Tak Lolos saat Lamar ke Batik Air, Nisa Pramugari Gadungan Ternyata Ditipu, Uang Rp 30 Juta Amblas
Tribun January 09, 2026 01:38 AM

Polisi mengungkap bahwa Khairun Nisa alias KN (23) merupakan korban penipuan dengan modus perekrutan pramugari.

Fakta ini terungkap setelah Nisa ramai diperbincangkan di media sosial karena aksinya menyamar sebagai pramugari Batik Air.

Peristiwa tersebut terkuak saat Nisa tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Ia sebelumnya diketahui melakukan penerbangan dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badarudin II, Palembang, Sumatra Selatan.

Penampilannya yang meyakinkan membuat banyak pihak mengira Nisa benar-benar bagian dari awak kabin maskapai tersebut.

Kepala Unit IV Indag Polres Bandara Soekarno-Hatta, Iptu Agung Pujianto, menjelaskan bahwa kasus ini bermula ketika Nisa dikenalkan kepada seseorang yang mengaku memiliki kemampuan meloloskan calon pramugari ke maskapai penerbangan.

Setelah mendapat tawaran tersebut, Nisa kemudian berangkat dari Palembang menuju Jakarta untuk bertemu langsung dengan orang yang dimaksud.

Pertemuan itu menjadi awal dari rangkaian penipuan yang dialaminya.

"Kemudian datanglah dia ke Jakarta dan ketemu seseorang yang menawarkan (menjadi pramugari) tersebut," kata Agung dalam program Kompas Petang di YouTube Kompas TV, Kamis (8/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Nisa diminta menyerahkan uang sebesar Rp30 juta sebagai syarat agar bisa diterima sebagai pramugari.

Namun, setelah uang diserahkan, janji yang diberikan tak kunjung terwujud hingga akhirnya kasus ini terungkap ke publik.

"Pada dasarnya dia itu korban yang mana mau masuk (jadi) pramugari lalu menyerahkan uang Rp30 juta tapi berujung gagal."

"Orangnya (yang meminta uang) sudah tidak bisa dihubungi," ujar Agung.

Lantaran terlanjur malu, Nisa pun lantas berpura-pura menjadi pramugari dan memposting foto di media sosialnya dengan mengenakan atribut lengkap.

Adapun maksud dari apa yang dilakukan Nisa yaitu agar keluarganya percaya bahwa dirinya sudah menjadi pramugari.

Bahkan, Agung mengungkapkan Nisa juga sempat berfoto bersama orang tuanya sembari mengenakan atribut pramugari palsu.

"Bahkan sempat memposting di media sosialnya dan berfoto-foto bareng orang tuanya dengan mengenakan pakaian pramugari lengkap," tuturnya.

PRAMUGARI VIRAL - Alasan perempuan bernama Nisya (23) jadi viral setelah dirinya ketahuan pakai seragam pramugari atau flight attendant (FA) Batik Air.
PRAMUGARI VIRAL - Alasan perempuan bernama Nisya (23) jadi viral setelah dirinya ketahuan pakai seragam pramugari atau flight attendant (FA) Batik Air. (Istimewa)

Awak Mula Nisa Ketahuan Jadi Pramugari Gadungan

Aksi Nisa menjadi pramugari gadungan terbongkar setelah ada kru pesawat yang mencurigai perbedaan seragam yang dipakainya.

Momen itu terjadi pada Selasa (6/1/2026) sekira pukul 20.00 WIB.

"Kru pesawat curiga, kok ini ada pramugari Batik Air, menggunakan pakaian mirip pramugari, tapi coraknya beda," ujar Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, Rabu (7/1/2026), dikutip dari Kompas.com.

Yandri mengatakan kru tersebut lantas melaporkan Nisa ke petugas keamanan penerbangan Bandara Soekarno Hatta.

Setibanya di Bandara, Nisa langsung diperiksa oleh petugas keamanan dan mendapati bahwa dia bukanlah pramugari Batik Air.

“Setelah diinterogasi, memang bukan karyawan Batik Air. Kemudian dibawa ke Polres," kata Yandri.

Yandri menuturkan seluruh atribut yang dipakai Nisa diperoleh dengan cara membeli di marketplace.

Di sisi lain, ia mengungkapkan sebenarnya Nisa ingin berganti pakaian saat tiba bandara di Palembang. Namun, karena tidak cukup waktu, maka dirinya tetap menggunakan seragam tersebut.

"Jadi kalau pengakuannya dia sebenarnya setelah sampai Bandara di Palembang itu dia mau ganti. Namun, karena waktunya mepet sehingga dia naik pakai seragam itu ke pesawat sampai ke Bandara Soekarno-Hatta," kata Yandri dikutip dari Tribun Jakarta.

Batik Air Sepakat Damai

Pihak Batik Air pun tidak melanjutkan proses hukum terhadap KN. Yandri mengatakan pihak maskapai hanya meminta KN membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan tersebut ke depannya.

“Batik Air tidak melakukan penuntutan. Namun, bersangkutan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan menyita semua atribut Batik Air yang dipakai,” ucap Yandri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.