Nasib Hilmi Pemain Putra Jaya Pasuran Tendang Brutal Firman Nugraha, Karier Tamat & Didenda Jutaan
January 08, 2026 05:43 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Insiden kekerasan di lapangan hijau kembali mencoreng dunia sepak bola daerah setelah aksi brutal Muhammad Hilmi menjadi sorotan.

Pemain Putra Jaya Pasuruan itu dijatuhi sanksi larangan bermain sepak bola seumur hidup.

Peristiwa tersebut terjadi dalam laga Grup CC Liga 4 Jawa Timur yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, pada Senin (5/1/2026).

Saat itu, Putra Jaya Pasuruan berhadapan dengan Perseta Tulungagung pada putaran 32 besar.

Dalam pertandingan tersebut, Putra Jaya tampil dengan kostum kuning, sedangkan Perseta mengenakan jersey hijau.

Aksi paling kontroversial terjadi ketika Muhammad Hilmi melakukan tendangan keras menyerupai kungfu ke arah dada lawan.

Akibat tendangan itu, pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha, langsung terkapar di lapangan.

Insiden tersebut memicu kecaman luas karena dinilai membahayakan keselamatan pemain.

Muhammad Hilmi diketahui memiliki nama lengkap Muhammad Hilmi Gimnastiar.

Ia lahir di Pasuruan pada 15 Maret 2005.

Saat kejadian berlangsung, Hilmi masih tercatat sebagai pemain aktif PS Putra Jaya Sumurwaru.

Namun, imbas dari tindakannya, ia resmi dipecat dari klub tersebut.

Pengurus PS Putra Jaya Sumurwaru juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh pihak yang terdampak, terutama Perseta 1970 Tulungagung.

Manajemen klub menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap prinsip fair play dan regulasi sepak bola.

“Atas kejadian tersebut, manajemen memutuskan untuk melakukan pemberhentian kerja terhadap pemain yang bersangkutan,” kata Gaung saat dihubungi, Selasa (6/1/2026).

TENDANG BRUTAL - Pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha terkapar usai dadanya kena tendangam brutal pemain PS Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar di Stadion Gelora Bangkalan, Jawa Timur pada Senin (5/1/2026). Kini ia dilarang bermain sepak bola seumur hidu
TENDANG BRUTAL - Pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha terkapar usai dadanya kena tendangam brutal pemain PS Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar di Stadion Gelora Bangkalan, Jawa Timur pada Senin (5/1/2026). Kini ia dilarang bermain sepak bola seumur hidu (YouTube)

Baca juga: GEGER! Atlet Sepakbola Naturalisasi Aniaya Warga di Tangerang, Korban Ngilu: Gendang Telinga Pecah

Hilmi Dihukum Tidak Boleh Main Sepak Bola Sumur Hidup

Akibat aksi brutalnya, kini Muhammad Hilmi Gimnastiar dilarang untuk beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup.

Berdasarkan sidang yang digelar Selasa (6/1/2026), Komdis PSSI Jatim mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 001/KOMDIS/PSSI-JTM/I/2026. 

Dalam amar putusannya, Muhammad Hilmi dinyatakan secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran berat yang membahayakan nyawa lawan.

"Perbuatan tersebut tidak hanya mencederai nilai sportivitas, tetapi juga membahayakan keselamatan pemain lain. Oleh karena itu, Komite Disiplin memandang perlu menjatuhkan sanksi tegas berupa larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup," tegas Ketua Komdis PSSI Jatim, H Samiadji Makin Rahmat.

Selain hukuman fisik dan profesi, Hilmi juga diwajibkan membayar denda administratif sebesar Rp2,5 juta.

Langgar Pasal Berlapis Kode Disiplin

Insiden yang terjadi di Stadion Gelora Bangkalan pada Senin (5/1/2026) kemarin, dikategorikan sebagai violent conduct (tingkah laku buruk yang sangat kasar). 

Komdis menilai tindakan Hilmi melanggar Pasal 48 juncto Pasal 49 Kode Disiplin PSSI, serta Pasal 10 dan 19 Kode Disiplin PSSI 2025.

Berdasarkan fakta persidangan, tendangan tersebut berpotensi menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang bagi Firman Nugraha. 

Hal tersebut yang menjadi pertimbangan utama majelis sidang, untuk memberikan efek jera yang maksimal bagi seluruh insan sepak bola tanah air.

Baca juga: Mau ke Mana? Aktor Pecinta Sepakbola Tanah Air Ini Pesimis Jika Liga Indonesia Bakal Maju

DILARANG MAIN BOLA - Potret pemain PS.PUTRA JAYA SUMURWARU, Hilmi Gimnastiar dilingkari merah. Tak hanya pemecatan, karier sepak bola Muhammad Hilmi Gimnastiar juga terancam terkubur dalam-dalam setelah ia menerima sanksi berat dilarang untuk bermain bola seumur hidup. ((Ist))

Kronologi

Sebelumnya, pertandingan Putra Jaya Pasuruan lawan Perseta 1970 Tulungagung dalam Liga 4 Jawa Timur di Stadion Bangkalan Madura, Senin (5/1/2026), diwarnai insiden yang memicu kemarahan publik pecinta sepakbola.

Pemain Perseta 1970 Tulungagung Firman Nugraha, terkapar usai mendapat tendangan kungfu tepat di dadanya, yang dilakukan pemain Putra Jaya, Muhammad Hilmi.

Saat itu Perseta 1970 sudah unggul 0-4 atas Putra Jaya.

Di menit 71:30, Firman melakukan salah umpan, bola yang disodorkan justru mengenai pemain Putra Jaya, Muhammad Hilmi.

Firman pun bermaksud merebut kembali bola yang memantul dari kaki Hilmi, demikian juga Hilmi berusaha menguasai bola.

Sebenarnya Hilmi bisa saja menang perebutan bola, namun bukannya menguasai bola, dia malah melompat dan terbang.

Kaki kanannya terjulur ke depan, sengaja menghantam dada Firman yang berlari dari arah depan.

Seketika Firman terkapar, Hilmi langsung mendapat kartu merah, dan pertandingan pun memanas.

Picu Kemarahan Publik Sepakbola Tulungagung

Kejadian ini memicu kemarahan publik sepakbola Tulungagung, khususnya dari Laskar Badai Selatan (Lasbas), sebutan suporter Perseta.

Kejadian ini juga menjadi perhatian masyarakat bola nasional.

Banyak yang menuntut Hilmi dilarang bermain sepakbola di kompetisi resmi seumur hidup.

Manajer Tim Perseta 1970, Rudi Iswahyudi, mengatakan saat itu Firman segera dibawa dengan ambulans ke RSUD Bangkalan.

“Firman sempat tak sadarkan diri. Itu tentangan yang fatal,” ujar Rudi lewat sambungan telepon.
 
Setelah kejadian itu, Rudi dan anak asuhnya mengaku sempat merasa jatuh mental.

“Kalau kompetisi tidak sehat, buat apa main?” ucap Rudi merasa geram.

(TribunNewsmaker.com/ TribunSumsel)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.