Balita di Medan Jadi Korban Peluru Nyasar Tawuran, Mata Tertembak Senapan Angin Dirawat di RSUD
January 07, 2026 12:11 PM
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baruTRIBUN-VIDEO.COM - Seorang anak di bawah lima tahun (balita) bernama Asmi Anggraini (4), warga Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, menjadi korban peluru nyasar.Mata kanan Asmi tertembak peluru yang diduga berasal dari senapan angin milik pelaku tawuran di Medan Belawan.Akibat kejadian tersebut, anak tak berdosa itu kini harus menahan sakit dan terbaring di atas ranjang RSUD Dr. Pirngadi Medan dengan kondisi mata diperban.Romanda Siregar (33), ibu korban, mengatakan meski kejadian terjadi kemarin, peluru masih bersarang di mata anaknya.Hal itu disebabkan RSUD Dr. Pirngadi tidak memiliki dokter spesialis mata.Sementara rumah sakit lain, seperti RS USU, ruangannya penuh, dan di RSUP Adam Malik dokter spesialis mata sedang tidak berada di tempat.“Jadi kami bertanya-tanya kapan mau dioperasi atau dirujuk,” kata Romanda, Selasa (6/1/2026).Romanda Siregar saat diwawancarai menceritakan kronologi dan detik-detik anaknya tertembak.Pada Senin malam, sekitar pukul 19.30 WIB, Romanda dan anaknya, Asmi Anggraini, berangkat dari rumah menumpangi becak bermotor untuk menjemput suaminya yang bekerja sebagai nelayan.Mereka juga berencana menghadiri acara tahun baruan sekaligus bersilaturahmi ke rumah rekan suaminya.Di perjalanan, tepatnya di depan Kantor Pos Belawan, Jalan Medan–Belawan, laju becak bermotor terhenti karena terdapat sekelompok orang yang sedang tawuran.Mereka terpaksa menunggu hingga tawuran mereda karena khawatir menjadi sasaran.“Awalnya kami mau keluar rumah menjemput bapaknya naik becak motor, tahu-tahu ada tawuran. Jadi kami menunggu di simpang Canang,” kata Romanda.Tak lama kemudian, Asmi Anggraini tiba-tiba memegang mata kanannya sambil meringis kesakitan.Saat dilihat, darah mengucur dari mata kanan anak keempat tersebut hingga membasahi bajunya.Melihat kondisi itu, Romanda spontan memeluk anaknya dan berupaya mencari pertolongan.Ia meminta sopir becak melaju ke Rumah Sakit Prima Husada Cipta Medan, namun jalan menuju lokasi ditutup akibat tawuran.Mereka kemudian beralih ke sebuah klinik yang tak jauh dari lokasi kejadian.Namun, setibanya di klinik, pihak medis menyatakan tidak mampu menangani karena luka berada di bagian tempurung mata.“Karena klinik juga tidak berani dan menyarankan ke rumah sakit,” ujarnya.Romanda bersama tukang becak kemudian bergegas menuju Rumah Sakit Prima Husada Cipta Medan dengan harapan jalan sudah dibuka dan tawuran mereda.Namun, saat tiba di persimpangan, tawuran masih berlangsung dan akses menuju rumah sakit belum bisa dilalui kendaraan.Sebagai seorang ibu, Romanda langsung turun dari becak dan menggendong Asmi yang bercucuran darah menuju rumah sakit.Setibanya di rumah sakit, Romanda kembali merasa kecewa karena dokter spesialis mata tidak memiliki jadwal praktik hari itu.Pihak rumah sakit kemudian menyarankan agar korban dirujuk ke rumah sakit lain.Rasa takut dan khawatir bercampur aduk dalam pikiran dan perasaan Romanda.Ia kemudian pergi ke pinggir jalan dan menumpang mobil untuk diantar ke RSUD Dr. Pirngadi Medan.Setibanya di rumah sakit, Asmi langsung mendapatkan penanganan berupa pemeriksaan dan pemindaian (scan) pada bagian mata.Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa peluru bersarang di mata kanan korban.“Saya bingung mau bagaimana. Anak tidak rewel, cuma kadang kalau dia berkedip, darah mengucur dan terasa sakit,” tutup Romanda.Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Kondisi Terkini Balita Kena Peluru Nyasar Tawuran di Belawan, Peluru Masih Bersarang di Mata, https://medan.tribunnews.com/medan-terkini/1776331/kondisi-terkini-balita-kena-peluru-nyasar-tawuran-di-belawan-peluru-masih-bersarang-di-mata?page=all.Program: Local ExperienceEditor: Faiz Fadhilah#localexperience #balita #pelurumalam #tragedi #belawan #medan #kotamedan #beritaterkini #indonesia #shortvideo
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.