Sosok Atlet Golf Jesslyn Wijaya yang Diduga Diculik saat Rayakan Ultah Nenek, Awal Kejadian di Resto
Amalia Husnul A July 22, 2026 06:19 AM

 

TRIBUNKALTIM.CO - Sosok atlet golf Jesslyn Wijaya diduga menjadi korban penculikan saat menghadiri perayaan ulang tahun neneknya di sebuah restoran di Jakarta Pusat.

Peristiwa penculikan Jesslyn Wijaya dilaporkan Senin (13/7/2026) malam dan hingga saat ini masih diselidiki kepolisian.

Informasi terkait kehidupan pribadi Jesslyn Wijaya masih sangat terbatas.

Diketahui, Jesslyn Wijayaya aktif di dunia golf dan pernah meraih penghargaan Best Nett Overall (BNO) Regular dalam turnamen yang diselenggarakan Chemical Golf Club di Rainbow Hills Golf Club pada Juni 2023.

Baca juga: Momen Sebelum Bocah 7 Tahun di Kutim Diculik lalu Dibunuh, Enggan Diajak Pergi Ibu dan Pilih Main

Dalam turnamen tersebut, Jesslyn Wijaya mencatatkan skor gross 90. Dengan handicap 28, ia membukukan skor net 62 yang mengantarkannya meraih trofi Best Nett Overall kategori Regular.

Dugaan Penculikan 

Kuasa hukum pelapor, Andi Darti, mengatakan dugaan penculikan terjadi saat Jesslyn menghadiri perayaan ulang tahun neneknya di sebuah restoran di kawasan Jakarta Pusat.

Berdasarkan keterangan saksi, terdapat sekitar lima pria tak dikenal yang berada di lokasi sebelum acara dimulai.

Senin (20/7/2026) dalam keterangan tertulis Andi Darti menyebutkan, "Menurut keterangan sejumlah saksi, sesaat sebelum acara ulang tahun dimulai, ketika seluruh persiapan telah selesai dan lagu ulang tahun akan diputar, korban diduga secara tiba-tiba ditutup matanya." 

Selanjutnya, Andi menyebut Jesslyn diangkat oleh dua pria bertubuh besar dan dibawa menuju mobil berwarna hitam.

Korban disebut sempat berteriak meminta pertolongan serta berusaha keluar dari kendaraan, tetapi kembali dimasukkan ke dalam mobil.

"Korban terdengar berteriak meminta pertolongan dan sempat berusaha keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil. Kendaraan tersebut selanjutnya meninggalkan lokasi," ujarnya.

Keluarga Kehilangan Kontak

Sejak peristiwa tersebut, keluarga mengaku tidak lagi dapat menghubungi Jesslyn.

Nomor telepon dan seluruh akun media sosial korban dilaporkan sudah tidak aktif. Saat didatangi ke apartemennya di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Jesslyn juga tidak berada di lokasi.

Di tengah pencarian, muncul informasi bahwa Jesslyn diduga melakukan perjalanan menuju Malaysia melalui Semarang pada 14 Juli 2026.

Namun, di sisi lain, pelapor juga memperoleh informasi bahwa telepon seluler korban masih terdeteksi berada di kawasan Puri Jimbaran, Jakarta Utara.

Rekan Korban Lapor Polisi

Karena khawatir terhadap keselamatan Jesslyn, rekan korban berinisial NAH (37) melaporkan dugaan penculikan tersebut ke Polres Metro Jakarta Pusat pada Kamis (16/7/2026).

Laporan itu teregister dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA.

Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki laporan tersebut dan menelusuri keberadaan Jesslyn Wijaya. 

CCTV Diklaim Rusak

Sayangnya, penyelidikan awal di tempat kejadian perkara (TKP) sempat terkendala karena pihak restoran menyebut kamera pengawas di lokasi rusak.

"Saat dilakukan pengecekan di lokasi, diperoleh informasi rekaman CCTV restoran tidak dapat digunakan," kata Andi.

Saat ditanyai perihal respons keluarga yang juga berada di lokasi saat penyergapan terjadi, Andi menyebut enggan berkomentar banyak demi menjaga privasi.

"Kami belum dapat memberi keterangan lebih jauh mengenai komunikasi dengan keluarga maupun hubungan pribadi antara pelapor dan terlapor, karena privasi para pihak dan berkaitan dengan proses yang berjalan," ujarnya.

Di tengah upaya pencarian, muncul dua petunjuk yang saling bertolak belakang dan menambah teka-teki keberadaan Jesslyn Wijaya.

"Berdasarkan informasi lainnya yang diperoleh pelapor, terdapat indikasi bahwa pada 14 Juli 2026 korban melakukan perjalanan menuju Malaysia melalui Semarang," jelas Andi.

Di sisi lain, pelacakan terhadap gawai milik korban justru menunjukkan koordinat yang masih berada di Jakarta, tak jauh dari tempat tinggalnya.

"Pihak pelapor memperoleh informasi bahwa perangkat telepon seluler yang diduga milik korban masih terdeteksi berada di Puri Jimbaran (Jakarta Utara)," kata dia.

Pihaknya berharap aparat kepolisian bisa mengurai kebingungan dari perbedaan informasi tersebut.

"Kami menghormati penyelidikan dan menyerahkan sepenuhnya ke kepolisian untuk melakukan pendalaman terhadap seluruh fakta," ujar Andi.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Hery Saputra, menyebutkan bahwa pihaknya telah menerima laporan peristiwa tersebut.

"Ada laporan tersebut ke Polres Jakarta Pusat, selanjutnya kami masih lakukan pendalaman untuk mencari fakta-faktanya," kata Roby.

Baca juga: Kacab Bank BUMN yang Diculik dan Dibunuh Dipilih secara Acak, Berawal dari Kartu Nama

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.