Artikel ini tentang bagaimana cara melestarikan kegiatan gotong royong sebagai budaya bangsa. Semoga bermanfaat.
---
Intisari hadir di whatsapp channel, follow dan dapatkan berita terbaru kami di sini
---
Intisari-Online.com -Gotong royong dipercaya sebagai salah satu ciri khas masyarakat Indonesia. Sampai-sampai ia disebut sebagai salah satu budaya bangsa kita.
Tapi sayangnya, kebiasaan itu semakin lama semakin luntur, terutama di lingkungan masyarakat perkotaan yang cenderung individualistik. Lalu bagaimana cara melestarikan kegiatan gotong royong sebagai budaya bangsa? Artikel ini akan mencoba untuk menjelaskannya.
Secara garis besar, gotong royong adalah bekerja sama untuk mencapai hasil yang diinginkan. Perilaku gotong royong dapat menyelesaikan pekerjaan dan dinikmati hasilnya bersama-sama secara asil.
Gotong royong sendiri sebagai solidaritas sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, khususnya mereka yang terbentuk dari komunitas. Gotong royong juga memiliki berbagai manfaat.
Menurut Gotong Royong (2020) oleh Sri Widayati, gotong royong memiliki sejumlah manfaat. Di antaranya:
Semakin banyak orang yang bekerja dalam sebuah pekerjaan, maka akan semakin meringankan pekerjaan dari masing-masing individu di dalamnya. Selain itu, gotong royong membuat sebuah pekerjaan menjadi lebih cepat dan mudah untuk diselesaikan. Sehingga pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien.
Gotong royong ini mampu menumbuhkan sikap sukarela, tolong-menolong, kebersamaan, dan kekeluargaan antar-sesama. Masyarakat yang mau melakukan gotong royong akan lebih peduli pada orang yang ada disekitarnya. Sesama individu akan rela untuk saling membantu dan tolong-menolong.
Lingkungan yang harmonis akan membentuk lingkungan masyarakat yang sehat. Salah satu contohnya, membantu tetangga yang sedang kesulitan atau membutuhkan pertolongan. Hubungan sosial ini dapat dibangun jika masyarakatnya melakukan kegiatan gotong royong.
Gotong royong juga dapat meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan nasional. Gotong royong menyadarkan masyarakat jika kita semua berada di tanah air yang sama, sehingga sikap ini harus diwujudkan seluruh warga Indonesia.
Gotong royong juga mengandung sejumlah nilai, di antaranya nilai kebersamaan, nilai persatuan, rela berkorban, tolong-menolong, dan sosialisasi.
Nah, untuk melestarikan gotong royong ada beberapa cara yang bisa kita lakukan. Untuk generasi muda, kita bisa memupuknya lewat lembaga pendidikan. Apa yang bisa dilakukan, di antaranya adalah dengan menghidupkan kegiatan sosial rutin seperti kerja bakti dan melakukan inovasi dalam pembelajaran.
Sementara di lingkungan yang lebih luas, kita bisa memulainya dengan kampanye positif di media sosial, membentuk komunitas gotong royong, menghidupkan tradisi lokal, memperkuat lembaga kemasyarakatan, memilih pemimpin yang bisa diteladani, dan mengintegrasikannya dalam kehidupan sehari-hari dengan menumbuhkan kesadaran serta kepedulian sosial agar nilai luhur ini tidak pudar di era modern.
Begitulah, kunci utama gotong royong tetap lestari adalah pembiasaan kembali.