Misteri Kematian Mahasiswi Unima Kian Janggal: Memori CCTV Hilang, Pengakuan Pemilik Kos Beda
January 07, 2026 12:03 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM - Kematian Antoineta Evia Maria Mangolo, mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) yang ditemukan tewas tak wajar di indekosnya di Tomohon, kini memasuki babak baru yang penuh spekulasi.

Fokus penyelidikan kini tertuju pada hilangnya bukti krusial: rekaman CCTV di lokasi kejadian.

Keluarga korban melalui kuasa hukumnya mengungkapkan adanya ketidaksinkronan informasi yang sangat mencolok antara pemilik indekos dan aparat kepolisian.

Perbedaan keterangan ini memicu kecurigaan adanya upaya pengaburan fakta dalam kasus yang menyeret dugaan pelecehan seksual oleh oknum dosen berinisial DM tersebut.

"Pingpong" Keterangan Memori CCTV

Kuasa hukum keluarga menjelaskan bahwa ada dua unit CCTV yang terpasang di area indekos.

Namun, saat dikoordinasikan, ditemukan fakta bahwa salah satu CCTV tidak menyimpan rekaman karena tidak memiliki kartu memori.

"Dari koordinasi kami dengan Kasat Reskrim Polres Tomohon, CCTV sudah diamankan penyidik Polda dan penyidik Polres Tomohon. Namun, ada dua CCTV di sana, salah satunya tak berfungsi karena memorinya tidak ada," ungkap kuasa hukum saat ditemui di Mapolda Sulut, Selasa (6/1/2026).

Kejanggalan semakin meruncing ketika pihak keluarga mengonfrontasi informasi ini.

Baca juga: Perangai Mahasiswi Unima Sebelum Tewas Sempat Dicurigai Ayahnya, Evia Mangolo Tak Cerita Dilecehkan

Baca juga: Angin Segar Awal Tahun untuk Warga Jambi! Bansos PKH 2026 Berlanjut, Begini Cara Cek Statusnya

Baca juga: Kepala Balita di Medan Tertembak Peluru Nyasar saat Tawuran, Begini Kondisi dan Kronologinya

Menurut kuasa hukum, pemilik kos mengklaim telah menyerahkan memori tersebut kepada pihak berwajib. Namun, klaim ini justru dimentahkan oleh kepolisian.

"Tuan kos menyatakan sudah menyerahkan memori CCTV tersebut ke pihak Polres. Namun hal itu dibantah pihak Polres. Mereka katakan tidak pernah menerima," tambahnya.

Kasus yang Menyita Perhatian Publik

Kasus meninggalnya Evia bukan sekadar kematian biasa.

Publik Sulawesi Utara terus mengawal perkembangan ini karena adanya dugaan kuat bahwa korban mengalami pelecehan seksual sebelum menghembuskan napas terakhir.

Hingga saat ini, tim penyidik gabungan dari Polda Sulut dan Polres Tomohon masih terus melakukan pendalaman.

Hilangnya memori CCTV di titik vital kejadian menjadi batu sandungan besar dalam mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di kamar kos tersebut.

Bukti Dugaan Pelecehan

Pihak kuasa hukum keluarga Evia, mahasiswi Unima yang tewas tak tak wajar di tempat kos di Tomohon, mendatangi Polda Sulut, Selasa (6/1/2026). 

Amatan Tribunmanado.com, tim kuasa hukum bersama keluarga awalnya mendatangi ruang SPKT. 

Kemudian tim bergerak ke bagian PPA.

Kuasa hukum pihak keluarga Niczem Alfa Wengen mengatakan, kedatangan mereka untuk menyerahkan bukti dugaan pelecehan oknum Dosen Unima berinisial DM kepada penyidik Polda Sulut. 

Baca juga: Pilu Mahasiswi Tewas Diduga Korban Pelecehan Dosen di Kamar Kos, Tenda Biru dan Luka Jadi Pemicu

Baca juga: Tak Berkutik Pak Pari Digerebek di Rumah Mertua Usai 8 Bulan Jadi DPO Narkoba Kerinci

"Ini sebagai bahan tambahan bagi penyidik untuk mengambil keterangan pada saksi - saksi," katanya. 

Ia menyatakan, bukti yang dibawa, salah satunya berupa chatingan grup dimana almarhum beber keterangan terkait dugaan pelecehan oleh oknum DM. 

Selain sebagai bahan penyelidikan, beber dia, bukti diajukan karena hingga kini DM masih mengelak telah melakukan pelecehan. 

"Terinformasi DM masih mengelak," katanya. 

Wengen menuturkan, pihaknya bertekad mengusut tuntas kasus ini agar keadilan dapat diberikan untuk keluarga. 

Kondisi Kos Setelah Kejadian

Berikut kondisi terkini rumah kost Evia Maria Mangolo yang ditemukan meninggal tak wajar pada 30 Desember 2025 lalu.

lokasinya berada di Jln Mandengan II, Kelurahan Matani Satu, Kec. Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Sulawesi Utara

jaraknya ke lokasi Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikolog Universitas Negeri Manado (Unima) kurang lebih 10 menit dengan jalan kaki.

bangunan kost tersebut dua lantai dengan model semi permanen.

amatan langsung dilokasi pada Selasa (6/1/2026) siang, cuaca hujan deras. suasana di sekitar area terpantau sepi.

di bagian depan, terdapat sebuah tangga yang mengarah ke lantai atas.

dibawahnya, ada sebuah bangku kayu yang diletakkan di dekat dinding. 

Pintu dan jendela kamar berwarna cokelat kemerahan, dengan salah satu jendela tertutup tirai. 

di dekat pintu masuk lantai dua terlihat garis polisi yang terpasang dibagian dalam bangunan.

lampu di salah satu ruangan lantai bawah tampak menyala.

sementara di area jemuran ada beberapa pakaian yang tergantung disana.

menurut informasi salah satu warga di sekitar lokasi, sejak kejadian tersebut, tak ada lagi aktivitas didalam kost.

"Sudah tidak ada aktivitas sampai sekarang," ungkapnya saat di tanya Tribun Manado.

ia mengatakan, posisi ditemukan mayat Evia Mangolo bukan didalam kamar, namun di lorong dekat pintu masuk.

"jadi ada informasi yang bilang meninggal di dalam kamar itu salah," pungkasnya

Baca juga: Tabel Angsuran KUR Mandiri 2026 Jambi, Syarat dan Cara Daftar Pinjaman 10Juta-500 Juta

Baca juga: Kepala Balita di Medan Tertembak Peluru Nyasar saat Tawuran, Begini Kondisi dan Kronologinya

Baca juga: Paus Leo XIV Menutup Pintu Suci Basilika Santo Petrus, Tahun Jubelium Pengharapan 2025 Berakhir

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.