TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Pedagang mengeluhkan tumpukan Pasar Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (7/1/2026).
Sampah yang sudah menggunung mencapai 18 ton sudah sangat mengganggu.
Sudah 15 hari tak diangkut. Alasan, camat karena kondisi cuaca.
Tak tahan dengan kondisi tersebut, pedagang meminta solusi ke Bupati H Samsul Mahmud.
Baca juga: Sampah 18 Ton Menumpuk di Pasar Wonomulyo, Camat Sebut Cuaca Jadi Kendala
Petugas kebersihan sempat turun mengangkut gunakan tiga armad.
Sejumlah warga juga berdatangan membuang sampah saat petugas meninggalkan lokasi.
"Maunya bupati turun melihat langsung, supaya tahu masalahnya," kata salah satu pedagang, Aminah kepada wartawan.
Dia menyayangkan kondisi berulang ini karena pemerintah tak kunjung menemukan solusi terbaik menyelesaikan masalah sampah di Polman.
Padahal, para pedagang di pasar ini rutin membayar iuran kebersihan sebesar Rp 2.000 per hari.
Dengan harapan penanganan sampah berjalan lancar, tidak lagi menumpuk di kompleks pasar.
Aminah mengaku keberadaan tumpukan sampah berdampak pada pendapatan pedagang.
"Berpengaruh sama pendapatan karena orang tidak mau lewat kalau banyak sampah, padahal kita semua pedagang yang ada di sini tiap hari bayar iuran sampah," ungkapnya.
Disebutkan sampah menumpuk di pelataran pasar sebagian besar limbah rumah tangga dari daerah lain yang sengaja dibuang di pasar.
Terkadang warga marah ketika ditegur karena terpergok buang sampah di tempat ini.
Pedagang meminta pengelola pasar untuk menyiapkan penjaga.
Agar tak ada lagi warga yang membuang sampah sembarangan di area pasar.
Tumpukan sampah itu sudah sekitar 15 hari tak diangkut petugas ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.
Lantaran akses jalan menuju TPA licin, tak dapat dilalui armada pengangkut sampah.
Hal itu disebabkan karena curah hujan cukup tinggi selama beberapa hari terakhir di wilayah Polman.
Camat Wonomulyo, Samiaji menyebut saat ini petugas kesulitan menjangkau akses ke TPA karena jalan licin.
"Ini kendala cuaca, karena beberapa hari hujan sehingga anggota tidak bisa membuang sampah karena kondisi jalan menuju TPA licin," kata Samiaji kepada wartawan.
Dia menyampaikan keterlambatan penanganan sampah pasar karena akses jalan menuju TPA sulit dijangkau kendaraan pengangkut sampah.
Penyebabnya hujan yang terus mengguyur membuat kondisi jalan menjadi licin dan becek.
Samiaji menyebut saat ini sudah ada tiga armada pengangkut sampah sudah terisi full.
Namun karena akses jalan licin dan belum kering, sehingga petugas hanya memarkir armada itu di halaman kantor camat.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli