Soroti Penanganan Banjir, Anggota DPRD Kalsel Desak Perbaikan di Hulu
January 05, 2026 06:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Penanganan banjir di Kalimantan Selatan perlu diarahkan pada perbaikan menyeluruh di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS).

Anggota DPRD Provinsi Kalsel, M Syaripuddin atau Bang Dhin menilai, selama ini upaya penanggulangan banjir masih didominasi langkah-langkah teknis di hilir, seperti pengerukan drainase dan sungai, sementara kerusakan lingkungan di wilayah hulu belum ditangani secara serius.

“Banjir di Kalimantan Selatan bukan hanya soal hujan deras. Ini berkaitan langsung dengan kondisi hulu DAS yang mengalami kerusakan dalam waktu lama,” ujar Bang Dhin, Senin (5/1/2026).

Ia menyebut, kerusakan DAS akibat alih fungsi hutan, aktivitas pertambangan, serta ekspansi perkebunan menjadi faktor yang mempercepat aliran air ke wilayah hilir.

Kondisi tersebut diperparah oleh sedimentasi tinggi yang menyebabkan pendangkalan sungai dan anak sungai.

Bang Dhin menilai, selama wilayah hulu belum dipulihkan, upaya penanganan banjir di kota tidak akan memberikan dampak signifikan.

Baca juga: Banjir Rendam Sejumlah SMA-SMK di Kalsel, Disdikbud Izinkan Pembelajaran Fleksibel

Ia menyebut persoalan banjir di Kalimantan Selatan bersifat lintas wilayah dan memerlukan keterpaduan kebijakan antar daerah.

“Kalau hulunya rusak, sebaik apa pun drainase di kota, banjir tetap akan datang,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Kalsel ini.

Oleh karena itu, Bang Dhin mendorong pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menyusun penanganan banjir yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, kebijakan tersebut harus diterjemahkan secara nyata dalam program dan penganggaran.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan penanganan banjir perlu diukur dari dampak yang dirasakan masyarakat, seperti berkurangnya durasi genangan dan menurunnya wilayah rawan banjir. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.