usmile: Pasta Gigi Pemutih Tanpa Sensitivitas Jadi Tren Masyarakat Urban di Era Oral Healthcare
January 07, 2026 07:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Kesadaran masyarakat urban terhadap penampilan turut mempengaruhi pemilihan pasta gigi.

Riset dari Fortune Business Insights pada tahun 2025 yang disampaikan oleh usmile Indonesia, memproyeksikan pasar pemutih gigi secara global akan meningkat hingga USD 12,77 miliar pada tahun 2032 mendatang.

Baca juga: FKG Unair Gandeng Pemkab Pasuruan dan PDGI, Edukasi Kesehatan Gigi dan Penanganan Bibir Sumbing

Menariknya, lebih dari separuh pangsa pasar tersebut berasal dari produk pasta gigi pemutih.

Kebutuhan para millennials dan Gen Z yang mulai mengutamakan penampilan gigi putih, di tengah tren tingginya konsumsi kopi dan rokok disebut sebagai pemicu peningkatan pasar.

“Konsumen Indonesia kini memasuki era oral healthcare yang baru, mereka mencari bahan aktif yang aman namun memberikan hasil,” sebut Michelle, Country Manager usmile Indonesia & Malaysia, Rabu (7/1/2025).

Di balik pertumbuhan tersebut, lanjutnya, industri kini menghadapi tantangan baru seiring semakin kritisnya perilaku konsumen.

Saat ini, konsumen dinilai sangat memperhatikan bahan baku dari produk-produk yang mereka gunakan secara langsung di tubuh, seperti memilih pasta gigi pemutih yang tidak menyebabkan gigi menjadi sensitif.

“Bahan-bahan yang dianggap less abrasive menjadi pilihan utama, khususnya bagi konsumen yang telah mendapatkan edukasi dari ahli,” sebutnya.

Gigi Putih Tanpa Ngilu

Michelle menjelaskan penggunaan teknologi Fluoride Calcium Powder dan Hydroxyapatite (HAP) menjadi standar baru bagi konsumen yang menginginkan gigi putih tanpa rasa ngilu.

“Kami membawa standar internasional ini ke Indonesia, mengedukasi publik bahwa senyum cerah dan menjaga kesehatan enamel bisa berjalan secara selaras," kata Michelle.

Lebih rinci, FCap merupakan teknologi proprietary water-free yang berfungsi mempercepat perbaikan enamel dan pemutihan gigil wih cepat.

Hingga 2,5 kali lipat dibanding pasta gigi pemutih pada umumnya.

Teknologi ini bekerja dengan menghantarkan kalsiumdan ion fosfat masuk ke pori-pori mikro gigi, sehingga memberikan perlindungan ekstra terhadap erosi.

Seperti akibat konsumsi makanan & minuman asam (seperti kopi dan teh), maupun perubahan suhu panas dan dingin secara ekstrim.

Sementara, HAP disebut dapat mengisi retakan mikro pada enamel sehingga permukaan gigi menjadi lebih halus dan kuat.

Dengan formula dari keduanya, dipercaya membuat penampilan gigi bercahaya, cerah tanpa mengikis lapisan pelindungnya.

Selain itu, Michelle menyebut, produk ini dibuat dengan memperhatikan nilai estetika, tekstur lembut, serta memiliki rasa dan wangi.

“Ini menjadi elemen pembeda dari pasta gigi pemutih konvensional lainnya,” tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.