TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Sebanyak 18 ton sampah menumpuk di Kompleks Pasar Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), akhirnya diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Balanipa, Kamis (8/1/2026).
Pemerintah Kecamatan Wonomulyo mengerahkan satu unit alat berat loader dan lima unit truk pengangkut untuk membersihkan sampah yang sempat menumpuk sekitar 15 hari.
Tumpukan sampah tersebut sebelumnya belum terangkut lantaran terkendala cuaca.
Baca juga: Alat Berat dan Lima Truck Angkut Tumpukan Sampah di Pasar Wonomulyo Polman
Baca juga: Pemkab Anggarkan Rp9 Miliar untuk Tangani Sampah di Polman Gaji Petugas Hingga BBM Armada Pengangkut
Menyebabkan akses jalan menuju TPA licin dan sulit dilalui.
Pantauan Tribun-Sulbar.com di lokasi, proses pengangkutan telah berlangsung selama dua hari, sejak Rabu (7/1/2026).
Alat berat dikerahkan untuk memindahkan sampah ke dalam truk yang secara bergantian mengangkut ke TPA Balanipa.
Selain itu, pemerintah kecamatan juga mengerahkan mobil pemadam kebakaran.
Petugas damkar menyiram air lindi yang mengeluarkan bau menyengat.
Petugas turut memasang box kontainer di area pasar sebagai tempat penampungan sementara sampah.
“Sejak kemarin sudah mulai dibersihkan,” ujar Camat Wonomulyo, Samiaji, kepada wartawan di lokasi.
Ia menjelaskan, dari lima truk yang digunakan, tiga unit milik Pemerintah Kecamatan Wonomulyo.
Sementara dua unit lainnya milik DLHK Polman.
Menurut Samiaji, pengangkutan baru bisa dilakukan setelah kondisi jalan menuju TPA Balanipa membaik.
“Petugas di lapangan melihat kondisi jalan sudah kering dan tidak licin, sehingga memungkinkan dilalui kendaraan pengangkut,” kata Samiaji.
Ia menambahkan, proses pembersihan sampah disaksikan Ketua DPRD Polman, Fahry Fadly, bersama Kepala DLHK Polman, Jumadil.
Keduanya sempat meninjau langsung lokasi tumpukan sampah.
Menginstruksikan percepatan pembersihan.
Pedagang bahkan meminta Bupati Polman, Samsul Mahmud, turun langsung ke lokasi untuk mencari solusi atas persoalan sampah yang kerap berulang.
Tumpukan sampah berbagai jenis terlihat di pelataran depan pasar, tepatnya di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo.
Petugas kebersihan sempat mengangkut sebagian sampah menggunakan tiga armada.
Namun tak lama kemudian warga kembali berdatangan membuang sampah setelah petugas meninggalkan lokasi.
“Maunya bupati turun melihat langsung supaya tahu masalahnya,” kata salah seorang pedagang, Aminah.
Ia menyayangkan belum adanya solusi konkret dari pemerintah, meskipun pedagang rutin membayar iuran kebersihan sebesar Rp 2.000 per hari.
Aminah mengaku tumpukan sampah berdampak langsung pada pendapatan pedagang.
“Berpengaruh ke pendapatan karena orang tidak mau lewat kalau banyak sampah,” ungkapnya.
Disebutkan, sebagian sampah yang menumpuk merupakan limbah rumah tangga dari luar kawasan pasar sengaja dibuang di lokasi tersebut.
Pedagang pun meminta pengelola pasar menyiapkan penjaga agar tidak ada lagi warga membuang sampah sembarangan di area pasar. (*)