Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Memasuki awal tahun 2026, harga sejumlah sayuran lokal di Pasar Mardika, Kota Ambon, terpantau mengalami penurunan.
Namun berbeda dengan petai yang justru mengalami lonjakan harga akibat keterbatasan pasokan.
Pantauan TribunAmbon.com, Senin (5/1/2026), hanya sekitar tiga pedagang di lantai satu Pasar Mardika yang menjual petai.
Baca juga: Sepanjang 2025, KMP Wayangan Angkut 4.106 Penumpang Namlea-Ambon
Baca juga: 200 Lempeng Sagu per Loyang: Antara Harapan dan Perjuangan Para Ibu di Masohi
Komoditas tersebut dijual menggunakan kaleng bekas seharga Rp. 20 ribu per cup, sementara harga per kilogram mencapai Rp. 210 ribu. Adapun satu cup petai ukuran asli dibanderol Rp.b65 ribu, naik dari harga sebelumnya Rp. 50 ribu dua bulan lalu.
Salah satu pedagang, Mama Puja (57), mengatakan kenaikan harga petai dipicu minimnya pasokan lokal sehingga harus didatangkan dari luar daerah, terutama Surabaya.
“Kalau dari Ambon sedikit sekali, jadi harus ambil dari luar. Supaya tetap terbeli, katong jual pakai cup ganjar atau cup kecil,” ujarnya.
Ia menambahkan, harga petai sempat menembus Rp. 300 ribu per kilogram pada tahun 2025.
Sementara itu, sejumlah sayuran lain justru mengalami penurunan harga.
Dikatakan Wortel turun dari Rp. 30 ribu menjadi Rp.20 ribu per kilogram, buncis dari Rp. 40 ribu menjadi Rp. 20 ribu per kilogram, kentang dari Rp.25 ribu menjadi Rp.20 ribu per kilogram dan kol dijual Rp. 15 ribu per kilogram.
Sedangkan Sayuran lokal seperti kangkung, bayam, dan sawi dijual rata-rata Rp. 5 ribu per ikat kecil.
Pedagang berharap masyarakat dapat memahami fluktuasi harga dan menyesuaikan dengan kondisi pasar, khususnya terhadap komoditas yang mengalami lonjakan harga.
Sebagai informasi, Petai dengan nama ilmiah parkia speciosa merupakan jenis polong tropis yang terkenal dengan bijinya yang memiliki aroma khas dan rasa unik.
Tidak hanya di Indonesia, petai juga dapat ditemukan di beberapa negara Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina.
Biji hijau berbentuk lonjong dalam polong panjang dan terbungkus selaput coklat.
Sayur petai biasanya digunakan sebagai pelengkap masakan seperti sambal dan lalapan.
Sering disamakan dengan sayur jengkol, namun petai memiliki ukuran biji yang sedikit kecil.
Tak hanya dijadikan pelengkap makanan, petai juga memiliki beragam nutrisi bagi tubuh.
Selain dapat membantu mengontrol gula darah, petai juga dipercaya mampu menyehatkan jantung dan saluran pencernaan. (*)