SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Di tengah sunyi senyap Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, tiga pemain muda Sriwijaya FC asal Sumsel menyalakan api harapan.
Mereka adalah M Arsy Pratama, Roby Andyka, dan Tyak (Dwi Setiawan). Ketiganya berharap nama mereka resmi didaftarkan untuk tampil di putaran kedua Pegadaian Championship 2025/26 bersama Sriwijaya FC, tim yang pernah berjaya sebagai raksasa sepak bola nasional.
“Semoga kami pemain lokal asal Sumsel didaftarkan tim Sriwijaya FC di putaran kedua,” ungkap Arsy, gelandang serang muda yang pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik nasional U16 2021.
Arsy bukan nama asing. Ia pernah memperkuat Persikabo 1973 di EPA Liga 1 U18, bahkan sempat ditawari untuk dipinjam tim Nusantara Lampung. Namun, ia memilih bertahan.
“Saya ingin membela Sriwijaya FC. Ini tanah kelahiran saya,” tegasnya.
Tak hanya trio pemain muda, Asep Suherman, bek kiri kelahiran Pesawaran 1998, juga menegaskan cintanya pada Elang Andalas.
“Saya akan bekerja keras dan bermain dengan penuh rasa cinta untuk Sriwijaya FC. Mudah-mudahan nama saya didaftarkan di PT LIB di putaran kedua ini,” ujarnya penuh semangat.
Namun di balik semangat para pemain, Sriwijaya FC masih dibayangi krisis. Krisis finansial, belum ada investor yang masuk untuk menyelamatkan tim.
Krisis pemain, skuat minim, persiapan nyaris tak ada. Krisis strategi, menjelang laga ke-15 melawan Persekat Tegal, tim masih belum melakukan latihan.
Pasca laga ke-14 menghadapi PSPS Pekanbaru, bursa transfer akan dibuka pada 10 Januari – 6 Februari 2026. Momentum ini bisa menjadi titik balik kebangkitan, jika manajemen berani bergerak cepat.
Sriwijaya FC pernah berjaya, pernah ditakuti lawan, dan pernah mengangkat trofi bergengsi. Kini, di tengah keheningan, harapan justru datang dari anak-anak daerah yang ingin mengembalikan marwah tim kebanggaan Sumsel.
Apakah manajemen dan pelatih Budi Sudarsono akan memberi kesempatan? Apakah investor akan datang menyelamatkan? Jawabannya akan ditentukan dalam beberapa pekan ke depan, saat jendela transfer resmi dibuka.
Sriwijaya FC mungkin sedang terpuruk, tetapi semangat para pemain lokal membuktikan: Elang Andalas belum mati, hanya menunggu saat untuk kembali mengepakkan sayapnya.
Seperti diketahui tim Sriwijaya FC saat ini mengalami krisis pemain, tidak adanya persiapan latihan dalam menghadapi pertandingan serta masih belum tuntasnya masalah lainnya.
Seperti diketahui pasca laga ke-14 Sriwijaya FC menghadapi PSPS Pekanbaru, bursa transfer window bakal dibuka mulai 10 Januari - 6 Februari 2026.
Hingga kini belum ada kabar terbaru bakal ada investor yang mengakuisisi saham kepemilikan Sriwijaya FC untuk mengatasi krisis finansial sehingga menghambat untuk kebangkitan Elang Andalas.
Tiga hari jelang laga ke-15 Pegadaian Championship 2025/26 menghadapi Persekat Tegal di Stadion Trisanja, Sabtu (10/1/2026), Sriwijaya FC masih senyap. Tidak ada latihan, tidak ada strategi, hanya keheningan yang menyelimuti tim yang dulu pernah berjaya sebagai raksasa sepak bola nasional.
Baca juga: Bingung Lihat Kondisi Sriwijaya FC, Reza Pahlevi Berharap Profesional
Pantauan Sripoku.com, sampai sekarang Sriwijaya FC belum ada tanda-tanda persiapan latihan untuk melakoni laga away ini.
Belum adanya calon investor yang bakal mengakuisisi kepemilikan saham menghambat upaya kebangkitan Laskar Wong Kito.
Peluang untuk bangkit bursa transfer window akan dibuka 10 Januari - 6 Februari 2026. Sementara Sriwijaya FC hingga kini masih paceklik masalah finansial.