Jadwal Pemilihan Rektor Unhas 2026–2030 Diundur ke 14 Januari
January 08, 2026 11:22 AM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Jadwal Pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026–2030 mengalami perubahan.

Pemilihan yang semula dijadwalkan berlangsung pada Senin, 12 Januari 2026, diundur menjadi Rabu, 14 Januari 2026.

Kepala Bidang Humas Kantor Sekretariat Rektor Unhas, Ishaq Rahman, membenarkan perubahan tersebut saat dikonfirmasi, Kamis (8/1/2026) pagi.

“Pemilihan yang sedianya digelar 12 Januari mengalami perubahan menjadi Rabu, 14 Januari 2026,” ujar Ishaq.

Ia menjelaskan, perubahan jadwal dilakukan dengan mempertimbangkan agenda sejumlah anggota Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas dari unsur eksternal. Selain itu, Panitia Pemilihan Rektor (PPR) Unhas juga telah menerima arahan terbaru dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti Saintek) melalui Ketua MWA Unhas, Prof Andi Alimuddin Unde.

Pemilihan tetap akan berlangsung di Kampus Unhas Jakarta, Jalan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Lokasi tersebut dipilih setelah melalui konsultasi dengan MWA.

“Pertimbangan utama kami adalah hasil konsultasi dengan Pak Menteri serta efektivitas kehadiran anggota MWA dari unsur tokoh masyarakat dan ex officio,” jelas Ishaq.

Pemilihan di Jakarta juga dinilai memudahkan sejumlah anggota MWA asal Sulawesi Selatan yang beraktivitas di Ibu Kota.

Saat ini, proses pemilihan rektor telah memasuki tahapan di tingkat MWA.

Sejumlah tokoh nasional tercatat sebagai anggota MWA Unhas, di antaranya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Brian Yuliarto.

Kemudian, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman yang juga Ketua Umum IKA Unhas, serta Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.

Dari unsur masyarakat, terdapat CEO PT Freeport Indonesia Tony Wenas, pengusaha M Arsjad Rasjid, serta ilmuwan Prof Sangkut Marzuki.

Panitia Pemilihan Rektor telah menyusun agenda pemilihan yang akan dilaksanakan melalui Rapat Paripurna Terbuka Luar Biasa dalam rangka Pemilihan Rektor Unhas periode 2026–2030.

Dalam agenda tersebut, masing-masing calon rektor akan memaparkan kertas kerja, kemudian dilanjutkan dengan pendalaman oleh anggota MWA.

Prof Andi Pangerang Moenta ditunjuk sebagai moderator.

Tiga calon Rektor Unhas yang akan mengikuti tahapan ini yakni Prof Budu, Prof Jamaluddin Jompa, dan Prof Sukardi Weda.

Selanjutnya, MWA akan menggelar rapat tertutup untuk mengambil keputusan melalui musyawarah mufakat atau pemungutan suara, sebelum akhirnya menetapkan Rektor Unhas terpilih periode 2026–2030.

Sementara itu, Ketua MWA Unhas Prof Andi Alimuddin Unde menyatakan telah menerima hasil penjaringan calon rektor dari Senat Akademik Unhas.

“Ini merupakan amanah dari Senat Akademik yang akan kami hormati dan pertimbangkan secara saksama. Aspirasi Senat menjadi salah satu indikator penting bagi MWA dalam menetapkan pimpinan Unhas periode 2026–2030,” ujarnya.

Ia menegaskan, MWA akan menindaklanjuti hasil penjaringan tersebut dengan penuh tanggung jawab.

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.