BANGKAPOS.COM -- Menjadi duri dalam rumah tangga orang, kini Inara Rusli ingin pernikahannya dengan Insanul Fahmi diakui negara.
Inara Rusli ingin pernikahannya disahkan secara negara melalui isbat pernikahan.
Keinginan tersebut mendapat sorotan dari Ustaz Derry Sulaiman, sahabat sekaligus penasihat spiritual Inara Rusli.
Menurut Derry Sulaiman, isbat nikah yang diinginkan Inara untuk mengesahkan pernikahannya dengan Insan sebenarnya sah dilakukan.
Namun, secara sosial bukan keputusan yang baik.
"Kalau sudah bercerai ya bisa saja (diajukan isbat nikahnya), tapi kan jadi masalah juga kan, masuk ke rumah tangga orang jadi bercerai kan, jadi enggak baik secara sosial kan," papar Derry, dikutip dari YouTube STARPRO Indonesia, Kamis (8/1/2026).
Baca juga: Profil Ananda Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinikahi Rifqi Maulana Mahar Rp100 Ribu, Pendidikan Dokter
Menurutnya, seharusnya Inara menyelesaikan masalahnya satu per satu terlebih dahulu.
"Jadi mestinya diselesaikan dulu urusan satu-satu. Kalau memang masuk sekarang menjadi poligami, mestinya dapat restu istri pertama," ungkapnya.
"Karena menikah dalam Islam itu boleh. Dua, tiga, empat. Kalau enggak mampu empat, satu, itu diatur agama. Tapi dengan satu syarat, tidak ada satu pun istri yang merasa terzalimi," tegasnya.
Ia menyoroti tak adanya restu dari Mawa yang didapat Inara.
"Ya kalau ada yang merasa terzalimi apalagi sampai lapor polisi. Ah, ini jadi enggak benar," cetus Derry.
Pihaknya menegaskan, pernikahan dibangun untuk maksud bahagia, bukan malah menimbulkan masalah.
"Kan maksud pernikahan itu untuk bahagia. Bukan untuk jadi masalah."
"Aku sering sampaikan, kalau perahu kita ini cuma muat satu orang, jangan dinaikin dua nanti karam."
"Kalau rumah kita tuh lantainya satu belum kuat kokoh, jangan dinaikin ke lantai dua nanti roboh. Kalau satu piring enggak habis, jangan nambah lagi. Serakah namanya," pungkasnya.
Sempat ngaku korban penipuan Insanul Fahmi, Inara Rusli kini ngotot ingin jadi istri sah.
Hal itu diungkapkan oleh kuasa hukum sekaligus rekan Insan, Dedy DJ.
Tindakan Inara melanjutkan hubungannya dengan Insan yang awalnya telah menalak dua Mawa itu dianggap hal lumrah oleh Dedy.
Menurutnya, secara agama, pernikahan Insan dan Inara tetap sah.
"Karena apa pun bentuknya pernikahan secara agama kan juga diakui sah menurut hukum selama rukun dan syarat nikahnya terpenuhi."
"Maka menurut komplilasi hukum Islam, pernikahan mereka adalah sah," terang Dedy, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Senin (5/1/2025).
Terkait keinginan Inara mengajukan isbat pernikahan, Dedy menyampaikan alasannya.
"Hanya pernikahan mereka secara hukum positif tidak terdaftar, tidak teregister di catatan sipil, sehingga mereka harus mengambil langkah hukum selanjutnya untuk mengajukan isbat nikah," bebernya.
"Karena dengan melakukan isbat nikah, maka buku nikah mereka akan keluar. Secara otomatis pernikahan mereka akan terpayungi secara hukum positif, gitu," lanjut Dedy.
Berbeda dari Inara, Wardatina Mawa memilih bercerai dengan Insanul Fahmi setelah menolak dipoligami dengan Inara Rusli.
Kuasa hukum Mawa, Darma Praja Pratama, menyebut kreator konten berusia 25 tahun itu ingin berpisah dengan Insanul Fahmi.
Darma menegaskan Mawa akan menggugat cerai Insan setelah laporan dugaan perzinaan selesai.
"Mawa udah tegas bahwa dia akan pisah, akan melakukan gugatan perceraian," terang Darma, dikutip dari YouTube Cumicumi, Senin (22/12/2025).
"Namun memang menunggu proses di kepolisian ini dulu gitu kan."
"Karena pastinya akan menguras waktu dan tenaga," paparnya.
Darma juga kembali menegaskan bahwa Wardatina Mawa menolak untuk hidup bersama Insan dan Inara.
"Sudah (mantap bercerai) apalagi untuk di poligami gitu," terangnya.
Di samping itu, kondisi psikis wanita bercadar tersebut jauh lebih baik daripada sebelumnya.
"Alhamdulillah kondisi psikisnya mungkin sekarang lebih baik ya. Ditambah dengan dia mengisi berbagai kesibukan yang positif," kata Darma.
"Dia lebih banyak lagi ya melakukan kegiatan-kegiatan supaya dia juga lebih cepat move on-nya gitu," sambungnya.
Keinginan Inara Rusli untuk jadi istri sah itu disindir secara langsung oleh Pengacara Insanul Fahmi, Tommy Tri Yunanto.
Menurut Tommy, Inara Rusli seharusnya tidak buru-buru ingin melakukan sidang isbat.
Ia malah menyarankan Insanul Fahmi untuk segera bersujud di kaki Mawa dan meminta maaf.
Keinginan Inara Rusli untuk mengesahkan pernikahannya dengan Insanul Fahmi diungkap oleh pengacaranya, Deddy DJ.
Menurut Deddy, Inara punya keinginan untuk mengesahkan pernikahannya melalui mekanisme isbat nikah.
"Keinginan untuk memiliki payung hukum berupa bukti buku nikah tentu ada. Itu penting untuk kepastian hukum," kata Deddy dikutip dari Kompas.com, Rabu (7/1/2025).
Deddy juga menyebut, secara aturan, poligami dimungkinkan, namun harus memenuhi syarat dan mendapatkan persetujuan dari istri pertama, Wardatina Mawa.
"Soal poligami, memang ada aturannya. Tapi tentu harus seizin istri pertama. Itu nanti akan dilihat seperti apa ke depannya," ungkap Deddy.
Menanggapi hal itu, Pengacara Inasanul Fahmi, Tommy Tri Yunanto mengaku kaget.
Sebab ia belum mendengar adanya keinginan itu dari kliennya.
Ia bahkan mengingatkan soal resiko yang bisa dihadapi oleh kliennya jika nekat melakukan sidang isbat tanpa seizin istri sah.
"Kalau enggak ada izin dari istri sah keluar surat nikah ini menjadi polemik hukum berdampak hukum tuntutannya bisa lebih panjang, lebih tinggi di atas 5 tahun."
"Nah, ini sudah terima belum risikonya seperti itu?," kata Tommy dikutip dari Youtube Cumicumi, Rabu.
Daripada menjadikan Inara istri sah, Tommy lebih fokus mendamaikan kliennya dengan Mawa.
"Jadi kita pikir ini bagian terpenting adalah bagaimana kita fokus kepada Insanul bisa damailah dengan istrinya, dengan mawa," kata dia.
Ia juga telah mengingatkan Insanul agar bisa merendahkan egonya untuk bertemu dengan Mawa dan meminta maaf.
"Salah satu poin yang paling penting adalah dia meminta maaf dulu sama Mawa. Perkara itu tidak dimaafkan dan proses hukum juga berlanjut, itu suatu risiko, ya kan risiko perbuatan Insanul. Jadi harus dihadapin. Saya rasa yang terpenting itu ya," jelasnya.
Baca juga: Nasib Istri Bos Nasi Kuning Paksa Suami Rudapaksa Karyawan, Cemburu Buta, Terancam 12 Tahun Penjara
Tommy juga meminta Insanul dan Insara bisa mempertimbangkan masalah hukum ke depannya jika nekat melakukan sidang isbat.
"Karena bagaimanapun juga istri sah itu adalah Mawa, sampai detik ini. Kalau mau ya memang harus sepertujuannya Mawa. Kalau enggak, ya enggak bisalah," kata dia.
Menurut Tommy, dirinya tidak pernah berkomunikasi dengan Inara dan selalu memberikan saran kepada Insanul agar meminta maaf pada Mawa terlebih dahulu.
"Saya selalu memberikan saran penting kepada Insanul bahwa bagaimanapun juga istri sahnya itu adalah Mawa. Kamu datang ke dia minta maaf, sujud dia, kalau perlu minta maaf," katanya.
Meski proses hukum yang dilaporkan Mawa tetap berjalan, hal itu menurut Tommy merupakan resiko yang harus dihadap oleh Insanul.
"Tapi setidaknya kamu datang, ngelihat anak dan ngelihat Mawa. Kalau memang nanti si di perjalanan peminta maafannya itu juga tidak diberi maaf, setidaknya kamu bisa lihat anak," ucap Tommy.
"Setidaknya bisa lihat anak dan kamu gentleman di situ. Saya sampaikan di situ. Karena apa? Saya meminta agar secepatnya Insanul lakukan permohonan maaf langsung kepada Mawa," tambahnya.
Daripada memikirkan untuk menjadikan Inara istri sah, kata dia, Insanul sebaiknya mendahulukan meminta maaf pada Mawa.
"Datang aja minta maaf, duduk bareng ya kan itu lebih baik ya karena gimanapun juga istri sah itu masih melekat di Insanul dan di Mawa ya," kata dia.
Namun ia mengatakan kalau soal isbat nikah, adalah hal yang janggal.
"Ya, kalau yang namanya isbat diminta tanpa persetujuan itu kan agak janggal ya. Kalau menurut saya ini satu hal yang menurut saya janggal, enggak lazim lah."
"Tapi balik lagi semua tuh kan masing-masing punya punya apa namanya keinginan. Tapi kalau memang keinginan itu mau dijalankan, ada resikonya," pungkas Tommy.
(Bangkapos.com/Tribunnews.com/Sripoku.com)