TRIBUNJAKARTA.COM, MAMPANG PRAPATAN - Pemprov DKI Jakarta memastikan pembongkaran tiang-tiang monorel mangkrak di kawasan Kuningan dan Senayan akan dilakukan dalam waktu dekat ini.
Langkah ini diambil sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menyelesaikan proyek transportasi yang selama bertahun-tahun terbengkalai dan menuai keluhan warga.
“Minggu ketiga Januari mulai (pembongkaran tiang monorel),” ucap Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Kemang Village, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026).
Pramono juga menegaskan, Pemprov DKI Jakarta sebelumnya telah memberikan tenggat waktu kepada PT Adhi Karya selaku pemilik tiang monorel untuk melakukan pembongkaran secara mandiri.
Namun, hingga batas waktu yang sudah ditentukan, yaitu pada akhir 2025, pembongkar tak kunjung dilakukan.
Untuk itu, Pramono memastikan Pemprov DKI Jakarta yang akan membongkar sendiri tiang tersebut.
“Kami sudah mengeluarkan surat, kami kasih batas waktu satu bulan. Kalau tidak bisa mereka melakukan, kami akan melakukan sendiri,” ujarnya.
Nantinya, pembongkaran ini akan dilakukan oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta dengan biaya sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah daerah.
Sebagai informasi tambahan, proyek monorel dijalankan di era kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso atau yang akrab disapa Bang Yos pada 2004 silam.
Namun, proyek ini akhirnya mangkrak karena berbagai alasan, mulai dari masalah finansial hingga sengketa aset.
Proyek ini pertama kali berhenti pada tahun 2008 lalu saat Jakarta dipimpin Gubernur Fauzi Bowo alias Foke.
Saat Gubernur Joko Widodo memerintah Jakarta pada 2012 silam, Pemprov DKI Jakarta berencana kembali meneruskan proyek transportasi itu.
PT Adhi Karya ditunjuk Jokowi berkolaborasi dengan PT Jakarta Monorel (JM) untuk meneruskan proyek mangkrak ini.
Namun setahun berselang, proyek ini kembali mangkrak lantaran Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang tak kunjung direalisasikan.
Kehadiran tiang monorel di tengah Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan pun dikeluhkan oleh pengguna jalan.
Kehadirannya disebut-sebut jadi biang macet di kawasan itu.
Belum lagi kecelakaan juga acap kali terjadi di sepanjang jalan itu. Biasanya pengendara melajukan kendaraan dengan kondisi lengah hingga menabrak tiang tersebut.
Mengacu pada kajian yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, pembongkaran tiang-tiang monorel ini diklaim bisa mengurangi macet di kawasan Jalan Rasuna Said hingga 18 persen.
“Berdasarkan hasil kajian, analisis, survei, dan juga perhitungan dari Dishub, maka kemacetan di Rasuna Said akan turun antara 14 sampai dengan 18 persen,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (6/11/2025).