Musim Hujan, Penjual Es Buah di Pasangkayu Menjerit Daganganya Sepi Pembeli
January 07, 2026 02:46 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Hujan yang turun hampir setiap hari di awal tahun 2026 membawa dampak serius bagi para pedagang kecil di Kabupaten Pasangkayu. 

Salah satunya dirasakan pedagang es buah yang mangkal di sekitar Bundaran Smart Pasangkayu, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu.

Pantauan Tribun-Sulbar.com di lokasi, Rabu (7/1/2026), suasana di sekitar bundaran tampak lengang. Beberapa lapak pedagang es buah terlihat sepi, tanpa antrean pembeli seperti biasanya.

Baca juga: Rekonstruksi Kakak Bunuh Adik di Kalukku, Tersangka Peragakan Detik-detik Tebas Leher Korban 4 Kali

Baca juga: KUHP Resmi Berlaku, Kapolres Mateng Ingatkan Aturan Kumpul Kebo, Zina, Hina Presiden hingga Demo

Tetesan hujan yang masih membasahi badan jalan membuat warga enggan berhenti, sementara sebagian besar pengendara hanya melintas tanpa menoleh ke arah lapak.

Gerobak es buah yang biasanya ramai saat cuaca terik, kini lebih banyak tertutup terpal. 

Ember-ember berisi buah segar tampak masih penuh, es batu pun belum banyak terpakai hingga siang hari.

Salah satu pedagang es buah, Alma, mengaku sejak musim penghujan melanda, penghasilannya menurun drastis. 

Ditemui di lapaknya, Alma mengatakan dalam sehari ia hanya mampu meraup omzet sekitar Rp200 ribu, itu pun belum dipotong modal.

“Kalau hujan terus begini, pembeli sangat sepi. Kadang dari pagi sampai sore, yang beli bisa dihitung jari,” ujar Alma dengan nada lesu.

Padahal, lanjut Alma, pada kondisi cuaca normal atau saat musim panas, omzet penjualan es buahnya bisa mencapai Rp700 ribu per hari.

Ramainya lalu lintas di sekitar bundaran serta cuaca panas menjadi faktor utama banyaknya pembeli.

“Biasanya siang sampai sore ramai sekali, apalagi kalau panas. Tapi sekarang hujan terus, orang lebih pilih minum hangat,” katanya.

Alma menambahkan, meski pembeli sepi, ia tetap harus berjualan demi menutup kebutuhan sehari-hari. 

Buah-buahan yang sudah disiapkan pun tidak bisa disimpan terlalu lama karena mudah rusak.

Kondisi serupa juga dirasakan pedagang minuman dingin lainnya di sekitar Bundaran Smart Pasangkayu. 

Mereka berharap cuaca segera membaik agar aktivitas jual beli kembali normal dan penghasilan bisa kembali meningkat.

Musim penghujan yang berkepanjangan tak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat, namun juga memukul sektor usaha kecil yang sangat bergantung pada kondisi cuaca.(*)


Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.