Hasil Liga Italia: Penalti Menit Akhir Pedro Bawa Lazio Imbang, Inter Milan Kokoh di Puncak Klasemen
January 08, 2026 06:19 AM

TRIBUNKALTIM.CO - Liga Italia Serie A kembali menyajikan laga penuh drama pada Kamis (8/1/2026) dini hari.

Sejumlah pertandingan Liga Italia pekan ke-19 berlangsung hampir bersamaan.

Laga-laga dini hari ini melibatkan Lazio, Fiorentina, Bologna, Atalanta, Parma, Inter Milan, Napoli, dan Hellas Verona menjadi sorotan utama.

Dari Stadio Olimpico di Roma hingga Stadio Diego Armando Maradona di Napoli, Serie A memperlihatkan betapa kompetisi tertinggi Italia itu tetap menyimpan daya tarik kuat sebagai liga yang tak pernah kekurangan drama.

Baca juga: 4 Bocoran Jersey Liga Italia Musim 2026/2027: AC Milan, AS Roma, Inter Milan

Kontroversi dan Ketegangan di Stadio Olimpico

Lazio menjamu Fiorentina di Stadio Olimpico, Roma, dalam pertandingan yang sejak awal sudah dibayangi ketegangan.

Lazio datang ke laga ini dengan kondisi pincang. Tijjani Noslin dan Adam Marusic harus menjalani skorsing, sementara Patric mengalami cedera.

Dua pemain lainnya, Boulaye Dia dan Fisayo Dele-Bashiru, absen karena membela negara mereka di Piala Afrika (AFCON), yakni turnamen antarnegara Afrika yang digelar dua tahunan.

Meski demikian, Lazio tetap menurunkan Matteo Guendouzi sebagai starter, meskipun gelandang asal Prancis itu dikabarkan akan segera bergabung dengan Fenerbahce.

Di sisi lain, Fiorentina mendapat tambahan tenaga dengan kembalinya Moise Kean ke starting XI setelah mencetak gol penentu kemenangan pada laga sebelumnya.

Namun, La Viola masih kehilangan Edin Dzeko, Jacopo Fazzini, dan Tariq Lamptey.

Sejak menit awal, Lazio tampil agresif. Peluang demi peluang diciptakan, termasuk melalui Toma Basic dan Gustav Isaksen.

Kiper Fiorentina, David De Gea, tampil impresif dengan sejumlah penyelamatan penting. Ketegangan memuncak saat Lazio menuntut penalti setelah Mario Gila terlihat ditarik Marin Pongracic di kotak terlarang.

 Wasit Simone Sozza, dengan bantuan VAR (Video Assistant Referee), menolak klaim tersebut, keputusan yang langsung memicu kemarahan para pemain dan pendukung tuan rumah.

VAR sendiri adalah sistem bantuan wasit berbasis video yang digunakan untuk meninjau keputusan penting seperti gol, penalti, kartu merah, dan kesalahan identitas pemain.

Namun, dalam laga ini, VAR justru menjadi sumber kontroversi lanjutan.

Gol, Balasan Cepat, dan Penalti yang Mengundang Perdebatan

Kebuntuan akhirnya pecah di awal babak kedua. Danilo Cataldi membuka keunggulan Lazio pada menit ke-52 setelah memanfaatkan bola sapuan yang buruk.

Gol tersebut seolah menjadi ganjaran atas dominasi Lazio sejak awal pertandingan.

Namun keunggulan itu hanya bertahan empat menit.

Fiorentina menyamakan kedudukan melalui Robin Gosens, yang melakukan kontrol akrobatik sebelum melepaskan tembakan menyudut ke gawang Ivan Provedel.

Gol ini mengubah momentum laga.

Drama belum berhenti. Lazio kembali menekan, tetapi De Gea kembali menjadi tembok kokoh.

Ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir, VAR kembali berperan penting.

 Wasit dipanggil untuk meninjau dugaan pelanggaran Mario Gila terhadap Albert Gudmundsson.

Meski tayangan ulang menunjukkan Gudmundsson tampak mencari kontak, penalti tetap diberikan.

Gudmundsson mengeksekusi penalti tersebut, sempat ditepis Provedel, tetapi bola tetap masuk.

Saat Fiorentina tampak akan membawa pulang kemenangan, Lazio kembali mendapat penalti di masa tambahan waktu. Pietro Comuzzo dinilai menarik baju Mattia Zaccagni.

Pedro, pemain veteran Lazio, maju sebagai eksekutor dan dengan tenang menaklukkan De Gea. Skor 2-2 bertahan hingga akhir, meninggalkan rasa frustrasi sekaligus lega bagi tuan rumah.

Atalanta Menang Penting di Bologna

Di Stadion Renato Dall’Ara, Atalanta meraih kemenangan krusial 2-0 atas Bologna.

 Laga ini menjadi pertarungan langsung untuk posisi zona Eropa, mengingat kedua tim bersaing ketat di papan tengah klasemen.

Nikola Krstovic menjadi pahlawan Atalanta. Meski tidak selalu menjadi pilihan utama, penyerang ini mencetak dua gol yang menentukan.

Gol pertama lahir pada menit ke-37 setelah menerima umpan Charles De Ketelaere. Gol kedua datang pada menit ke-60, ketika Krstovic lolos dari jebakan offside dan menyelesaikan peluang dengan tenang.

Bologna sebenarnya sempat memberikan perlawanan, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal serta performa solid kiper Atalanta, Marco Carnesecchi, membuat Rossoblu gagal mencetak gol.

Kemenangan ini membuat Atalanta melompati Bologna di klasemen dan menjaga asa tampil di kompetisi Eropa musim depan.

Inter Terus Melaju di Puncak Klasemen

Sementara itu di Parma, Inter Milan menunjukkan mental juara dengan kemenangan 2-0 atas tim tuan rumah.

Laga ini memiliki makna emosional tersendiri bagi Cristian Chivu, yang kini melatih Inter dan harus menghadapi klub lamanya.

Inter melakukan rotasi pemain karena akan menghadapi Napoli dalam laga penentuan perebutan Scudetto, gelar juara Serie A.

Meski demikian, kualitas Inter tetap terlihat jelas. Federico Dimarco membuka keunggulan pada menit ke-42 melalui gol yang sempat dianggap offside, tetapi disahkan VAR.

Parma sempat memberikan perlawanan, bahkan beberapa kali mengenai tiang gawang. Namun Inter tetap tenang.

Pada menit ke-98, Marcus Thuram memastikan kemenangan lewat gol kedua setelah gol sebelumnya dianulir akibat handball.

Hasil ini membuat Inter unggul empat poin di puncak klasemen, mempertegas status mereka sebagai kandidat terkuat juara musim ini.

Napoli Gagal Maksimalkan Comeback di Kandang

Drama juga terjadi di Naples saat Napoli menjamu Hellas Verona.

 Bertanding di Stadio Diego Armando Maradona, Napoli justru tertinggal dua gol lebih dulu.

Martin Frese dan Gift Orban membawa Verona unggul 2-0, hasil yang mengejutkan publik tuan rumah.

Napoli bangkit di babak kedua. Scott McTominay mencetak gol pertama lewat sundulan dari sepak pojok, sementara Giovanni Di Lorenzo menyamakan kedudukan pada menit ke-82.

Beberapa gol Napoli lainnya dianulir VAR karena handball dan offside, membuat frustrasi pendukung Partenopei.

Hingga peluit akhir, skor 2-2 tak berubah. Hasil ini terasa mengecewakan bagi Napoli, terutama karena Verona adalah tim yang sedang berjuang menghindari degradasi.

Klasemen Serie A Sementara

 
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
35
Inter Milan
18
14
0
4
39
15
24
42
2
35
AC Milan
17
11
5
1
28
13
15
38
3
35
Napoli
18
12
2
4
28
15
13
38
4
35
Juventus
19
10
6
3
27
16
11
36
5
35
Roma
19
12
0
7
22
12
10
36
6
35
Como
18
9
6
3
26
12
14
33
7
35
Atalanta
19
7
7
5
23
19
4
28
8
35
Bologna
18
7
5
6
25
19
6
26
9
35
Lazio
19
6
7
6
19
15
4
25
10
35
Udinese
19
7
4
8
19
29
-10
25
11
35
Sassuolo
19
6
5
8
23
25
-2
23
12
35
Torino
19
6
5
8
20
29
-9
23
13
35
Cremonese
18
5
6
7
18
21
-3
21
14
35
Cagliari
18
4
6
8
19
25
-6
18
15
35
Parma
18
4
6
8
12
20
-8
18
16
35
Lecce
18
4
5
9
12
25
-13
17
17
35
Genoa
18
3
6
9
18
28
-10
15
18
35
Fiorentina
19
2
7
10
19
29
-10
13
19
35
Verona
18
2
7
9
15
30
-15
13
20
35
Pisa
19
1
9
9
13
28
-15
12
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Lihat selengkapnya →

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.