Kasihan Kondisi Anak Korban Peluru Nyasar di RS Pirngadi, Tertembak saat Tawuran di Medan Belawan
January 07, 2026 09:27 AM

 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Seorang anak balita terkena peluru nyasar saat pecah tawuran di Medan Belawan.

Anak tersebut bernama Asmi Anggraini (4), kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi.

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUD Dr Pirngadi Medan Gibson Girsang mengatakan pihaknya sudah menangani Asmi.

Mereka juga sudah melakukan Computed Tomography Scan (CT Scan) ke bagian mata korban.

Peluru yang bersarang diduga dari senapan angin.

"Hasil rontgen itu, bentuk peluru di rongga kepala. Dari dokter kami bilang, itu peluru saja dan masih bersarang di kepala,"kata Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUD Dr Pirngadi Medan Gibson Girsang, Selasa (6/1/2026).

Meski sudah ditangani dan diketahui keberadaan proyektil.

Namun untuk operasi pengangkatan belum dilakukan, karena RSUD Dr Pirngadi tidak memiliki dokter mata.

Mereka sedang berkordinasi dengan RS Universitas Sumatera Utara (USU) dan RSUP H Adam Malik.

Di RS Universitas Sumatera Utara (USU) dokter spesialis mata ada, tetapi ruangan yang penuh.

Sedangkan di RSUP H Adam Malik, dokter mata sedang tidak ada.

"Kondisi membaik karena adanya benda tentu mengganggu. RS Adam malik sudah kami hubungi, bedah matanya tak ada, di USU ada, tapi ruangannya penuh."

Diketahui, seorang anak dibawah lima tahun (Balita) bernama Asmi Anggraini (4) warga Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan terpaksa dirawat di rumah sakit.

Ia diduga menjadi korban peluru nyasar gerombolan orang yang sedang tawuran di Medan Belawan, kemarin, Senin 5 Januari.

Ketika ditemui di RS Pirngadi Medan, ia tampak duduk di ranjang rumah sakit.

Mengenakan kaus berwarna merah, mata kanan anak tak berdosa ini terlihat ditutup perban.

Sesekali, ia seperti menahan rasa sakit akibat luka tembak yang dialaminya.

Kulitnya tampak pucat, dengan posisi selang infus melekat di tangan sebelah kirinya.

Di samping sebelah kanan Asmi, ibunya bernama Romanda (33) setia menemani sejak kemarin.

Mengenakan jaket jeans, bekas darah segar Asmi masih melekat di dada kirinya.

Romanda Siregar, saat diwawancarai menceritakan detik-detik anaknya tertembak.

Pada Senin malam, sekira pukul 19:30 WIB, Romanda dan anaknya, Asmi Anggraini berangkat dari rumahnya menumpangi becak motor untuk menjemput suaminya yang bekerja sebagai nelayan.

Mereka berencana pergi ke acara tahun baruan sekaligus silaturahmi, ke rumah rekan suaminya.

Di perjalanan, tepatnya di depan kantor Pos Belawan, Jalan Medan - Belawan, laju becak motor terhenti karena ada sejumlah orang sedang tawuran.

Mereka pun terpaksa menunggu sampai tawuran mereda, karena khawatir menjadi sasaran.

"Awalnya kami mau keluar rumah pergi menjemput bapaknya menaiki becak motor, tahu-tahu ada perang. Jadi, kami menunggu la di simpang Canang,"kata Romanda, Selasa (6/1/2026).

Tak lama kemudian, tiba-tiba, Asmi Anggraini memegang mata sebelah kanannya sambil meringis kesakitan.

Begitu dilihat, darah mengucur dari mata kanan anak keempat tersebut ke bajunya.

Melihat kondisi sang anak, Romanda spontan langsung memeluk anaknya dan berupaya mencari pertolongan.

Ia pun meminta sopir becak melaju ke RS Prima Husada Cipta Medan, namun jalan menuju ke lokasi ditutup akibat tawuran.

Lantas mereka beralih ke sebuah klinik tak jauh dari lokasi.

Sesampainya di klinik, ternyata pihak klinik tak mampu menangani karena posisi luka berada di tempurung mata.

"Karena klinik pun gak berani dan disarankan ke rumah sakit."

Mendengar pernyataan pihak klinik, Romanda bersama tukang becak langsung bergegas menuju ke rumah sakit Prima Husada Cipta Medan, dengan harapan jalan sudah dibuka, dan tawuran sudah mereda.

Begitu sampai di persimpangan jalan, ternyata tawuran masih berlangsung, dan jalan ke rumah sakit tak bisa dilalui kendaraan.

Sebagai ibu, Romanda spontan langsung turun dari becak, dan menggendong Asmi dengan kondisi bercucuran darah ke rumah sakit.

Setibanya di rumah sakit, kekecewaan kembali dirasakan Romanda.

Ternyata dokter mata sedang tidak ada jadwal hari itu.

Pihak rumah sakit pun menyarankan ke rumah sakit lainnya untuk penanganan.

Rasa takut, khawatir bercampur aduk di dalam pikiran dan hati Romanda.

Kemudian, ia pun pergi ke pinggir jalan menumpang mobil agar diantar ke Rumah Sakit Pirngadi Medan.

Sesampainya di rumah sakit, Asmi langsung ditangani mulai dari pemeriksaan dan di scan bagian matanya.

Di sinilah baru diketahui, peluru bersarang di bagian mata kanan.

"Bingung mau bagaimana ini. Anak gak rewel. Cuma kadang dia kedip darah mengucur, sakit."

(Cr25/Tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.