MENTOK, BABEL NEWS - Sejumlah warga di wilayah di Kabupaten Bangka Barat mengeluhkan masih terjadinya blank spot atau hilangnya jaringan internet. Kondisi ini dirasakan semakin mengganggu, terutama bagi para pekerja, dan pelaku usaha yang bergantung pada akses internet.
Keluhan tersebut disampaikan warga karena jaringan sering kali hilang secara tiba-tiba. Bahkan di beberapa titik sama sekali tidak terjangkau sinyal. Akibatnya, aktivitas komunikasi, hingga transaksi digital menjadi terhambat.
"Sinyal sering hilang, kalau lihat internet dan mengirim pesan sering lama. Kadang di Mentok juga masih sering terjadi," kata Dian, warga Mentok, Senin (5/1).
Menurutnya, blank spot ini telah berlangsung cukup lama dan belum ada solusi permanen dari pemerintah untuk mengatasinya. "Tentu kita berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait. Baik pemerintah daerah maupun penyedia layanan telekomunikasi, untuk memperbaiki kualitas jaringan ini," harapnya.
Diakuinya, apabila kondisi ini terus dibiarkan, bakal mengganggu komunikasi, keterbatasan jaringan internet juga berdampak pada pelayanan publik dan aktivitas ekonomi masyarakat. "Mungkin juga ke pelaku UMKM kesulitan memasarkan produk secara daring akibat akses internet yang tidak stabil," jelasnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bangka Barat, Indra Cahaya mengatakan, permasalahan sinyal di sejumlah wilayah berkaitan erat dengan penyedia layanan (provider) serta pembangunan menara telekomunikasi. Menurutnya, solusi atas persoalan tersebut berada di kewenangan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Indra Cahaya memastikan, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat bakal melakukan koordinasi dengan Kementerian Komdigi. Terkait rencana penambahan pembangunan tower di wilayah Bangka Barat guna memperkuat jaringan sinyal, terutama di daerah blank spot.
"Untuk arah kebijakan, itu bukan berada di pemerintah daerah, melainkan di pemerintah pusat melalui Komdigi. Namun demikian, kami tetap mendorong dan berkoordinasi agar ada penambahan tower di Bangka Barat," ujar Indra Cahaya.
Ia menegaskan, penambahan tower telekomunikasi sangat dibutuhkan di Kabupaten Bangka Barat. Terutama di daerah terpencil yang jauh dari pusat keramaian. "Ke depan diharapkan adanya koordinasi lintas pihak, termasuk terkait perizinan pembangunan tower, agar dapat dibangun dan ditambah terutama di wilayah-wilayah yang masih mengalami blank spot," katanya.
Diakuinya, Kominfo memiliki Forum Kepala Dinas Kominfo, yang dapat menyampaikan informasi untuk berkoordinasi mengatasi persoalan blank spot. "Selain pembangunan tower, terdapat pula dukungan peralatan penguat sinyal yang dapat diberikan secara khusus untuk daerah tertentu melalui bantuan Komdigi," jelasnya.
Indra Cahaya mengakui, persoalan blank spot ini disebut sebagai masalah klasik yang harus segera diselesaikan. "Ini juga menjadi tugas Dinas Kominfo di Pemerintah Kabupaten Bangka Barat berkaitan langsung dengan pelayanan komunikasi dan informasi kepada masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan, kendala utama susah sinyal di lapangan, antara lain kondisi geografis berupa struktur tanah perbukitan, serta vegetasi pohon yang tinggi. "Bahkan terdapat desa-desa yang berada di bawah bukit sehingga mengalami hambatan sinyal untuk komunikasi," jelasnya.
Diketahui sebelumnya, Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) pernah melakukan pertemuan dengan perusahaan penyedia jaringan telekomunikasi di Indonesia, PT Telkom Indonesia (Telkom Group) wilayah Bangka Belitung.
Yus Derahman beserta jajarannya melakukan rapat koordinasi teknis bersama PT Telkom Indonesia dalam rangka percepatan penguatan jaringan dan layanan internet di wilayah Kabupaten Bangka Barat, pada Rabu (16/7/2025).
Yus Derahman mengakui, langkah yang dilakukan pemda sebagai upaya strategis mengatasi keterbatasan akses internet. Terutama di wilayah desa dan daerah terpencil yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan internet yang stabil. (riu)