Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Maluku mengalami inflasi 0,81 persen secara Month to Month (m-to-m) atau Desember 2025 terhadap November 2025.
Ini merupakan inflasi tertinggi dalam enam bulan terakhir.
Berikut persentase per bulannya pada 2025 ;
- Juli sebesar 0,26 persen
- Agustus : -0,09 persen
- September : -0,29 persen
- Oktober : -0,05 persen
- November : 0,28 persen
- Desember : 0,81 persen.
Padahal sebelumnya jika dilihat pada Juni 2025 sebesar 0,97 persen, ada penurunan jika masuk pada Juli 2025.
Baca juga: Awal 2026, Harga Sayur Lokal di Pasar Mardika Ambon Turun, Petai Justru Melonjak Naik
Baca juga: Sepanjang 2025, KMP Wayangan Angkut 4.106 Penumpang Namlea-Ambon
Sementara secara year on year (y-on-y) atau perbandingan tahunan, inflasi Maluku capai 3,58 persen.
Dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,82.
Diikuti Plh. Sekda Maluku, Kasrul Selang, dan beberapa jajaran organisasi perangkat daerah Provinsi Maluku.
Dalam penyampaian, Pattiwaellapia menyebutkan bahwa komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada Desember 2025 diantaranya ; bawang merah, ikan selar/kawalinya, tarif angkutan udara, tomat, cabai rawit, cabai merah, bensin, labu siam/jipang, ikan tuna/tatihu, emas perhiasan, daging ayam ras, ikan tongkol/komu, ketela pohon, ikan asap, bawang putih, kangkung, sabun mandi, ikan kembung/lema, telur ayam ras dan pepaya muda.
Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m, antara lain: lemon, ikan layang/mumar, wortel, beras, buncis, tarif angkutan laut, sawi hijau, obat dengan resep, terong, pisang, gula pasir, ketela rambat, kacang panjang, minyak goreng, talas/keladi, semangka, tepung bumbu, ketimun, sepatu pria dan tempe.
Sementara itu untuk perbandingan tahunan, inflasi Maluku dikarenakan adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya 9 indeks pengeluaran, diantaranya meliputi ;
1. Kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,73 persen;
2. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,62 persen;
3. Kelompok transportasi sebesar 3,90 persen;
4. Kelompok kesehatan sebesar 3,38 persen;
5. Kelompok pendidikan sebesar 2,49 persen;
6. Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,16 persen;
7. Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,34 persen;
8. Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,03 persen;
9. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,06 persen.
Sementara dua kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks, yakni ;
1. Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,39 persen;
2. Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,09 persen. (*)