Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Bangunan Pasar Rakyat Ampel, Kabupaten Boyolali, yang telah dibangun sejak beberapa tahun lalu mangkrak.
Namun, diketahui dalam waktu dekat ini, bangunan pasar tersebut akan kembali dimanfaatkan.
Pantauan TribunSolo.com di lokasi, pasar pintu kios pasar tersebut tertutup rapat.
Halaman dan teras los pasar, tampak ditumbuhi semak belukar yang cukup lebat.
Meski demikian, sarana dan prasarana di dalam pasar masih relatif lengkap.
Terdapat sembilan los Pasar Rakyat Ampel yang kondisinya masih utuh dan dapat digunakan.
Hanya saja, pada beberapa kios terlihat pintu reling dalam kondisi terbuka, menandakan pasar tersebut belum sepenuhnya difungsikan secara optimal.
Ada alasan kenapa pasar Ampel dan Nogosari Boyolali belum dimanfaatkan.
Salah satunya yakni Pedagang di dua pasar tersebut menolak pindah ke pasar baru.
Pasalnya lokasi pasar baru itu dinilai pedagang kurang representatif.
Pedagang Pasar Ampel tak mau pindah ke pasar baru yang ada di jalan Pantaran.
Karena memang lokasi pasar Ampel lama berada di jalan raya Semarang -Solo.
Baca juga: Buntut Trailer Bermuatan Kertas Terguling di Ampel, Jalur Boyolali-Salatiga Ditutup
Begitu juga dengan pedagang pasar Nogosari tak mau pindah ke pasar baru yang ada di jalan Nogosari-Kacangan.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperi) Purnawan Raharjo mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memanfaatkan kedua pasar itu.
Untuk pasar Ampel pihaknya akan menjajaki untuk pasar sayur dan nursery.
"Kita sudah sounding dengan dinas pertanian. Secara perlahan kita mendalami dulu dengan paguyuban petani sayur," kata Purnawan pada TribunSolo.com, Selasa (6/1/2026).
Diharapkan, gayung bersambut dengan paguyuban petani sayur direspon positif.
"Tetap akan kita manfaatkan nanti kita coba pelan-pelan terkait pemanfaatannya untuk melakukan apa," ujarnnya. (*)