TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - PSMS Medan mulai kembali menggelar latihan setelah menelan kekalahan pada pekan ke-14 kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026. Tim berjuluk Ayam Kinantan itu sebelumnya harus mengakui keunggulan Persikad Depok dengan skor tipis 0-1 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (3/1).
Kekalahan tersebut membuat PSMS Medan belum mampu keluar dari papan bawah klasemen sementara Grup 1 Pegadaian Championship 2025/2026. Hingga pekan ke-14, tim asuhan Kas Hartadi menempati peringkat ketujuh dengan koleksi 17 poin dari 14 laga, hasil dari empat kemenangan, lima kali imbang, dan lima kekalahan.
Sebagai bagian dari evaluasi dan persiapan laga selanjutnya, PSMS Medan menggelar latihan perdana pada Selasa (6/1) di Stadion Mini Disporasu. Latihan ini dilakukan secara tertutup sesuai arahan manajemen klub.
Pelatih Kepala PSMS Medan, Kas Hartadi, menyebutkan suasana latihan berlangsung kondusif dan penuh semangat. Momentum awal tahun dimanfaatkan untuk kembali membangkitkan motivasi para pemain. “Situasi latihan kondusif dan semangat pemain kembali bergairah. Tahun baru, kita harapkan prestasi baru,” ujar Kas Hartadi kepada Tribun Medan, Selasa (6/1).
Pada latihan perdana ini, program yang diberikan masih berfokus pada pengondisian fisik dan peningkatan kebugaran pemain. Menurut Kas, hal tersebut penting untuk mengembalikan kondisi ideal para pemain sebelum masuk ke materi taktik yang lebih intens. “Program kita masih conditioning saja, fokus ke kebugaran pemain,” jelasnya.
Kas juga memastikan hampir seluruh pemain dapat mengikuti latihan. Hanya satu pemain yang masih harus menjalani pemulihan cedera, yakni Barata. Pemain tersebut mengalami benturan pada bagian betis saat laga menghadapi Sriwijaya FC, yang menyebabkan memar. “Semua pemain ikut latihan, hanya Barata yang masih cedera. Dia kemarin benturan di betis waktu lawan Sriwijaya FC, ada memar,” kata Kas.
PSMS Medan kini mulai mengalihkan fokus untuk menghadapi laga berikutnya melawan Adhyaksa FC yang akan berlangsung di Stadion Utama Sumatra Utara pada Minggu (11/1) mendatang. Pertandingan ini dinilai penting karena akan dimainkan di kandang sendiri, sehingga target kemenangan menjadi harga mati. “Ini persiapan untuk menghadapi Adhyaksa FC. Kita harus siap. Kita main di kandang, targetnya jelas tiga poin,” tegas Kas.
Meski Adhyaksa FC saat ini berada di posisi kedua klasemen sementara dan sukses meraih kemenangan dari pemuncak klasemen Garudayaksa FC pada pekan ke-14 kasta kedua Liga Indonesia tersebut, Kas menegaskan timnya tidak akan gentar. Namun, ia juga mengingatkan anak asuhnya untuk tidak meremehkan kekuatan lawan dan tetap mempersiapkan tim dengan solid. “Walaupun peringkat mereka saat ini nomor dua, kita tidak boleh anggap remeh. Kita harus mempersiapkan tim dengan solid untuk menghadapi Adhyaksa FC,” ujarnya.
Bermain di hadapan pendukung sendiri menjadi modal tambahan bagi PSMS Medan untuk tampil optimistis. Kas pun menekankan kepada para pemain pentingnya kerja keras dan determinasi demi meraih poin penuh di laga kandang. “Kita sudah sampaikan ke pemain, main di home harus bagaimana caranya kita bisa meraih tiga poin. Tentunya dengan kerja keras. Kita optimistis bisa dapat tiga poin di kandang,” ucapnya.
Dalam sepekan ke depan, tim pelatih menjadwalkan latihan rutin pada pagi hari. Menurut Kas, sesi pagi dinilai lebih efektif untuk menjaga kebugaran pemain sekaligus memberikan waktu istirahat yang cukup pada malam hari.
Baca juga: Jelang Putaran Ketiga, PSDS Deliserdang Fokus Benahi Pertahanan
PFC Desak Manajemen Lakukan Evaluasi
KELOMPOK suporter PSMS Medan Fans Club (PFC) melayangkan kritik keras kepada manajemen PSMS Medan menyusul hasil minor dan performa tim yang dinilai belum konsisten sepanjang paruh musim Pegadaian Championship 2025/2026.
Ketua PSMS Medan Fans Club, Tatang Angkasa Tarigan menilai, manajemen klub harus segera melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk mempertimbangkan pergantian pelatih serta pemain asing yang dianggap belum mampu memberikan kontribusi maksimal bagi tim.“Kalau memang sudah terbukti gagal, seharusnya tahu diri dan mundur. Padahal kemarin kita punya peluang besar naik ke peringkat empat jika bisa menang atas Persikad Depok. Posisi mereka seharusnya di bawah kita, tapi karena kalah, situasinya justru berbalik,” ujar Tatang.
Menurut Tatang, penampilan PSMS Medan dalam beberapa laga terakhir jauh dari kata memuaskan dan tidak mencerminkan status klub besar seperti Ayam Kinantan. Ia menyebut permainan tim terlihat tidak enak ditonton dan minim kreativitas, khususnya di sektor lini tengah dan lini depan. “Permainan PSMS sekarang ini tidak enak ditonton. Lini tengah dan striker kita sangat kurang, dan itu jelas berdampak ke performa tim secara keseluruhan,” tegasnya.
Sorotan tajam juga diarahkan kepada dua pemain asing PSMS Medan, Felipe Cadenazzi dan Vitor Barata, yang dinilai tidak sepadan dengan status serta kuota pemain asing yang dimiliki klub. Tatang menyebut kualitas keduanya bahkan masih kalah dibandingkan sejumlah pemain lokal.
Felipe Cadenazzi yang diharapkan menjadi tumpuan di lini depan hingga kini belum menunjukkan kontribusi signifikan. Dari 10 penampilan, penyerang berusia 35 tahun tersebut baru mencetak tiga gol dan satu assist, serta telah mengoleksi dua kartu kuning dan satu kartu merah.
Sementara itu, Vitor Barata yang berperan sebagai pengatur serangan juga belum mampu memberi warna dalam permainan PSMS Medan. Dari 11 penampilannya, pemain asal Portugal tersebut baru mencatatkan tiga gol dan satu assist, serta mengoleksi satu kartu kuning.
“Kuota pemain asing kita benar-benar terbuang percuma. Permainannya masih sekelas pemain lokal. Padahal, pemain asing di Liga 2 itu minimal harus punya kualitas setara pemain timnas. Ini tidak,” kata Tatang.
PFC pun menegaskan kesabaran mereka telah habis. Suporter meminta manajemen segera mengambil langkah tegas demi menyelamatkan prestasi PSMS Medan di sisa kompetisi musim ini. “Untuk pelatih dan pemain asing, menurut kami sudah tidak ada kesempatan lagi. Sudah cukuplah. Kami ingin menonton PSMS bermain sepak bola, bukan menonton wayang golek di lapangan,” tutup Tatang. (cr29/Tribun-Medan.com)