SURYAMALANG.COM, MALANG - Laga babak 32 besar Liga 4 Jatim antara Persema Malang vs Perseta Tulungagung di Stadion Gajayana, Kota Malang, Senin (5/1/2026), diwarnai kontroversi keputusan wasit.
Asisten pelatih Perseta Tulungagung, Muhammad Nasrin, menyayangkan keputusan wasit Samsul Efendi yang menganulir gol Perseta Tulungagung pada menit 90+4.
Padahal, menurut Nasrin, wasit sempat menunjuk titik tengah tanda gol sah sebelum akhirnya membatalkan keputusan tersebut.
"Kami kecewa sekali dengan keputusan wasit."
"Padahal dia sudah menunjuk titik tengah saat gol terjadi."
"Tapi kok bisa berbalik justru menganulir gol tersebut," ucapnya seusai pertandingan.
Baca juga: Persema Malang Vs Perseta Tulungagung Ricuh di Stadion Gajayana, 11 Kartu Kuning dan 1 Kartu Merah
Keputusan tersebut memicu ketegangan di lapangan.
Kericuhan pun tak terhindarkan seusai laga, menyusul kekecewaan pemain dan ofisial Perseta Tulungagung yang merasa dirugikan di menit-menit krusial.
Nasrin mengungkapkan, gol yang dianulir itu sangat menentukan bagi timnya, mengingat pertandingan berjalan ketat sepanjang 90 menit.
"Kami kecewa sekali. Gol di menit akhir itu sangat berarti bagi kami," tegasnya.
Meski demikian, Nasrin mengakui bahwa keputusan wasit merupakan bagian dari dinamika sepak bola yang harus diterima, meski pahit.
"Tapi ya inilah sepak bola, kami tidak bisa mengembalikan keadaan lagi," tandasnya.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor kacamata 0-0 tetap bertahan.
Hasil ini membuat kedua tim harus berbagi poin 1 di Grup AA babak 32 besar Liga 4 Jatim 2025/2026.
Sementara hasil Persedikab Kediri yang berada di grup yang sama mampu meraih kemenangan atas Hizbul Wathan dengan skor telah 4-1.