TRIBUNTRENDS.COM - Di balik gemerlap dunia penerbangan dan ketatnya sistem keamanan bandara, sebuah penyamaran nyaris berjalan sempurna.
Sosok perempuan bernama Nisya, yang diketahui juga menggunakan nama Habrun Nisa, berhasil membaur tanpa menimbulkan kecurigaan berarti.
Dengan seragam pramugari lengkap beserta seluruh atribut pendukungnya, ia melangkah keluar-masuk bandara seolah benar-benar bagian dari awak kabin maskapai penerbangan.
Gerak-geriknya rapi, pembawaannya tenang, dan ekspresinya penuh keyakinan. Tak ada tanda-tanda gugup.
Tak ada gestur mencurigakan.
Baca juga: Terjebak Seragam Palsu Batik Air, Nisya Pramugari Gadungan Tak Sempat Ganti Baju Berujung Diciduk
Kepercayaan diri menjadi tameng terkuat yang menutup rapat penyamarannya hingga akhirnya, bukan alat pemindai atau sistem keamanan yang menghentikan langkahnya, melainkan naluri dan kecurigaan manusia.
Sebelum namanya mencuat dan menjadi sorotan publik, Nisya telah lama menjalani rutinitas yang sama. Ia berperilaku, bersikap, dan tampil seolah dunia penerbangan adalah habitat aslinya.
Penampilan Nisya nyaris tak terbantahkan. Seragam yang dikenakannya menyerupai busana resmi pramugari aktif, membuatnya mudah diterima sebagai bagian dari kru pesawat.
Ia hadir di bandara tanpa ragu, melangkah melewati berbagai area dengan gestur yang selama ini identik dengan awak kabin profesional.
Di mata banyak orang baik penumpang, petugas bandara, maupun pihak lain yang berlalu-lalang—tak ada kejanggalan yang mencolok.
Sikapnya tenang, caranya membawa diri penuh wibawa. Kombinasi antara busana resmi dan kepercayaan diri membuat penyamarannya nyaris tak terbaca.
Seragam lengkap dan perilaku yang konsisten menjadikannya seolah menyatu dengan sistem yang seharusnya tertutup bagi orang luar.
Menanggapi terungkapnya kasus ini, pihak Pengelola Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang angkat bicara.
Mereka menegaskan bahwa prosedur keamanan bandara selama ini telah dijalankan sesuai ketentuan, baik terhadap penumpang maupun kru maskapai.
Pemeriksaan keamanan juga dilakukan terhadap seorang calon penumpang yang mengenakan pakaian menyerupai kru Batik Air pada penerbangan Batik Air dengan nomor ID 7058 rute Palembang–Jakarta pada 6 Januari 2026.
“Kami memastikan bahwa seluruh proses pelayanan dan keamanan telah dilaksanakan oleh petugas sesuai dengan SOP yang berlaku,” ujar General Manager Bandara SMB II, Ahmad Syaugi Shahab dalam siaran persnya ke awak media, Kamis (8/1/2026).
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa tidak ada kelonggaran prosedur, meskipun penampilan calon penumpang menyerupai awak maskapai.
Baca juga: Alasan Batik Air Bebaskan Nisya dari Jerat Hukum Usai Ketahuan Nyamar Jadi Pramugari, Koper Disita
Lebih lanjut, Syaugi menjelaskan bahwa meskipun calon penumpang tersebut mengenakan seragam pramugari, ia tetap diperlakukan sebagai penumpang biasa. Tidak ada jalur khusus. Tidak ada pengecualian.
Ia tetap diarahkan melalui jalur pemeriksaan penumpang atau Security Check Point (SCP).
"Pada titik SCP tersebut personel Aviation Security melakukan pemeriksaan keamanan mencakup pemeriksaan boarding pass yang dikeluarkan maskapai penerbangan untuk naik pesawat, serta pemeriksaan orang dan barang bawaan.” jelas Syaugi.
Seluruh rangkaian proses tersebut terekam dalam sistem pemantauan CCTV bandara.
Berdasarkan rekaman dan evaluasi internal, setiap tahapan keberangkatan dinyatakan telah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, pihak bandara menegaskan bahwa tidak ditemukan pelanggaran administratif maupun indikasi ancaman keamanan.
Nisya tercatat sebagai penumpang dengan tiket resmi dan dokumen perjalanan yang sah.
“Dari pemeriksaan yang dilakukan kemudian diketahui yang bersangkutan memiliki boarding pass yang sah dan tidak membawa barang yang dilarang naik ke pesawat.
Kejadian ini telah diinvestigasi dan ditangani secara professional, objektif dan sesuai dengan ketentuan operasional, dengan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak airline secara langsung," tandasnya.
Dengan demikian, pihak bandara menyimpulkan bahwa sistem keamanan berjalan sesuai standar operasional prosedur yang telah ditetapkan.
Baca juga: Pembelaan Pramugari Gadungan yang Bikin Geleng Kepala saat Diamankan, Kru Pesawat Curiga dari Awal
Informasi yang beredar di internal Bandara SMB II Palembang mengungkapkan bahwa Nisya selama ini kerap berperilaku layaknya kru pesawat aktif.
Meskipun secara administratif ia adalah penumpang berbayar, cara berbicara, sikap tubuh, dan pembawaannya membuatnya tampak seperti pramugari sungguhan.
Inilah yang membuat kehadirannya selama ini tidak memicu kecurigaan berarti. Ia seolah berhasil menciptakan ilusi sempurna bahwa dirinya adalah bagian dari sistem.
Namun, tak ada penyamaran yang abadi. Keberuntungan Nisya akhirnya runtuh di satu titik krusial.
Diduga, ia membeli tiket maskapai dengan sistem pengawasan internal yang jauh lebih ketat.
"Dia selama ini dianter keluarga dan adeknya sehingga seperti kru, dia juga terbang Jakarta- Palembang.
Mungkin, karena salah beli tiket maskapai tertentu jadi krunya, sehingga bertanya dan ditanya dak nyambung apalagi harus bisa bahasa inggris, dan id aneh meski pakaiannya lengkap," beber sumber.
Interaksi dengan kru yang lebih teliti dan kritis membuat penyamarannya mulai retak.
Pertanyaan-pertanyaan teknis yang seharusnya mudah dijawab oleh pramugari aktif justru menjadi titik lemah yang tak mampu ia tutupi.
Di situlah, satu per satu kepingan ilusi runtuh dan penyamaran yang nyaris sempurna itu akhirnya terbongkar.
***