Banjir Bandang Sitaro, 206 Bangunan Rusak dan 17 Warga Meninggal, Berikut Rincinya
January 08, 2026 06:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID,SITARO - Banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara beberapa waktu lalu menyebabkan banyak korban dan kerugian material.

Banyak bangunan yang terkena dampak dari banjir bandang yang disertai bebatuan besar.

Rumah warga hingga kantor Polres Sitaro juga terkena dampak cukup parah.

Baca juga: Potret Kerusakan Parah di Siau Barat Akibat Banjir, Mapolres Sitaro Rusak Parah

Tak hanya itu, petugas dan warga juga masih melakukan pencarian terhadap korban hilang.

Berikut rincian dampak banjir bandang yang terdata sementara.

Total ada 206 unit bangunan yang ikut terdampak banjir bandang di Siau, Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara.

Dari jumlah tersebut 30 rumah dilaporkan hilang terbawa banjir. 52 rumah rusak berat. 29 rumah rusak sedang dan 89 lainnya rusak ringan. 

Sementara kantor pemerintahan dilaporkan satu yang alami kerusakan yakni Markas Polres Sitaro.

Selain itu kerusakan juga dialami satu unit bengkel, satu kios dan Tiga bangunan sekolah.

Berikut datanya: 

Rumah yang hilang 30 unit

Rumah Rusak Berat : 52

Rumah Rusak Sedang : 29

Rusak Rusak Ringan ; 89

Kantor : Polres 1

Kios : 1
Bengkel : 1
Sekolah Rusak : 3 Yaitu

1). TK Jiwa Bahu
2). TK Batusenggo
3). SD Batusenggo.

Sementara itu hingga Rabu (7/1/2026) pukul 18.50 Wita ini jumlah total korban meninggal akibat musibah ini ada 17 orang. 

Terbaru, pihak kepolisian dari Tim K9 menemukan sosok bayi berusia sekitar 2 tahun. 

Korban ditemukan oleh anggota Polri dari Tim K9, dalam kondisi sudah meninggal.

Korban ditemukan di Sanumpito Desa Laggaeng Kecamatan Siau Barat Selatan.

Kapolres Sitaro AKBP Iwan Permadi saat dikonfirmasi Tribun Manado menyebut bahwa korban ditemukan oleh tim yang dipimpin AKP Edy Akan Uldate.

"Nama korban Klaison Tatambihe, usia 2 tahun. Korban ditemukan setelah tim menempuh perjalanan kaki selama 45 menit," terang Kapolres.

Jenazah bayi Clayton ditemukan

Clayton Azriel Tatambihe, bayi dua tahun yang ikut jadi korban dalam bencana banjir bandang di Siau, Sitaro, Sulawesi Utara ditemukan dalam kondisi sudah meninggal. 

Proses pencarian dilakukan oleh aparat gabungan di lingkungan I Sanumpito Kampung Laghaeng Kecamatan Siau Barat Selatan, Rabu (7/1/2026) siang.

Kronologi

Awalnya tim yang terdiri dari TNI-Polri, Basarnas, BPBD dan stakeholder turun ke salah satu lokasi terdampak bencana di Siau.

Tepatnya di Sanumpito Kampung Laghaeng Kecamatan Siau Barat Selatan.

Di sana, mereka lantas menyisir titik-titik yang dicurigai sebagai lokasi hilangnya korban.

Sekitar pukul 11.00 Wita, personel Polri dari Tim K9 menemukan sesosok mayat anak bayi yang kemudian teridentifikasi adalah Clayton Azriael. 

Tim K9 sendiri adalah unit khusus di kepolisian yang memiliki anjing terlatih dan pawangnya (handler) yang salah satu fungsinya adalah mencari korban bencana (SAR).

Kapolres Sitaro AKBP Iwan Permadi saat dikonfirmasi Tribun Manado menyebut bahwa korban ditemukan oleh tim K9 yang dipimpin AKP Edy Akan Uldate

"Berdasarkan ciri fisik serta keterangan keluarga diperoleh informasi data, bahwa korban adalah Clayton Azriel Tatambihe. Laki-laki. Umur 2 tahun. Alamat Kampung Laghaeng," terang dia.

Selanjutnya, proses identifikasi dilakukan oleh Tim DVI Bid Dokkes Polda Sulut. 

Kapolres Sitaro menyebut, pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan bersama stakeholder terkait. 

Di mana hingga saat ini masih ada dua korban lagi yang belum ditemukan.

Tentang Pulau Siau

Pulau Siau berada di bagian utara Provinsi Sulawesi Utara. 

Dari Pelabuhan Manado ke Siau bisa ditempuh kurang lebih 5 jam naik kapal cepat.

Siau adalah satu dari 47 pulau yang masuk wilayah Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang dan Biaro (Sitaro). 

Dari 47 pulau itu, hanya 10 pulau di antaranya berpenghuni. 

Total penduduk Kabupaten Sitaro sebanyak 70.528 jiwa. Terbanyak menghuni Pulau Siau. Disusul Pulau Tagulandang dan Biaro.

Ibu kota kabupaten berada di Siau. Gunung Api Karangetang dengan ketinggian 1.797 mdpl dan sangat aktif berada di pulau ini. 

Pulau Siau juga dikenal dengan komoditi unggulannya berupa Pala. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.