MEDAN, TRIBUN - J. Soccer akan menggelar Turnamen Antarpelajar dan Ramadhan Fun Minisoccer yang berlangsung di Lapangan J Mini Soccer, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah positif bagi generasi muda dan masyarakat umum untuk menyalurkan minat serta bakat di bidang sepak bola, sekaligus menyemarakkan suasana jelang dan selama bulan suci Ramadan.
Turnamen antarpelajar dijadwalkan berlangsung mulai 18 Januari hingga 8 Februari 2026 dengan kategori usia 14 hingga 17 tahun. Sementara itu, Ramadhan Fun Minisoccer akan digelar pada 14 Februari hingga 14 Maret 2026 dan diperuntukkan bagi kategori usia umum.
Ketua Panitia pelaksana, Muhammad Ridho Lubis, mengatakan turnamen ini digagas tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana pembinaan dan silaturahmi. Khusus untuk kategori pelajar, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong anak-anak muda agar lebih aktif dalam kegiatan olahraga, khususnya sepak bola.
“Turnamen ini kita gelar untuk menyambut Ramadan, sekaligus mengajak para pelajar usia 14 sampai 17 tahun agar lebih aktif berolahraga dan mencintai sepak bola sejak dini,” ujar Ridho kepada Tribun Medan, Selasa (6/1).
Sementara untuk kategori umum, Ridho menjelaskan turnamen ini ditujukan untuk mempererat silaturahmi antarpecinta sepak bola di Kota Medan, sekaligus menjadi alternatif kegiatan positif selama bulan puasa. “Untuk kategori umum, konsepnya lebih ke menjalin silaturahmi menjelang dan selama bulan puasa. Setelah tarawih, mereka bisa menyalurkan hobi dengan bermain bola, jadi puasa tetap produktif,” jelasnya.
Menariknya, turnamen ini akan dikemas dengan konsep liga, berbeda dengan turnamen minisoccer pada umumnya yang hanya berlangsung satu hari. Dengan format liga, setiap tim akan menjalani beberapa pertandingan sehingga durasi kompetisi menjadi lebih panjang dan kompetitif.
Baca juga: Usai Kalah dari Persikad, PSMS Medan Kembali Gelar Latihan
“Konsep yang kita pakai adalah konsep liga. Selama ini banyak turnamen hanya satu hari, tapi kali ini kita buat lebih panjang supaya peserta bisa bermain lebih puas. Dengan durasi pertandingan dua kali 20 menit, pemain punya waktu bermain yang lebih lama,” ungkap Ridho.
Dalam pelaksanaannya, turnamen akan menggunakan sistem klasemen. Untuk kategori pelajar, panitia membuka kuota delapan tim, sedangkan kategori umum diikuti oleh enam tim. Ridho berharap turnamen ini dapat menjadi wadah positif bagi anak-anak muda, sekaligus membantu menjauhkan mereka dari berbagai aktivitas negatif yang marak terjadi, khususnya di perkotaan.
“Turnamen ini kita harapkan bisa menjadi kegiatan positif, terutama bagi anak-anak muda, agar terhindar dari hal-hal negatif. Selain itu, kami juga berharap antusiasme masyarakat terus meningkat,” katanya.
Ia pun optimistis, jika mendapat sambutan positif, ajang ini dapat berkembang menjadi kompetisi yang lebih besar di masa mendatang. “Mudah-mudahan ke depan turnamen ini semakin ramai dan bisa kita kembangkan menjadi kompetisi yang lebih besar lagi,” pungkas Ridho. (cr29/Tribun-Medan.com)