3 Berita Populer Sumbar: Fenomena Sinkhole Ramai Dikunjungi, Rekonstruksi Kebakaran Pasar Payakumbuh
January 08, 2026 07:27 AM

Sejak kemunculannya pada Minggu (4/1/2025) lalu, sinkhole yang kini terus mengeluarkan air ramai dikunjungi warga dari berbagai daerah.

Kemudian, Polres Payakumbuh menggelar rekonstruksi terkait kasus kebakaran Pasar Payakumbuh Blok Barat.

Baca juga: Sinkhole di Limapuluh Kota Masih Keluarkan Air, Tampak Biru tapi Bening dan Jernih

Selanjutnya, Pemko Pariaman laporkan dampak bencana hidrometeorologi membuat 55 unit rumah rusak dengan rincian 10 unit rusak berat.

Sekitar 800 hektare lahan pertanian warga juga dilaporkan terdampak banjir.

1. Fenomena Sinkhole di Situjuh Batuah Viral, Warga Ramai Datang hingga Sore Hari

SINKHOLE- Fenomena alam berupa lubang misterius atau sinkhole atau lubang runtuhan tanah muncul di area persawahan milik warga di Jorong Tepi, Nagari Situjuh Batuah, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar).
SINKHOLE- Fenomena alam berupa lubang misterius atau sinkhole atau lubang runtuhan tanah muncul di area persawahan milik warga di Jorong Tepi, Nagari Situjuh Batuah, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar). (Tangkapan Layar/BPBD Limapuluh Kota)

Fenomena alam berupa lubang misterius atau sinkhole yang muncul di area persawahan milik warga di Jorong Tepi, Nagari Situjuh Batuah, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), masih menjadi perhatian masyarakat.

Sejak kemunculannya pada Minggu (4/1/2025) lalu, sinkhole yang berada di sawah milik seorang warga bernama Adrolmios (61) itu ramai didatangi warga dari berbagai daerah. 

Baca juga: Perbaikan Jalan di Talu Pasaman Barat Berisiko, Mahyeldi Nilai Pengalihan Jalur Lebih Aman

Penjabat (Pj) Wali Nagari Situjuh Batuah, Emil Novri Irsyan, mengatakan hingga saat ini kondisi sinkhole relatif stabil.

Meski air di dalam lubang masih mengalami kenaikan, volumenya tidak terlalu signifikan.

“Air saat ini masih naik, tapi tidak terlalu besar,” kata Emil Novri Irsyan kepada TribunPadang.com, Rabu (7/1/2026).

Ia memastikan, hingga kini tidak terjadi penambahan diameter lubang. 

Menurutnya, ukuran sinkhole masih sama seperti saat pertama kali muncul.

“Tidak ada penambahan lebar lubang. Diameternya masih sama dengan yang awal,” ujarnya.

Emil mengakui, ramainya warga yang datang ke lokasi tidak terlepas dari viralnya fenomena tersebut. 

Baca juga: Bundo Kanduang se-Kota Pariaman Marandang untuk Korban Bencana Sumbar

Bahkan, pada jam-jam tertentu jumlah pengunjung meningkat drastis.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak nagari telah mengambil langkah pengamanan dengan menugaskan petugas Linmas di sekitar lokasi.

“Dari pihak nagari, kami sudah menugaskan dua orang Linmas untuk berjaga-jaga dan mengamankan lokasi,” ungkap Emil.

Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Sitinjau Lauik, Seluruh Kendaraan Berhasil Dievakuasi

Terkait warna air di dalam sinkhole yang tampak biru dan menarik perhatian warga, Emil menjelaskan hal itu disebabkan oleh kejernihan air yang berasal dari mata air tanah.

“Warna biru itu karena airnya jernih dari mata air, ditambah pantulan sinar matahari, sehingga terlihat semakin biru,” katanya.

Meski tidak bisa melarang warga secara langsung untuk datang ke lokasi, Emil mengimbau masyarakat agar tidak berkerumun terlalu ramai demi keselamatan bersama.

“Melarang secara langsung tidak bisa karena sudah viral. Tapi kami tetap mengimbau warga agar tidak terlalu ramai datang ke lokasi, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” tutupnya.

2. Adegan Beli Rokok hingga Buat Perapian, Polisi Gelar Rekonstruksi Kebakaran Pasar Payakumbuh

REKA ADEGAN- Tersangka berinisial IM sedang memperagakan membuat perapian untuk menghangatkan badan dalam rekonstruksi kasus kebakaran Pasar Payakumbuh Blok Barat, yang digelar pada, Selasa (6/1/2026).
REKA ADEGAN- Tersangka berinisial IM sedang memperagakan membuat perapian untuk menghangatkan badan dalam rekonstruksi kasus kebakaran Pasar Payakumbuh Blok Barat, yang digelar pada, Selasa (6/1/2026). (Dokumentasi/Polres Payakumbuh)

Polres Payakumbuh menggelar rekonstruksi terkait kasus kebakaran Pasar Payakumbuh Blok Barat, Sumatera Barat, Selasa (6/1/2026).

Pasar Payakumbuh hangus dilalap si jago merah, pada Selasa (26/8/2025).

Dimana, Pasar Payakumbuh berlokasi tepatnya di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh.

Setelah dilakukan penyelidikan, Polres Payakumbuh berhasil mengamankan dan menetapkan satu orang sebagai tersangka berinisial IM pada November 2025, lalu.

Kemudian pada Selasa siang, Polres Payakumbuh rekonstruksi dengan sebanyak 33 reka adegan.

Baca juga: HUT ke-22 Solok Selatan, Ketua DPRD Ingatkan Pemda Keluar dari Ketergantungan Dana Pusat

Reka adegan ini melibatkan sekitar 75 orang personel Polres Payakumbuh.

Dimulai dari tersangka IM membeli rokok di bawah Pasar Kanopi Payakumbuh.

Selanjutnya, IM memanjat ke lantai dua untuk melakukan aksi menghisap lem dan bermain gim Mobile Legend.

Setelah itu, diakhiri dengan IM membuat perapian untuk menghangatkan badan, yang diduga asal api.

Baca juga: Kesaksian Pengendara Minibus yang Masuk Jurang 15 Meter dalam Tabrakan Beruntun Sitinjau Lauik

Kapolres Payakumbuh, AKBP Ricky Ricardo, menyebut kebakaran ini diduga akibat kelalaian IM yang membuat perapian di sekitar lokasi kejadian.

Hal itu berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan pihaknya serta diperkuat dengan hasil olah TKP yang dilakukan Puslabfor Polda Riau.

Kasat Reskrim IPTU Andrio Siregar, menyebutkan ada 33 reka adegan dari semula yang direncanakan hanya 22 reka adegan yang ditampilkan.

Rekonstruksi ini dilaksanakan berdasarkan atas permintaan dan petunjuk dari Jaksa Penuntut Umum.

Dimana, bertujuan untuk memperjelas alur peristiwa, mengidentifikasi penyebab, dan mengumpulkan bukti lebih lanjut serta memperkuat penyidikan yang sudah berjalan dan dapat dipertanggungjawabkan dalam persidangan nantinya.

Baca juga: Mendagri Apresiasi Gerak Cepat Pemprov Sumbar Tangani Bencana Hidrometeorologi

"Alhamdulillah berjalan lancar, tersangka melakukan adegan dengan baik didampingi oleh penasihat hukum, disaksikan langsung oleh Jaksa penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Payakumbuh dan Hakim serta menghadirkan beberapa orang saksi," ujar IPTU Andrio Siregar.

"Polisi terus melakukan pekerjaannya dengan profesional, dan tentu semua ini juga membutuhkan dukungan masyarakat," pungkasnya.(*)

3. 55 Rumah Rusak dan 800 Ha Lahan Pertanian Rusak di Pariaman Akibat Bencana Hidrometeorologi

Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama unsur Forkopimda dan jajaran OPD mengikuti rapat koordinasi penanganan dampak bencana hidrometeorologi secara daring dengan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, dari Balai Kota Pariaman, Senin (5/1/2026) malam.
Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama unsur Forkopimda dan jajaran OPD mengikuti rapat koordinasi penanganan dampak bencana hidrometeorologi secara daring dengan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, dari Balai Kota Pariaman, Senin (5/1/2026) malam. (Diskominfo Kota Pariaman)

Pemerintah Kota Pariaman menyampaikan laporan dampak bencana hidrometeorologi kepada Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah secara daring dari Balai Kota Pariaman, Senin (5/1/2026) malam.

Rapat koordinasi tersebut diikuti jajaran Pemerintah Provinsi Sumbar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumbar, serta sejumlah pemerintah daerah di Sumbar yang terdampak bencana. 

Dari Kota Pariaman, rapat dihadiri langsung Wali Kota Pariaman Yota Balad didampingi unsur Forkopimda, kepala OPD terkait, dan BPBD Kota Pariaman.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Beruntun Enam Kendaraan di Sitinjau Lauik, Berawal Trailer Rem Blong

Dalam paparannya, Yota Balad menyampaikan kondisi terkini dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi di Kota Pariaman akibat intensitas curah hujan tinggi disertai angin kencang. 

Bencana tersebut menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan akibat banjir.

“Total rumah yang mengalami kerusakan sebanyak 55 unit, dengan 10 di antaranya dalam kondisi rusak berat,” ujar Yota Balad.

Selain merusak permukiman warga, bencana hidrometeorologi juga berdampak signifikan terhadap sektor pertanian. 

Baca juga: Jawara Lomba Cerdas Quran Meriahkan HUT ke-22 Solok Selatan, Wabup: Program Rumah Tahfidz Berjalan

Yota Balad menyebut sekitar 800 hektare lahan pertanian warga terdampak banjir.

“Bencana ini tidak hanya berdampak pada rumah warga, tetapi juga pada lahan pertanian masyarakat,” imbuhnya.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, Yota Balad berharap Pemerintah Provinsi Sumbar dapat membantu penanganan Sungai Batang Mangor, khususnya melalui normalisasi aliran sungai sepanjang kurang lebih 14 kilometer.

Ia menjelaskan, kondisi Sungai Batang Mangor saat ini sudah berada pada zona merah. 

Abrasi sungai tidak hanya mengancam lahan pertanian, tetapi juga ratusan permukiman warga yang berada di sepanjang bantaran sungai.

“Kami berharap penanganan dari Pemprov Sumbar dapat dilakukan sesegera mungkin, serta memohon arahan dari Bapak Gubernur terkait langkah-langkah penanganan pascabencana,” tegasnya.

Baca juga: Terik Matahari Tak Hentikan Warga Griya Permata 2 Padang Bangkit dari Banjir

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dalam arahannya menekankan pentingnya kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

Ia meminta pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kewaspadaan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta melakukan pelaporan secara berkelanjutan agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Melalui rapat daring tersebut, diharapkan sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Pariaman semakin kuat dalam upaya penanganan dan mitigasi bencana hidrometeorologi, demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.