Kejar PAD Rp 2,8 Triliun, Wagub NTT Dorong Badan Penghubung Maksimalkan Aset dan Promosi Daerah
January 10, 2026 12:19 AM

 

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

KUPANG, POS-KUPANG.COM – Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, melakukan kunjungan kerja ke Badan Penghubung Provinsi NTT di Jalan Tebet Timur Dalam Raya No. 42, Jakarta Selatan, Jumat (9/1/2026).

Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah awal Pemerintah Provinsi NTT dalam mengakselerasi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2026.

Kedatangan Wagub Johni disambut langsung Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT, Florida Taty Setyawati, bersama seluruh jajaran. 

Dalam arahannya, Johni menegaskan bahwa awal tahun merupakan momentum strategis untuk menetapkan arah kebijakan dan memperkuat kinerja seluruh perangkat daerah agar lebih produktif, efektif, dan berkelanjutan.

Baca juga: KONI NTT Bakal Gelar Musprov Bahas Dua Agenda Penting

Mantan Kapolda NTT itu mengatakan, tahun 2026 Pemprov NTT berencana menaikkan target PAD secara signifikan menjadi Rp 2,8 triliun.

“Target ini hanya bisa dicapai jika seluruh perangkat daerah mampu menggali potensi, menutup kebocoran, serta meningkatkan kinerja melalui kerja cerdas, kerja keras, dan kolaborasi. Semua perencanaan harus terukur, terarah, dan tepat sasaran,” katanya. 

Purnawirawan Polri ini menekankan peran strategis Badan Penghubung Provinsi NTT sebagai salah satu kontributor PAD.

Pada 2025, Badan Penghubung melampaui target PAD Rp200 juta dengan realisasi Rp229,4 juta. 

Untuk 2026, target tersebut ditingkatkan menjadi sekitar Rp400 juta. Optimalisasi aset dan fasilitas menjadi fokus utama, termasuk pemanfaatan ruang rapat, pengembangan layanan penunjang, serta pengelolaan inventaris secara profesional dan berkelanjutan.

Johni juga menyoroti sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Badan Penghubung diharapkan aktif mempromosikan potensi unggulan NTT, menyelenggarakan berbagai event, serta memfasilitasi kerja sama investasi.

Sektor perikanan pun dinilai memiliki peluang besar seiring meningkatnya minat terhadap wisata bahari dan produk perikanan sehat asal NTT.

Dia menyebut pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Badan Penghubung.

Seluruh pegawai, diminta memiliki pemahaman yang kuat terhadap data, potensi, dan isu strategis daerah sebagai bekal dalam menjalankan tugas promosi dan pelayanan.

Ia menambahkan, aset milik Pemerintah Provinsi NTT dapat dimanfaatkan melalui kerja sama dengan pihak ketiga berdasarkan hasil appraisal dan dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS), termasuk aset yang berada di Bandung, Depok, dan Yogyakarta. (fan) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.