Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Nestapa yang dialami Ustaz Dadan (52) dan keluarganya di Kawasan Perkotaan Jatinangor (KPJ), Kabupaten Sumedang, kian bertambah.
Setelah terisolasi akibat penutupan akses jalan proyek pembangunan RS Mitra Plumbon, kini mereka juga harus hidup dalam kondisi lingkungan yang gelap gulita pada malam hari.
Ustaz Dadan mengungkapkan, aliran listrik di bangunan-bangunan lain di sekitar rumahnya sudah diputus. Akibatnya, saat malam tiba, kawasan tersebut nyaris tanpa penerangan, kecuali cahaya yang berasal dari rumahnya sendiri.
“Listrik di bangunan lain sudah diputus. Kalau malam di sekitar sini gelap saja, kecuali penerangan dari rumah kami,” ujar Ustaz Dadan kepada Tribun Jabar.id, Rabu (7/1/2026) sore.
Kondisi itu membuat suasana lingkungan semakin mencekam. Ditambah lagi, area sekitar rumah kini dipenuhi rumput liar yang tumbuh tinggi, terutama di bagian belakang yang berbatasan langsung dengan aliran Sungai Cikeruh.
“Rumput-rumput jadi tinggi. Di belakang sungai Cikeruh, ya jadi kekhawatiran ada ular dan binatang-binatang lainnya,” katanya.
Baca juga: BREAKING NEWS! Ustaz Dadan dan Keluarga Terisolasi Proyek RS di Jatinangor, Lahan Belum Dibebaskan
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Ustaz Dadan mengaku beberapa kali melihat ular di sekitar area rumahnya, meski sejauh ini belum sampai mengganggu keluarganya.
“Pernah beberapa kali lihat ular, tapi tidak mengganggu,” tuturnya.
Dalam kondisi terisolasi dan minim penerangan, aktivitas ibadah pun jadi agak repot. Untuk berangkat salat berjamaah ke masjid saat waktu Magrib, Isya, dan Subuh, Ustaz Dadan terpaksa membawa senter sebagai alat penerangan.
“Kalau malam-malam ke masjid, ya saya bawa senter,” ucapnya.
Rumah Ustaz Dadan menjadi satu-satunya yang masih ditempati di Kampung Dangdeur RT01/12 Desa Mekargalih, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang tersebut setelah proyek pembangunan RS Mitra Plumbon menutup akses jalan dan membentengi area dengan tembok serta pagar seng tinggi.
Padahal, rumah yang ditempatinya hingga kini belum dibebaskan dan masih dalam tahap negosiasi. Penutupan akses jalan dan pemutusan lingkungan sekitar disebut dilakukan pihak proyek dengan alasan pengamanan aset.
Namun, dampaknya membuat Ustaz Dadan dan keluarganya hidup dalam kondisi terisolasi, sulit keluar-masuk, serta kini harus beraktivitas di tengah lingkungan yang gelap dan rawan.
Ustaz Dadan berharap pihak pengembang maupun pemerintah terkait dapat segera turun tangan mencari solusi terbaik, agar hak-hak warga yang masih bertahan tetap diperhatikan, terutama soal akses jalan dan keamanan lingkungan.
“Ini di kawasan perkotaan, tapi kondisi kami seperti terasing,” ujarnya.
Baca juga: DPMPTSP Sumedang Pastikan Proyek RS Mitra Plumbon yang Isolir Rumah Ustaz Dadan Belum Kantongi Izin