TRIBUN-BALI.COM – Pelatih anyar timnas Indonesia, John Herdman, dijadwalkan segera tiba di Indonesia dalam sepekan ke depan. Diagendakan, pelatih kepala berpaspor Inggris tersebut akan tiba bersama keluarga dan satu asisten pelatih.
Adalah Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, mengungkapkan, John Herdman saat ini masih berada di Inggris. Dia bersama keluarganya, sekaligus satu asisten pelatih bakal tiba di Inodnesia pada Minggu (11/1) malam WIB.
Setibanya di Indonesia, rombongan John Herdman langsung beristirahat di salah satu hotel yang sudah disiapkan oleh PSSI. PSSI berencana akan menggelar sesi jumpa pers bersama awak media untuk memperkenalkan John Herdman pada Senin (12/1).
"John Herdman akan tiba di Indonesia pada 11 Januari 2026 malam WIB. Besoknya tanggal 12 Januari 2026, PSSI bersama John Herdman akan memperkenalkannya kepada publik pada pukul 10.00 WIB," ucap Sumardji dikutip Tribun Bali dari BolaSport, Minggu (4/1).
Baca juga: PSSI Pekan Depan Umumkan Pelatih Garuda, John Herdman Segera Tangani Timnas Indonesia
Baca juga: Target Pribadi Rahmat Arjuna di Tahun 2026, Ingin Akhiri Paceklik Gol di Bali United
"Dia datang bersama keluarganya dan juga satu asisten pelatih," imbuhnya.
Sumardji enggan membeberkan siapa nama asisten pelatih yang akan dibawa oleh John Herdman. Semuanya akan terjawab dalam sesi jumpa pers awal pekan depan.
John Herdman membawa keluarganya karena diminta PSSI untuk tinggal di Indonesia. "Nanti saja, tunggu sesi jumpa pers," kata Sumardji.
PSSI juga tidak akan menggelar sesi jumpa pers terlebih dahulu sebelum John Herdman tiba. Sebelumnya ada kabar PSSI akan mengadakan pertemuan dengan awak media untuk mengumumkan John Herdman.
Namun ternyata pengumuman John Herdman hanya dilakukan melalui rilis resmi dari PSSI. Dalam rilis resmi itu juga tidak disebutkan durasi kontrak John Herdman.
Akan tetapi, kabarnya John Herdman mendapatkan kontrak 2+2 oleh PSSI. "Tidak ada sesi jumpa pers, nanti aja sekalian sama John Herdman," kata Sumardji.
Perjalanan John Herdman dalam membangun fondasi tim dimulai di Selandia Baru. Pada periode 2001–2011, ia menjabat sebagai Regional and National Football Development Director dan merancang sistem pembinaan pemain nasional, termasuk program Whole of Football Plan 2010, pengembangan kurikulum kepelatihan pada 2008, serta sistem pengembangan talenta terpadu pada 2009.
Pada 2006, ia dipercaya memimpin Timnas Putri Selandia Baru dan membawa tim tersebut menorehkan hasil bersejarah di Olimpiade Beijing 2008 dan Piala Dunia 2011.
Termasuk gelar juara Oseania 2010 hingga kemenangan pertama atas tim Eropa dan Amerika Selatan. Kesuksesan berikutnya lahir ketika Herdman mengambil alih Timnas Putri Kanada pada 2011.
Di bawah kepemimpinannya, Kanada menjelma menjadi tim papan atas turnamen internasional. Deretan prestasi yang diraih antara lain emas Pan American Games 2011, medali perunggu Olimpiade 2012 dan 2016, peringkat FIFA tertinggi di posisi keempat dunia, serta rekor kemenangan dan gol terbanyak dalam satu musim pada 2016.
Pada 2018, Herdman menerima tantangan dengan menangani Timnas Kanada. Hasilnya menjadi babak bersejarah bagi sepak bola negara tersebut.
Ia berhasil membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 untuk pertama kalinya sejak 1986, mencatat rekor 17 laga tak terkalahkan di kualifikasi, serta membawa tim mencapai peringkat 34 dunia. Di ajang yang sama, Kanada juga mencetak gol pertama mereka di panggung Piala Dunia, sekaligus memuncaki daftar tim dengan jumlah gol internasional terbanyak pada 2021.
Perjalanan Herdman berlanjut ke level klub ketika ia bergabung dengan Toronto FC pada 2023. Saat itu, klub berada di dasar klasemen, tetapi dalam satu musim performanya meningkat signifikan.
Poin tim naik 68 persen, jumlah kemenangan meningkat 175 persen, gol, dan tim mencatat delapan clean sheet, jumlah terbanyak sejak 2019. Toronto FC juga lolos fase grup Leagues Cup untuk pertama kalinya, mencapai final Canadian Championship, serta mencatat rasio poin per laga terbaik sejak era Greg Vanney.
Dengan rasio kemenangan 36,95 persen, Herdman kembali menempatkan Toronto FC di jalur kompetitif setelah periode sulit. Di balik catatan statistik tersebut, pendekatan Herdman menunjukkan dimensi yang lebih dalam yakni membangun budaya kerja tim, menumbuhkan kepercayaan, dan membentuk identitas permainan yang kuat.
Di setiap tim yang ia tangani, pola yang sama selalu muncul struktur yang terbangun, pemain berkembang, dan tim melampaui ekspektasi. Karena itulah, John Herdman tidak sekadar dikenal sebagai pelatih taktik, melainkan sosok arsitek budaya tim yang meninggalkan jejak panjang dalam perkembangan sepak bola modern. (BolaSport)