Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Pemerintah alokasikan anggaran APBN Rp 250 miliar untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Maluku Tengah.
Secara total, Provinsi Maluku mendapat porsi anggaran Sekolah Rakyat senilai Rp 544 miliar, diperuntukkan untuk Sekolah Rakyat Kota Tual dan Sekolah Rakyat Kabupaten Maluku Tengah.
Hal itu disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lingkungan Kementerian PUPR, Yudhi, saat dikonfirmasi awak media di Kelurahan Hollo, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Rabu (8/1/2026).
Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksanaan Prasarana Strategis Provinsi Maluku, Conny Yulietha Lelapary optimis bahwa pekerjaan bangunan Sekolah Rakyat ini selesai sesuai target yakni Juni 2026.
"Untuk pembangunan gedung permanen sangat optimis selesai di Juni 2026. Karena sebelumnya sudah melakukan (rehabilitasi) bangunan sekolah rakyat rintisan," ujar Conny.
Baca juga: Harga Ikan di Pasar Impres Namlea Stabil, Cuaca Baik Dukung Hasil Tangkapan Nelayan
Baca juga: Buntut Gangguan Medis Usai Cabut Gigi, PMII Malteng Desak RSUD Masohi Bertanggung Jawab
Ia juga menyampaikan bahwa sebelumnya proses rehabilitasi bangunan Sekolah Rakyat rintisan di Kota Masohi selesai dalam jangka waktu satu bulan
"Untuk penyelenggaraan sekolah rintisan itu untuk Maluku Tengah hanya satu bulan," sebutnya.
Untuk bangunan permanen ini, Conny mengaku, telah melalui proses lelang dan sudah memenangkan penyedia, baik kontraktor pelaksana maupun konsultan manajemen konstruksi.
"Tentu dengan berbagai tahapan evaluasi yang sangat ketat itu kami optimis cepat selesai tepat pada saatnya," tukas Conny.
Dikonfirmasi soal perekrutan tenaga kerja lokal, dirinya menyebut, kemungkinan akan ada perekrutan pekerja lokal, namun disesuaikan dengan porsi-porsi SDM yang ada.
"Misalnya tenaga ahli yang dibutuhkan kalau tidak disini ya tidak bisa kita akomodir. Tentunya itu sesuai dengan kompetensi dan proporsi yang tersedia, potensi untuk melibatkan tenaga lokal tetap ada," tukas Conny.
Dalam laporannya, Conny menjabarkan, Sekolah Rakyat Kabupaten Maluku Tengah dibangun di atas lahan seluas 5,7 hektar sesuai hasil pengukuran pemetaan topografi.
Di dalamnya akan dibangun semua jenjang pendidikan dasar menengah SD, SMP, dan SMA. Bangunan terdiri dari asrama, fasilitas perkantoran sekolah, fasilitas olahraga, kesehatan, dan fasilitas beribadah.
"lama kegiatan pembangunan selama 240 hari kalender Desember 2025 sampai dengan Juni 2026. Kontraktor pelaksana PT. Nindya Karya Persero l, Konsultan Manajemen Konstruksi PT Citra Jasa Engineering Consultant," urai Conny.
Pembangunan Sekolah Rakyat diharapkan dapat selesai di tahun ajaran baru 2026, nantinya akan melanjutkan proses belajar mengajar Sekolah Rakyat Terintegrasi 73 Maluku Tengah jenjang SMP yang saat ini sudah berjalan.
"Kami meyakini bahwa sekolah ini tidak hanya menjadi pusat belajar tapi peningkatan ketrampilan, nilai - nilai kebangsaan dan nilai-nilai sosial," pungkas Conny. (*)