TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pascabanjir di RT 01 RW 07, Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, warga sebut air sempat masuk ke dalam rumah setinggi 1 meter lebih.
Pernyataan itu disampaikan oleh warga, Melati saat ditemui TribunPadang.com sekira pukul 13:45 WIB di dalam rumahnya, Sabtu (3/1/2026).
Diketahui, banjir terjadi di daerah tersebut pada Jumat (2/1/2026) sekira pukul 09:00 WIB.
Banjir ini disebabkan oleh meluapnya air sungai yang berlokasi di belakang permukiman warga.
Baca juga: Banjir Pasar Lalang Padang Surut, Lumpur Mulai Mengering dan Alat Berat Bekerja
Sebelumnya air ditahan oleh tanggul di sisi sungai, namun jebol karena debit air meningkat usai hujan lebat sejak Kamis (1/1/2026) malam hingga Jumat (2/1/2026) malam.
Kepada TribunPadang.com, Melati menjelaskan air sempat masuk ke rumahnya dengan ketinggian 1 meter lebih.
"Bisa dilihat dari bekas air di dinding rumah saya ini, kira-kira ketinggiannya hampir 1 meter lebih," katanya sembari memperlihatkan dan mengukur ketinggian air.
Rumahnya dimasuki oleh banjir lantaran dinding bagian belakang rumahnya jebol akibat dihantam kayu besar.
"Dinding belakang rumah saya jebol, makanya air masuk. Jebolnya karena dihantam kayu besar yang terbawa oleh banjir," tuturnya.
Baca juga: Kondisi Gurun Laweh Padang Usai Diterjang Banjir Lagi, Aliran Batang Kuranji Makin Dekati Permukiman
Tak hanya air yang masuk, banjir yang terjadi Jumat pagi kemarin juga menyisakan tanah, lumpur, batu dan kayu di dalam rumah Melati.
"Banyak material yang masuk ke rumah, namun sekarang sudah dibersihkan. Tadi dibantu juga oleh TNI, jadinya cepat selesai," pungkasnya.
"Kalau tanah dan material lainnya, mengendap di rumah sekitar 30 sentimeter," sambung Melati.
Akibat dinding belakang rumah Melati jebol, banyak perabotan miliknya terbawa arus banjir.
"Mulai dari kasur, lemari, piring, gelas dan lain sebagainya. Dindingnya bolong, jadi air mengalir di dalan rumah," tambahnya.
Pantauan TribunPadang.com di lokasi, kerusakan rumah milik Melati cukup parah karena dinding bagian belakang jebol.
Sementara rumah lainnya, air juga masuk dan mengenang, namun tidak sampai jebol.
Hujan yang tak kunjung reda membuat aliran sungai meluap hingga merendam permukiman dan persawahan warga di RT 01/RW 07, Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Jumat (2/1/2026).
Diketahui, luapan air sungai ini terjadi akibat hujan lebat yang mengguyur daerah Pasar Lalang sejak Kamis (1/1/2026) malam, sekitar pukul 21.30 WIB.
Warga Pasar Lalang, Karmanto, mengatakan banjir terjadi akibat aliran sungai meluap saat hujan mengguyur wilayah tersebut dalam waktu yang cukup lama.
Baca juga: Akses Lumpuh Akibat Jalan Kapalo Koto–Lambung Bukik Putus 15 Meter, BPBD Pastikan Tak Ada Korban
Kata dia, aliran sungi mulai meluap sejak Jumat pagi.
"Luapan sungai ke rumah warga ini sejak pagi, sekitar pukul 08.30 WIB," ungkapnya, saat ditemui di lokasi kejadian.
Ia menjelaskan, luapan air sungai disebabkan oleh hujan lebat sejak Kamis malam, sekira pukul 21.30 WIB.
"Kalau hujan sejak malam, debit air sungai naik dan melebar ke permukiman warga," sebutnya.
Baca juga: Tak Bisa Tidur Semalaman, Mulyadi Warga Kapalo Koto Cemas Jalan Depan Rumah Terancam Putus
Dijelaskannya untuk hujan mulai turun sejak pukul 21.30 WIB.
"Dan, sampai sekarang masih hujan," terang Karmanto yang biasa dipanggil Fikar.
Karmanto menuturkan, sebanyak belasan rumah ikut terdampak akibat luapan sungai tersebut.
"Sekitar belasan, saya tidak hitung jumlah pastinya. Air ini meluap dari sungai yang ada di samping permukiman warga ini, cukup dekat lokasinya," bebernya.
Baca juga: Banjir Rendam Pasar Lalang Kuranji, Kantor SAR Padang Kerahkan Petugas Evakuasi Warga
Ia menambahkan, sejak malam ia telah berjaga di depan rumahnya, memantau perkembangan air hingga sekarang.
"Saya tidak mengungsi, untuk sekarang masih di sini memantau perkembangan. Sebenarnya sejak malam tadi," tambahnya.
Wartawan TribunPadang.com, Muhammad Iqbal, melihat hujan masih turun hingga pukul 15.38 WIB.
Kondisi di lapangan pada pukul 14.18 WIB, terlihat arus sungai deras meluap ke permukiman warga.
Kondisi ini tidak hanya merendam rumah dan area persawahan, akan tetapi juga membahayakan warga yang tinggal di kawasan tersebut.
Banjir juga membuat barang-barang yang ada di dalam rumah warga hanyut terseret arus banjir.
Sebagian barang yang hanyut berhasil diselamatkan oleh petugas gabungan yang telah berada di lokasi bencana.
Baca juga: FOTO Banjir Terjang Pasar Lalang Padang, Warga Dievakuasi Petugas
Untuk kondisi lahan sawah milik warga kini ditutupi banjir. Padi warga yang masih menghijau kini rebah akibat diterjangan banjir.
Di sisi lain, banyak warga yang antusias menyaksikan luapan air sungai di Pasar Lalang tersebut.
Warga terlihat mengenakan payung, mantel dan sembari merekam atau mendokumentasikan kejadian tersebut.
Di sisi lain, petugas gabungan sedang berjibaku di lokasi, membantu mengalihkan arus air, mengevakuasi warga serta membantu masyarakat menyeberang arus banjir.
Wartawan TribunPadang.com, Muhammad Iqbal, melihat ketinggian air banjir di permukiman warga sekitar 30 cm, 20 cm, hingga 5 cm.
Baca juga: Debit Air Batang Kuranji Naik, Warga Gurun Laweh Padang Mulai Mengungsi Karena Trauma Galodo
Ketinggian air tersebut tergantung titik yang dilewati oleh arus, sebab terdapat bebatuan dan ketinggian tanah yang mengurangi ketinggian air.
Sementara itu, air terlihat berwarna cokelat keruh dan hujan masih turun di lokasi. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)