TRIBUNMANADO.CO.ID - Bina Remaja GMIM, renungan dalam sepekan mulai 4 - 10 Januari 2026.
Pembacaan alkitab terdapat pada Efesus 5:1-21.
Tema perenungan adalah Hiduplah Sebagai Anak-anak Terang.
Khotbah:
Shalom, damai di hati. Damai di hati, Shalom. Apa kabar Remaja GMIM?
Surat Paulus kepada jemaat di Efesus ini memberikan instruksi berharga tentang bagaimana seharusnya kehidupan
orang Kristen dijalani.
Pesan utamanya adalah kita dipanggil untuk menjadi peniru-peniru Allah dan hidup sebagai anak-anak terang di dunia yang gelap ini.
Untuk Para Remaja: Pilihanmu Menentukan Warnamu Kehidupan remaja seringkali penuh dengan pilihan: mau ikut tren yang mana? Mau berteman dengan siapa?
Mau bicara seperti apa? Efesus 5:1-21 mengingatkan kita bahwa sebagai anak-anak yang dikasihi Allah, pilihan-pilihan kita
mencerminkan kasih Kristus.
Jauhi "Perbuatan Kegelapan" (ay. 3-5, 11-12): Paulus secara tegas melarang percabulan, kecemaran, keserakahan, perkataan kotor, kosong, atau sembrono.
Ini adalah "perbuatan kegelapan" yang tidak pantas bagi kita yang sudah ditebus.
Di era media sosial dan pergaulan yang luas, godaan untuk terlibat dalam hal-hal ini sangat besar.
Ingatlah, perkataan kotor berasal dari hati yang rusak, dan anak terang tidak akan berkata-kata kasar atau
mengumpat.
Jadilah "Anak-anak Terang" (ay. 8-10): Kita dulunya adalah kegelapan, tetapi sekarang kita adalah terang di dalam Tuhan.
Hidup sebagai anak terang berarti menghasilkan "buah terang" dalam segala macam kebaikan, keadilan, dan kebenaran.
Ujilah selalu apa yang berkenan kepada Tuhan dalam setiap keputusanmu.
Hargai Waktu dan Penuhilah Dirimu dengan Roh (ay. 15-18): Masa remaja adalah masa yang sangat berharga.
Jangan sia-siakan waktu (pergunakanlah waktu yang ada) untuk hal-hal yang tidak berguna.
Sebaliknya, penuhi dirimu dengan Roh Kudus, yang salah satu tandanya adalah hati yang bersyukur dan memuliakan
Tuhan melalui nyanyian dan puji-pujian.
Untuk Para Pembina Remaja: Menjadi Teladan dan Pembimbing Para pembina remaja memiliki peran krusial dalam
menuntun para remaja menjalani panggilan ini.
Teladanilah Kristus dalam Kasih (ay. 1-2): Remaja membutuhkan teladan nyata.
Hidup Anda sebagai pembina harus menjadi "surat terbuka" tentang kasih Kristus.
Kasih ini adalah kasih pengorbanan, seperti Kristus yang menyerahkan diri-Nya bagi kita.
Luruskan yang Bengkok, Singkapkan Kegelapan (ay. 11, 13): Jangan takut untuk menelanjangi atau menegur perbuatan perbuatan kegelapan secara bijak.
Beri tahu mereka bahaya pergaulan yang buruk dan dosa, bukan dengan penghakiman, tetapi dengan kasih dan kebenaran.
Ajarkan Kebijaksanaan dan Ucapan Syukur (ay. 15-20): Bantu remaja memahami pentingnya hidup bijaksana, bukan
seperti orang bebal.
Ajari mereka untuk mengucap syukur senantiasa dalam segala hal, karena ini adalah tanda kedewasaan rohani.
Tunduk Satu Sama Lain (ay. 21): Terapkan prinsip saling merendahkan diri dan tunduk seorang kepada yang lain di dalam
komunitas pelayanan, karena hormat kepada Kristus.
Ini menciptakan lingkungan yang sehat dan saling mendukung, di mana baik pembina maupun remaja dapat bertumbuh bersama.
Poin Refleksi Bersama:
Sudahkah hidup kita (baik remaja maupun pembina) mencerminkan terang Kristus di tengah lingkungan kita masing masing?
Area mana dalam hidup kita yang masih perlu disingkapkan oleh terang firman Tuhan?
Mari kita bersama-sama, baik remaja maupun pembina, berkomitmen untuk hidup sebagai peniru Allah, memancarkan
terang-Nya, dan membawa dampak positif bagi dunia di sekitar kita. Amin.
Sumber: KPRS GMIM edisi Desember 2025 - Januari 2026