Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara|Bener Meriah
TribunGayo.com, REDELONG – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah III Aceh memastikan jembatan sementara Umah Besi di Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah, resmi dibuka untuk lalu lintas (open traffic) mulai hari ini, Kamis (8/1/2026).
Kepala Satker PJN Wilayah III Aceh, Azis, menyampaikan bahwa saat ini terdapat dua jembatan yang difungsikan di jalan lintas provinsi tersebut, terdiri dari jembatan fungsional yang selama ini digunakan masyarakat pasca bencana, dan jembatan bailey yang akan dibuka hari ini.
Azis mengungkapkan, kedua jembatan tersebut dapat digunakan secara dua arah guna mendukung kelancaran arus transportasi masyarakat dan logistik.
"Hari ini rencana open traffic jembatan bailey Timang Gajah. Di lokasi tersebut ada dua jembatan sementara, yakni jembatan fungsional dan jembatan bailey. Dua-duanya digunakan dua arah untuk mendukung konektivitas,” ujar Azis.
Baca juga: Kolaborasi BPJN Aceh dan TNI: Jembatan Bailey Jamur Ujung Dikebut, Progres Capai 50 Persen
Pembukaan ini menjadi lanjutan dari upaya pemulihan jalur nasional Bireuen – Bener Meriah – Takengon, yang sebelumnya terdampak longsor dan banjir bandang pada akhir 2025.
Dengan berfungsinya dua jembatan sementara tersebut, mobilitas warga dan distribusi logistik di wilayah tengah Aceh kini semakin lancar.
Namun demikian, BPJN tetap memberlakukan pembatasan beban kendaraan, dengan bobot maksimal 15 ton yang diperbolehkan melintas di jembatan Bailey tersebut.
“Kami minta pengguna jalan mematuhi batas beban maksimal 15 ton demi keselamatan dan keawetan jembatan sementara,” tegas Azis.
Baca juga: Puluhan Alat Berat BPJN Diturunkan Atasi Jalan dan Jembatan Putus di Wilayah Tengah Aceh
BPJN juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintas, terutama di kondisi cuaca hujan, mengingat struktur jembatan masih bersifat sementara dan kondisi tanah di sekitar lokasi masih berpotensi licin.
Dengan dibukanya akses ini, diharapkan aktivitas ekonomi, distribusi kebutuhan pokok, serta mobilitas masyarakat Aceh Tengah dan sekitarnya dapat terus pulih secara bertahap. (*)