TRIBUNNEWS.COM - Babak panjang polemik keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo masih terus berlanjut.
Walaupun ijazah asli Jokowi telah ditunjukkan kepada Roy Suryo c.s., perdebatan tersebut tidak juga selesai hingga pergantian tahun 2025 ke 2026.
Ijazah Jokowi telah ditunjukkan kepada Roy Suryo c.s. di dalam gelar perkara khusus yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya pada Senin (15/12/2/2025).
Roy Suryo c.s. masih memperdebatkan keaslian ijazah Jokowi meski telah diperlihatkan ijazah Jokowi.
Kondisi tersebut serasi dengan prediksi dari tiga alumni Universitas Indonesia (UI).
Ketiga alumni UI tersebut meyakini bahwa ditunjukkannya ijazah Jokowi kepada Roy Suryo tidak akan menyelesaikan masalah begitu saja.
Mereka adalah pakar hukum pidana UI, Dr. Febby Mutiara Nelson; kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan; dan pengamat politik Adi Prayitno.
Baca juga: Kuasa Hukum Eggi Sudjana Klaim Sudah Pegang Ijazah Jokowi, Roy Suryo: Indikasi Ada yang Cair
Lantas, seperti apakah prediksi ketiga alumni UI tersebut, dan bagaimana rekam jejaknya? Berikut informasi lengkapnya.
Sebelum ijazah Jokowi ditunjukkan, Febby Mutiara Nelson menduga bahwa ditunjukkannya ijazah Jokowi belum tentu menyelesaikan masalah.
Ia menilai perdebatan masih bisa saja terjadi meski ijazah Jokowi ditunjukkan.
"Sebenarnya menunjukkan ijazah itu juga tidak menyelesaikan masalah menurut saya, karena ijazah yang ditunjukkan itu bisa palsu, bisa juga tidak," kata Febby, dikutip dari tayangan kanal YouTube tvOneNews, Senin (1/12/2025).
"Nanti bisa dibantah lagi. Misalnya ijazah sepertinya asli tapi ternyata buatan pramuka, misalnya gitu," sambungnya.
Menurut Febby, salah satu hal yang bisa saja diperdebatkan adalah jenis kertas ijazah tersebut.
"Kalau seandainya diperlihatkan pasti ada lab forensik dan sebagainya untuk menunjukkan bahwa ini memang asli atau tidak," ujarnya.
"Nanti diperdebatkan lagi nih kertasnya baru atau lama, kemudian jenis kertasnya dan segala macam," imbuhnya.
Febby Mutiara Nelson adalah staf pengajar di Bidang Studi Hukum Acara Fakultas Hukum Universitas Indonesia sejak tahun 2003.
Ia mendapatkan gelar sarjana hukum, magister hukum dan doktor ilmu hukum dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Selain mengajar di program sarjana, Febby juga mengajar di Program Magister Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Senada seperti Febby Mutiara Nelson, Yakup Hasibuan menyebut bahwa masalah belum tentu selesai meski ijazah Jokowi ditunjukkan.
"Ditunjukkan pun tidak akan selesai. Itu yang dari awal kita selalu sampaikan," kata Yakup, dikutip dari tayangan kanal YouTube tvOneNews, Senin (1/12/2025).
"Itu pun sudah berulang kali kita konfirmasi ke pihak Mas Roy Suryo dan kawan-kawan, 'kalau ditunjukkan langsung selesai nggak?', 'saya teliti dulu kalau asli ya selesai, kalau palsu ya lanjut lagi.'," ujarnya.
Yakup adalah anak pengacara kondang yang kini menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan yakni Otto Hasibuan.
Ia mengikuti jejak karier ayahnya, Otto Hasibuan, sebagai seorang pengacara atau advokat.
Suami Jessica Mila ini mengenyam pendidikan S-1 di Universitas Indonesia (UI).
Yakup kuliah di UI dengan masuk Fakultas Hukum.
Saat awal mula polemik keaslian ijazah Jokowi sedang ramai diperbincangkan pada Juli 2025, Adi Prayitno menilai bahwa kasus tersebut akan berjalan panjang dan tidak akan selesai pada tahun 2025.
Menurut Adi, kasus ijazah Jokowi bisa berjalan hingga tahun 2029 atau 2035 mendatang.
"Bahwa ini (keaslian ijazah Jokowi) penting sih oke, tapi jangan sampai energi kita habis untuk urusan kayak gini-gini misalnya," kata Adi Prayitno, dikutip dari program AKIP tvOne, Rabu (16/12/2025).
Adi Prayitno mengaku sebenarnya tidak ingin terlalu berkomentar lebih jauh tentang keaslian ijazah Jokowi, tetapi ia memprediksi polemik tersebut akan berlangsung lebih lama.
"Karena ini adalah pertarungan politik yang bukan hanya terjadi hari ini. Ini (kasus ijazah Jokowi) bisa panjang ini."
"Bahkan bisa melampaui 2029, bisa 2035," ujar Adi.
Kini prediksi Adi Prayitno yang ia sampaikan pada 5 bulan yang lalu itu mulai terbukti.
Meski tahun sudah berganti dari 2025 menjadi 2026, polemik keaslian ijazah Jokowi sampai saat ini masih berlangsung.
Adi Prayitno adalah analis politik UIN Jakarta yang kerap menjadi narasumber di sejumlah televisi swasta nasional.
Analisisnya yang tajam tentang dinamika politik nasional membuatnya kerap dipercaya untuk menjadi narasumber.
Adi adalah lulusan sarjana bidang ilmu politik di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Ia juga telah memiliki gelar S2. Gelar S2 ia dapatkan dari Universitas Indonesia (UI).
Adi Prayitno memang alumni UI. Ia meraih gelar akademik S2 Master of Infrastructure Planning di UI pada 2013.
Nama lengkap berikut dengan gelarnya adalah Adi Prayitno, M.I.P.
(Tribunnews.com/Rakli)