Ruben Amorim Resmi Dipecat Man Utd dan Lupakan Baleba Siap Rekrut Gelandang Terkuat di Dunia
January 05, 2026 07:52 PM

 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kabar yang sudah lama berhembus akhirnya menjadi kenyataan: Ruben Amorim resmi didepak dari kursi manajer Manchester United setelah hanya 14 bulan menjabat.

Ini bukan sekadar pemecatan biasa; ini adalah akumulasi dari luapan emosi Amorim yang meledak setelah hasil imbang melawan Bournemouth dan kekalahan tipis dari Leeds.

Amorim, yang saya kenal sebagai sosok yang vokal, merasa dikhianati oleh manajemen terkait janji transfer striker yang tak kunjung datang.

Namun, di balik drama pemecatan itu, ada satu nama yang tetap menjadi prioritas departemen transfer United Ederson. B

ukan Ederson sang kiper City, melainkan Ederson dos Santos da Silva, jenderal lapangan tengah Atalanta yang dijuluki sebagai "gelandang bertahan terkuat di dunia."

Baca juga: Dia Bisa Membuat Sesko Dipecat, Man Utd Bisa Ganti Amorim untuk Merekrut Pelatih Kelas Atas

Kabar gembira bagi penggemar Setan Merah setidaknya dari sisi finansial—adalah harga Ederson yang terjun bebas.

Jika sebelumnya Atalanta mematok harga selangit, kini perantara menyebut pemain Brasil itu bisa ditebus dengan angka di bawah €40 Juta atau sekitar Rp698 Miliar.

Angka ini jauh lebih "masuk akal" dibandingkan target sebelumnya seperti Carlos Baleba.

Ederson adalah profil predator yang sangat dibutuhkan United.

Dengan fisik yang kokoh dan disiplin taktis ala Serie A, ia diharapkan menjadi pelayan setia bagi lini belakang United yang musim ini keropos.

Namun, masalahnya klasik: tanpa manajer tetap dan jaminan Liga Champions musim depan, apakah Ederson mau melompat ke kapal yang sedang oleng?

Analisis Data: Ederson vs Elliot Anderson (Statistik Musim 2025/2026)

Untuk memahami mengapa kedua pemain ini menjadi rebutan, mari kita lihat angka-angka dingin dari Opta dan Squawka.

Atribut (Per 90 Menit)    Ederson (Atalanta)    Elliot Anderson (Nottingham Forest)

  • Harga Pasar (IDR)    Rp698 Miliar    Rp1,94 Triliun
  • Intersepsi    2,4    1,2
  • Akurasi Umpan    89 persen    84 %
  • Duel Udara Dimenangkan    62 %    45 %
  • Umpan Progresif    6,8    7,5
  • Gol/Assist (Total)    2 Gol / 4 Assist    5 Gol / 8 Assist

Sumber: Opta/Transfermarkt (Update Januari 2026)

Analisis Mendalam: Ederson adalah "tembok" murni. Statistik intersepsinya menunjukkan ia adalah gelandang bertahan yang bekerja dengan otak dan fisik.

Sebaliknya, Elliot Anderson adalah gelandang modern dengan daya jelajah tinggi yang lebih ofensif.

Harga Anderson yang mencapai £85 Juta atau Rp1,94 Triliun mencerminkan statusnya sebagai pemain reguler Timnas Inggris di bawah Thomas Tuchel.

Jika Ederson adalah solusi jangka pendek yang efisien, Anderson adalah investasi masa depan yang gila.

Baca juga: Man Utd Bisa Rekrut 4 Pemain Gratis untuk Membentuk 11 Pemain Baru Ruben Amorim yang Menakutkan

Perang Saudara Manchester untuk Elliot Anderson

Di saat Manchester United sibuk mencari pengganti Amorim dengan nama Michael Carrick mulai disebut-sebut Manchester City di bawah Pep Guardiola justru sedang tertawa lebar.

City melihat kekacauan di Old Trafford sebagai peluang emas untuk membajak Elliot Anderson dari Nottingham Forest.

Gelandang berusia 23 tahun itu kini menjadi komoditas terpanas di Inggris.

Manchester City, dengan kestabilan mereka di Etihad, dikabarkan telah memenangkan hati Anderson.

Sang pemain lebih memilih strategi "Win-Now" milik Pep ketimbang proyek jangka panjang United yang selalu berubah setiap tahun.

Man City bersedia menebus harga Rp1,94 Triliun tersebut tanpa banyak tanya.

Anderson diproyeksikan menjadi suksesor jangka panjang bagi Rodri, memberikan kedalaman skuad yang menakutkan bagi rival-rival Liga Premier.

Baca juga: Manchester City Pimpin Perburuan Mathys Detourbet, Permata Troyes yang Jadi Rebutan Eropa

Krisis Kepemimpinan dan Nasib Pengganti Amorim

Pemecatan Amorim meninggalkan lubang besar. CEO Omar Berrada dan Direktur Olahraga Jason Wilcox kini berada di bawah tekanan hebat.

Mereka dituduh telah "menusuk dari belakang" Amorim dengan tidak memenuhi janji transfer pemain seperti Ollie Watkins. Suasana di ruang ganti dilaporkan sangat tegang, dengan beberapa pemain senior mulai mempertanyakan arah klub.

Nama-nama seperti Michael Carrick (mantan gelandang United) muncul sebagai opsi jangka pendek untuk menstabilkan tim.

Namun, jurnalis senior di Inggris percaya bahwa masalah United bukan hanya di kursi pelatih, melainkan di ego besar para petinggi yang seringkali bertabrakan dengan kebutuhan taktis di lapangan.

Sudut Pandang: Catatan Kritis Redaksi

Sebagai jurnalis, saya harus katakan: Manchester United adalah klub yang sedang kehilangan identitasnya.

Memecat Amorim setelah hanya 14 bulan adalah pengakuan kegagalan sistemik, bukan sekadar kegagalan taktik.

Bagaimana mungkin sebuah klub mengejar gelandang kelas dunia sekelas Ederson dengan harga diskon Rp698 Miliar, sementara mereka membiarkan manajernya pergi tanpa pengganti yang jelas?

Langkah Manchester City mengejar Elliot Anderson adalah bukti perbedaan kelas manajemen.

City bergerak dalam kesunyian dan kepastian, sementara United bergerak dalam kegaduhan dan ketidakpastian.

Jika United gagal mengamankan Ederson bulan ini dan membiarkan City membawa Anderson, maka musim 2026/2027 akan kembali menjadi tahun kegelapan bagi para The Reds (sebutan fans militan) Setan Merah.

Prediksi saya? Ederson akan memilih tetap di Italia atau menunggu tawaran klub yang lebih stabil, kecuali United bisa menunjuk manajer kelas dunia dalam 48 jam ke depan.

Sumber Saduran: Sam Cohen (GiveMeSport) & Dean Jones (TEAMtalk) per 4-5 Januari 2026.

(Banjarmasinpost.co.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.