa melintas. Kalau roda empat bisa tapi harus pelan karena gelombang air bisa menghantan kaca rumah warga," kata warga di Martapura Timur, Wildan. (Banjarmasin Post/Nurholis Huda)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.